Bercak daun tanaman pisang atau biasa disebut dengan sigatoka merupakan penyakit tanaman pisang yang disebabkan oleh cendawan Mycosphaerella Musicola Mulder.

Penyakit bercak daun pisang ini akan menyebabkan permukaan daun yang terserang mati lebih awal sehingga mengakibatkan luas permukaan daun untuk proses fotosintesis tanaman menjadi berkurang. Jika kondisi lingkungan mendukung untuk perkembangan penyakit ini, maka seluruh daun yang ada dapat terinfeksi. 

Karena luas permukaan daun untuk fotosintesis berkurang secara drastis, maka pada tanaman pisang yang baru berbuah jika terserang penyakit ini akan menyebabkan buah pisang tidak dapat berkembang, tetap kecil, dan kurus, buah masak lebih awal dengan bau dan aroma yang berubah. Serangan penyakit ini dapat menurunkan produksi mencapai 37 % – 50 %.

Disamping itu, buah pisang menjadi tidak menarik karena terdapat bercak- bercak hitam pada kulitnya. Sehingga kualitas buah pisang pun menjadi tidak optimal.

Gejala awal serangannya terlihat bintik-bintik hitam pada daun. Kemudian bintik-bintik tersebut semakin membesar dan melebar membentuk noda kuning kecoklatan hingga hitam. Pada akhirnya semua daun menjadi kuning dan kering.

Penularan penyakit ini dapat terjadi dari daun-daun pisang yang saling bersentuhan, tiupan angin atau bisa ditularkan melalui perantara burung yang hinggap pada tanaman pisang terinfeksi dan menularkannya pada tanaman sehat. Penularan parah biasanya terjadi pada musim hujan dimana serangan meluas ke seluruh bagian tanaman pisang.

Untuk mengetahui Cara Mengatasi Penyakit Bercak Daun Tanaman Pisang, silakan simak penjelasannya berikut ini:

  1. Melakukan sanitasi kebun dengan memangkas daun-daun yang terserang, daun dan pelepah yang sudah mengering kemudian memusnahkannya dengan cara membakar. Bersihkan pula gulma atau rumput liar di sekitar areal penanaman.
  2. Melakukan penyemprotan pestisida ke seluruh bagian tanaman pisang meliputi daun, pelepah, batang sampai ke anakan pisang dengan menggunakan fungisida sistemik berbahan aktif Benzimidazole dan Dithiocarbamate atau bahan aktif lainnya yang terkait dengan bercak daun. Disamping itu juga bisa mengkombinasikan insektisida sistemik dengan fungisida untuk bercak daun atau fungisida untuk mengobati penyakit jamur.

Penyemprotan dilakukan sebanyak 2-3 kali dengan interval 3-4 hari dengan menggunakan fungisida dan insektisida dengan merek yang berbeda-beda agar hasilnya lebih optimal.

Sebagai tindakan pencegahan, sebelum tanaman terserang penyakit sigatoka/bercak daun ini dianjurkan untuk melakukan pemupukan berimbang serta rutin melakukan pengamatan pada taman pisang agar keberadaan penyakit bisa dideteksi sejak dini sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan dengan cepat sebelum penularannya lebih parah.

Demikian ulasan mengenai cara mengatasi penyakit bercak daun tanaman pisang, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pestisida, bibit pisang ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Husain _ Uche