Dalam budidaya tanaman cabe baik itu dalam skala kecil maupun besar tentu tidak lepas dari kendala, diantaranya adalah serangan penyakit layu fusarium. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan fusarium oxysporum.

Layu fusarium bisa menyerang tanaman cabe kapan saja, terutama pada musim hujan, karena cendawan fusarium oxysporum mudah berkembang biak dan mudah menyebar dari satu tanaman ke tanaman lainnya. Tingkat kelembaban udara yang tinggi sangat berpengaruh terhadap perkembangbiakan cendawan penyebab layu fusarium ini. Genangan air hujan di lahan dan pH tanah yang rendah juga turut mempengaruhi perkembangbiakannya.

Gejala serangan cendawan fusarium oxysporum ditandai dengan tanaman cabe yang tiba-tiba layu pada siang hari dan akan segar kembali di sore hari. Keesokan harinya tanaman kembali terlihat segar dan tidak ada tanda-tanda masalah pada tanaman, akan tetapi tanaman cabe akan kembali layu pada siang hari. Hal ini berlangsung selama 7 – 10 hari, hingga kemudian tanaman yang terserang akan mengering dan mati. Serangan penyakit layu fusarium bisa terjadi pada semua fase pertumbuhan tanaman cabe, mulai dari pembibitan, tanaman muda hingga tanaman cabe yang sudah berproduksi. Serangan penyakit ini jika tidak segera dilakukan penanganan dapat menurunkan hasil produksi bahkan dalam beberapa kasus dapat menggagalkan panen.

Adapun Cara Mengatasi Layu Fusarium Pada Tanaman Cabe diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Penggiliran tanaman, maksudnya tidak menanam tanaman sejenis pada saat atau rentang waktu berdekatan dan juga bukan tanaman satu kelas atau famili, misalnya cabe dan terong.
  2. Pilihlah benih/bibit dari tanaman induk yang sehat jika pembibitan dilakukan sendiri. Dan jika membeli benih dari toko pertanian maka pilihlah benih yang berkualitas dan tahan terhadap fusarium oxysporum dan juga sesuaikan dengan lahan tempat penanaman baik itu dataran tinggi atau rendah.
  3. Saat pindah tanam dari persemaian untuk penanaman, celupkan akar pada larutan fungisida.
  4. Pengaturan jarak tanam agar lebih lebar khususnya penanaman pada musim hujan, agar sirkulasi udara lancar dan area tanaman tidak terlalu lembab.
  5. Tinggikan bedengan jika penanaman dilakukan pada musim hujan tujuannya agar tanaman tidak tergenang.
  6. Penggunaan kapur pertanian/dolomit untuk menstabilkan pH tanah jika pH tanah di bawah 6,0, pH ideal untuk tanaman cabai adalah 6,5 – 7,0. Cendawan fusarium oxysporum mudah berkembang biak pada tanah asam (pH di bawah 6,0).
  7. Pemakaian pupuk kandang yang telah matang.
  8. Penggunaan larutan trichoderma sebagai agen hayati pengendali cendawan penyebab layu fusarium dengan cara menyiramkannya pada lahan sebelum pemasangan mulsa.
  9. Penggunaan mulsa plastik untuk menjaga kestabilan tanah terlebih pada saat musim hujan.
  10. Untuk meningkatkan daya tahan tanaman dari serangan penyakit, cukupi unsur kalium (K) pada tanaman dan gunakan pupuk nitrogen (N) secukupnya karena jika berlebihan dapat menurunkan pH tanah ( tanah menjadi asam ), hal ini dapat menyebabkan tanaman rentan terserang penyakit.
  11. Cabut dan musnahkan jika terdapat tanaman yang terinfeksi.
  12. Jika tanaman telah terserang lakukan penyemprotan fungisida berbahan aktif metalaksil, benomil dan sebagainya, meskipun dalam beberapa kasus tanaman yang telah terserang akan sulit untuk sembuh akan tetapi hal ini tetap perlu dilakukan sebagai usaha untuk mengendalikannya.

Dari uraian di atas menyimpulkan bahwa pencegahan penyakit layu fusarium lebih diutamakan daripada pengobatan tanaman yang telah terserang, karena sebagaimana telah diterangkan bahwa dalam beberapa kasus tanaman yang telah terserang akan sulit untuk sembuh sehingga mengurangi hasil produksi bahkan dapat menggagalkan panen.

Demikian ulasan mengenai Cara Mengatasi Layu Fusarium Pada Tanaman Cabe, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih cabe, pestisida, pupuk maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube langit teduh