Cara Menyemai Benih Brokoli

Brokoli (Brassica oleracea L. Kelompok Italica) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah dibudidayakan sejak masa Yunani Kuno. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama yaitu sekitar tahun 1970-an dan saat ini cukup populer sebagai bahan pangan.

Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih.

Benih-benih brokoli berkualitas saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian, akan tetapi untuk menunjang keberhasilan budidayanya selain benih yang berkualitas tentunya perlu adanya teknik penyemaian untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Sebelum disemai, benih direndam dahulu dalam air hangat (50°C) atau dalam larutan fungisida Previcur N (1 cc/l) selama satu jam.

Benih disebar merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1).

Tutup persemaian benih dengan daun pisang selama 2-3 hari.

Bedengan diberi atap screen/kasa/plastik transparan dan  persemaian ditutup dengan screen untuk menghindari serangan OPT.

Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan ke dalam bumbunan daun pisang/pot plastik dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang steril).

Penyiraman dilakukan setiap hari.

Bibit siap ditanam di lahan setelah berumur 3-4 minggu atau sudah memiliki empat sampai lima daun.

Kebutuhan  benih brokoli adalah 300-350 g/ha.

Demikian ulasan mengenai cara menyemai benih brokoli, semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih brokoli ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : hortikultura.litbang.pertanian.go.id