Cara Menyemai Benih Strawberry

Tanaman strawberry merupakan tanaman buah-buahan, ditemukan pertama kali di Chili Amerika. Terdapat beberapa spesies dari tanaman strawberry, adapun strawberry yang pertama kali memasuki Indonesia adalah jenis spesies F. vesca L. dalam genus fragaria, jenis strawberry ini adalah yang terluas penyebarannya di banyak negara.

Penanaman strawberry di Indonesia sudah lama dirintis sejak zaman kolonial Belanda, akan tetapi pengembangannya masih dalam skala kecil. Di Indonesia strawberry banyak ditemukan di daerah berhawa sejuk seperti di Lembang Bandung.

Proses penanaman strawberry dari benih/ biji diawali dengan proses penyemaian, adapun Cara Menyemai Benih Strawberry adalah sebagai berikut :

Benih strawberry berkualitas saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian, akan tetapi untuk menunjang keberhasilan budidayanya selain benih yang berkualitas tentunya perlu adanya teknik penyemaian untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Penyemaian benih strawberry diawali dengan proses pengecambahan terlebih dahulu.

Pengecambahan dilakukan menggunakan toples atau wadah transparan lainnya.

Letakkan 2 lapis tisu atau lebih, di dalam wadah tersebut dan basahi dengan air mineral. Cukup basah saja, jangan sampai tergenang. Air mineral ini digunakan karena air sumur/ledeng banyak mengandung zat yang menghambat pertumbuhan benih.

Tabur benih di atas tisu, pastikan tidak ada benih yang menempel satu sama lain, untuk memberi jarak bagi akar yang akan tumbuh.

Tutup wadah tersebut dan simpan di tempat sejuk yang tidak terkena panas matahari.

Kontrol 3-4 hari sekali dan pastikan tisu tetap basah dan lembab.

Benih strawberry normalnya membutuhkan waktu 2 minggu untuk berkecambah. Akan tetapi perlu diingat, bahwa setiap benih memiliki kecepatan yang berbeda-beda dalam berkecambah.

Setelah kecambah benih (akar) telah mencapai panjang kurang lebih 1 cm, saatnya dipindah tanam pada lahan penanaman sementara.

Wadah tanam sementara dapat menggunakan polybag kecil, gelas plastik atau potongan botol, buat lubang-lubang kecil pada bagian bawahnya, agar air tidak menggenang pada wadah tersebut.

Sedangkan untuk media tanamnya adalah tanah gembur berkompos dan sedikit berpasir atau dapat pula menggunakan cocopeat yang dicampur dengan tanah, dengan perbandingan 1:1.

Buat lubang tanam pada media dengan kedalaman sekitar 1cm kemudian masukkan bibit, tutup tipis-tipis saja menggunakan media yang sama.

Siram secukupnya, jangan terlalu banyak air karena akan membuat bibit menjadi busuk.

Tutup wadah tanam menggunakan plastik bening, ikat dengan karet, beri lubang kecil beberapa buah untuk sirkulasi udara. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban media tanam sehingga tidak harus selalu disiram.

Letakkan persemaian di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Bibit strawberry hasil persemaian benih sudah dapat ditanam pada lahan penanaman sesungguhnya atau lahan permanen ataupun polybag setelah bibit cukup besar atau sudah memiliki 8 helai daun.

Demikian ulasan mengenai cara menyemai benih strawberry, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih strawberry ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : jualbenihmurah.com