Diantara beragam sayuran yang banyak disukai, terong ungu adalah salah satunya, hal ini karena rasanya yang enak dan dapat pula diolah menjadi beragam jenis masakan.

Jika biasanya anda membeli terong di pasar atau warung untuk dimasak, tidak ada salahnya jika mencoba menanamnya sendiri. Menanam terong ungu cukup mudah untuk dilakukan serta tidak memerlukan keahlian khusus dan pula tidak memerlukan syarat-syarat yang rumit

Tanaman terong ungu selain ditanam pada lahan persawahan, juga dapat ditanam pada pot dan ditempatkan di pekarangan rumah, sehingga pemantauan dan perawatannya lebih mudah dilakukan.

Adapun penjelasan lengkap mengenai cara menanam terong ungu dalam pot adalah sebagai berikut :

TAHAP PERSIAPAN BIBIT

Bibit terong ungu, diperoleh dari penyemaian biji atau benihnya. Proses penyemaian benih terong ungu ini cukup mudah untuk dilakukan.

Untuk mengetahui penjelasan mengenai cara penyemaiannya, silakan simak artikel kami sebelumnya yaitu Cara Menyemai Benih Terong Ungu.

TAHAP PERSIAPAN MEDIA TANAM

Media tanam untuk tanaman terong yang akan ditanam dalam pot adalah berupa campuran tanah, sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1, aduk semua bahan hingga merata.

Masukkan media tanam tersebut ke dalam pot hingga hampir penuh, kemudian ikuti dengan penyiraman hingga media basah merata.

Pot yang digunakan harus memiliki lubang-lubang di bawahnya dan juga memiliki kaki-kaki untuk memisahkan dasar pot dengan permukaan tanah.

TAHAP PENANAMAN

Penanaman bibit terong ungu diawali dengan membuat lubang tanam pada media dalam pot, lepaskan bibit dari polybag, atau cabut bibit dari persemaian dengan hati-hati agar media dalam polybag tidak pecah. Untuk memudahkan dalam melepas polybag maka sebelumnya lakukan penyiraman.

Tanam bibit pada lubang tanam yang telah dibuat dengan sedikit dipadatkan agar bibit erat tertanam dan tidak mudah goyah, kembali siram secukupnya.

TAHAP PERAWATAN

Perawatan tanaman terong dalam pot meliputi pemasangan ajir, pemupukan, perempelan dan pengendalian hama penyakit.

Pasang ajir pada tanaman untuk melindungi tanaman dan agar berdiri kokoh, caranya tancapkan air pada media tanam dalam pot kemudian ikat tanaman dengan ajir, pengikatan jangan terlalu kencang.

Pemupukan tanaman terong dilakukan menggunakan pupuk NPK 16:16:16 yang dilarutkan ke dalam air dengan dosis 1 sendok makan NPK untuk 10 liter air, aduk hingga pupuk benar-benar larut dan merata. Aplikasi pupuk dilakukan dengan mengocorkan/menyiramkannya pada media tanam dalam pot dengan dosis karang lebih 1 liter untuk 1 tanaman berukuran sedang. Pemupukan ini dilakukan 2-3 minggu sekali sembari memperhatikan pertumbuhan tanaman, jika tanaman telah tumbuh dengan baik dan jika dirasa cukup, pemberian pupuk ini dapat dihentikan.

Perempelan atau pemangkasan ini dilakukan pada tunas air yang tumbuh di seluruh bagian tanaman. Tujuan pemangkasan ini adalah agar makanan yang diserap oleh akar terfokus pada batang produktif untuk menghasilkan bunga dan buah secara optimal. Pangkas pula daun-daun yang layu dan rusak.

Pengendalian penyakit bisa dilakukan secara teknis dan kimiawi.

Pengendalian secara teknis antara lain, mengatur jarak tanam, rotasi tanaman, menjaga kelembaban dan membersihkan gulma dan tanaman inang.

Sedangkan pengendalian secara kimiawi adalah pengendalian penyakit yang dilakukan dengan cara penyemprotan pestisida pada tanaman terserang. Dan yang perlu di ingat bahwa penyemprotan pestisida ini harus dihentikan minimal 30 hari sebelum buah/sayuran dikonsumsi, tujuannya agar hasil pertanian bersih dari residu pestisida, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Demikian ulasan mengenai cara menanam terong ungu dalam pot, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih terong ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com