Dalam budidaya tanaman padi tentunya tidak terlepas dari tumbuhnya gulma di sela-sela tanaman padi tersebut.

Gulma adalah rumput liar yang tumbuh diantara tanaman budidaya yang menjadi pesaing dalam memperoleh nutrisi (unsur hara), air dan sinar matahari. Sehingga keberadaan gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman utama.

Gulma pada tanaman padi biasanya dikendalikan dengan cara penyiangan. Namun, pengendalian gulma dengan cara ini dirasa kurang efektif terutama di daerah yang jumlah tenaga kerjanya terbatas.

Untuk itu, solusi pengendalian gulma yang efektif dan efisien adalah dengan menggunakan herbisida.

Herbisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk mengendalikan tumbuhan pengganggu (gulma), seperti rumput, alang-alang dan semak liar.

Adapun Cara Menggunakan Herbisida Pada Tanaman Padi secara lengkap adalah sebagai berikut.

Sebelum masuk pada pembahasan yang lebih luas perlu diketahui bahwa dalam mengendalikan gulma menggunakan herbisida terdapat 3 hal yang harus diperhatikan agar proses pengendaliannya lebih efektif, yaitu waktu aplikasi, dosis herbisida dan cara aplikasinya.

WAKTU APLIKASI

Waktu aplikasi herbisida yang terbaik untuk membasmi gulma pada tanaman padi adalah saat tanaman padi berusia 14-21 HST dimana pada saat itu gulma sedang dalam masa aktif tumbuh.

JENIS DAN DOSIS HERBISIDA

Diantara jenis herbisida yang baik untuk mengendalikan gulma pada tanaman padi adalah herbisida purna tumbuh dengan bahan aktif dimetil amina, adapun dosisnya sesuaikan dengan dosis yang telah ditentukan oleh produsen herbisida tersebut yang biasanya tertera pada kemasan.

CARA APLIKASI

Sebelum penyemprotan herbisida usahakan untuk mengurangi genangan air pada tanaman padi hingga tersisa ketinggian air di bawah 1 cm saja agar herbisida yang akan disemprotkan dapat berkontak langsung dan terserap oleh gulma tanpa terhalang genangan air.

Aplikasikan herbisida dengan cara menyemprotkannya secara merata pada lahan tanaman padi terutama yang telah ditumbuhi gulma.

Dalam penggunaanya anda tidak perlu khawatir karena herbisida dengan bahan aktif dimetil amina ini aman dan tidak mengganggu pertumbuhan tanaman utama yaitu tanaman padi.

Perlu diingat bahwa aplikasi herbisida ini dilakukan sebelum pemupukan pertama, tujuannya adalah agar saat pemberian pupuk nantinya lahan sudah terbebas dari gulma sehingga pupuk sepenuhnya diserap oleh tanaman padi tanpa ada persaingan penyerapan dengan gulma.

Pengairan dapat dilakukan kembali setelah 24 jam dari penyemprotan herbisida dengan cara digenangi selama 2 hari dan setelah itu pemupukan pertama baru bisa dilakukan.

Demikian ulasan mengenai Cara Menggunakan Herbisida Pada Tanaman Padi, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli herbisida ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube ANAK CANGKUL