Dalam budidaya tanaman pepaya, adanya serangan hama dan penyakit adalah hal yang lumrah terjadi. Salah satu diantaranya adalah penyakit bercak cincin atau papaya ringspot virus (PRV) yang menginfeksi daun dan buah.

Gejala yang ditunjukkan penyakit bercak cincin pada tanaman pepaya ini berupa daun belang dan perubahan bentuk daun menjadi sempit. Pada buah terdapat bercak-bercak bulat seperti cincin. Pada tangkai dan batang terdapat garis-garis hijau tua. Tangkai daun menjadi pendek. Pertumbuhan tanaman terhambat dan menghasilkan sedikit buah.

Penyakit ini disebabkan oleh virus bercak cincin papaya (Papaya Ringspot Virus). Virus ini ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yang sangat berpotensi menjadi penular virus diantaranya adalah thrips, kutu daun, kutu kebul dan tungau.

Cara mengatasi penyakit bercak cincin pada tanaman pepaya ini dapat dilakukan dengan melakukan pengendalian. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan mengendalikan populasi serangga vektor dengan menggunakan insektisida dan juga pemberian nutrisi/pemupukan pada tanaman agar memberikan daya tahan terhadap hama dan penyakit.

Berikut ini penjelasan selengkapnya.

  1. Pengendalian serangga vektor

Vektor adalah organisme yang tidak menyebabkan penyakit tetapi menyebarkannya dengan membawa patogen ataupun virus dari satu inang ke inang yang lain.

Beberapa hama yang sangat berpotensi menjadi vektor/penular virus diantaranya adalah thrips, kutu daun, kutu kebul dan tungau.

Maka dari itu agar tanaman pepaya terhindar dari penyakit bercak cincin dan tidak terjadi penularan pada tanaman yang lain, maka serangga vektor ini harus dikendalikan dengan menyemprotkan insektisida.

Bahan insektisida yang digunakan adalah insektisida kontak dengan bahan aktif profenofos dengan dosis 1 ml/liter air yang dicampurkan dengan insektisida sistemik berbahan aktif fipronil dengan dosis 1 ml/liter air.

Campurkan semua bahan sesuai dosis dan kebutuhan, aduk hingga merata dan semprotkan ke seluruh bagian tanaman, terutama dari bagian bawah daun. Waktu penyemprotan sebaiknya pada pagi atau sore hari.

  1. Pemupukan tanaman

Pemupukan tanaman ini berfungsi untuk memberikan nutrisi pada tanaman agar daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit lebih baik. Adapun jenis pupuk yang digunakan adalah NPK dan KNO3 Merah. Sedangkan dosis yang akan kita hitung kali ini adalah dosis per 2 liter air, karena pupuk akan diaplikasikan dengan cara dikocorkan. Tambahkan setengah sendok makan NPK dan juga setengah sendok makan KNO3 Merah ke dalam 2 liter air bersih, aduk dan campurkan hingga larut dan merata. Aplikasikan dengan cara menyiramkannya di sekitar pangkal tanaman dengan dosis 2 liter per tanaman pepaya yang masih muda. Aplikasi dapat diulang 1 minggu sekali tergantung kondisi tanaman.

Pemupukan pada daun dapat diaplikasikan menggunakan pupuk daun.

Selain 2 cara di atas pembersihan tanaman sakit dari pertanaman dapat mencegah meluasnya penyakit ini, dan juga kebersihan lahan di sekitar tanaman juga harus selalu diperhatikan karena bisa jadi gulma/rumput liar menjadi tanaman inang dari serangga vektor.

Demikian ulasan mengenai Cara Mengatasi Penyakit Bercak Cincin Pada Tanaman Pepaya, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli insektisida, pupuk, benih pepaya ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi : Channel Youtube INFO RAGAM PERTANIAN