Musim hujan dengan curah hujan yang tinggi dengan kondisi lingkungan basah dan lembab memicu berkembangnya penyakit yang bisa merusak tanaman budidaya seperti penyakit hawar daun yang biasanya menyerang tanaman jagung.

Penyakit hawar daun pada tanaman jagung disebabkan oleh jamur helminthosporium turpicum dan biasanya ditemukan pada cuaca dan kondisi lembab yaitu pada saat musim hujan.

Jamur ini akan menyebabkan luka pada daun dengan bercak berwarna abu-abu pucat hingga kecoklatan dan kemudian membesar bertemu menjadi satu sehingga menjadi hawar. Pada serangan yang sangat berat luka ini akan menyebabkan seluruh daun atau area daun tertutup oleh luka dan kelihatan seperti terbakar, daun menjadi rusak dan robek sehingga tidak mampu menjalankan fungsi fotosintesis, dengan demikian maka tanaman akan mengalami penurunan produksi yang sangat besar.

Penyakit hawar daun pada tanaman jagung ini biasanya menyerang pada tiap fase pertumbuhan, akan tetapi serangan pada umumnya akan dimulai ketika tanaman jagung selesai melakukan penyerbukan atau pada fase akhir dari pembungaan.

Jamur helminthosporium turpicum ini bertahan dalam sisa-sisa tanaman jagung dan menumpuk dari waktu ke waktu dalam sistem pertanaman jagung yang terus menerus, tanpa diselingi dengan tanaman selain jagung, maka dari itu perlu dilakukan rotasi tanaman agar siklus jamur ini terputus.

Spora akan disebarkan oleh percikan air hujan atau juga angin pada tanaman-tanaman yang baru.

Gejala awal terinfeksi hawar daun yaitu berupa bercak kecil berbentuk oval kemudian bercak semakin memanjang berbentuk ellips dan berkembang. Warnanya hijau keabu-abuan atau coklat. Panjang hawar 2,5-15 cm, bercak muncul mulai dari daun terbawah kemudian berkembang menuju daun atas, akan tetapi jika penyebaran spora cukup tinggi serangan juga terkadang dimulai dari daun bagian atas.

Potensi kehilangan hasil panen paling tinggi terjadi manakala hawar daun ini menginfeksi tanaman jagung lebih awal dan berkembang ke daun tanaman bagian atas, sehingga pengisian tongkol akan terhambat, karena daun menjadi rusak dan tidak mampu menjalankan fungsi fotosintesis. Namun pada kondisi lain jika perkembangan tongkol lebih cepat dari perkembangan penyakit yang ada biasanya potensi kehilangan hasil relatif lebih rendah.

Jika pada tanaman jagung dijumpai gejala sebagaimana disebutkan di atas maka harus segera dilakukan tindakan agar penyakit hawar daun ini tidak meluas dan menyebar pada tanaman lainnya.

Untuk mengetahui cara mengatasi hawar daun pada tanaman jagung, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

  1. Melakukan rotasi tanaman atau pergiliran tanaman, dengan menanam selain jagung, sehingga saat kembali menanam jagung, jamur penyebab hawar daun yang tersisa pada penanaman sebelumnya sudah terurai.
  2. Pengolahan tanah intensif yaitu pengolahan tanah secara baik sehingga puing-puing atau bekas tanaman jagung pada musim penanaman sebelumnya dapat terdegradasi dengan baik, sehingga sisa jamur yang masih bertahan pada bekas tanaman sebelumnya dapat dimusnahkan pada saat pengolahan tanah.
  3. Penggunaan varietas tahan, karenavarietas tahan tersebut mempunyai kemampuan untuk menolak atau menghindar, sembuh kembali dan mentolelir dari serangan hama atau penyakit yang tidak dipunyai oleh tanaman lain yang sejenis dan pada tingkat serangan yang sama.
  4. Gunakanlah fungisida untuk mengendalikan amur helminthosporium turpicum penyebab hawar daun. Fungisida yang dapat digunakan adalah fungisida dengan bahan aktif azoksistrobin dan difenokonazolseperti merek dagang Amistartop 325 SC, atau berbagan aktif Propineb seperti Antracol 70 WP, atau bisa juga menggunakan fungisida berbahan aktif tembaga oxida seperti NORDOX 56 WP dan sebagainya. Penggunaan fungisida ini selain untuk pengobatan bisa juga digunakan sebagai pencegahan dengan mengaplikasikannya pada usia tanaman jagung 35-40 HST.

Demikian ulasan mengenai Cara Mengatasi Hawar Daun Pada Tanaman Jagung, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli fungisida, benih jagung ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube Paman Jagung