Penyakit bulai merupakan penyakit utama pada tanaman jagung yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora Maydis. Perkembangan penyakit ini dimulai dengan infeksi konidia (spora jamur) yang jatuh di permukaan daun jagung. Konidia tersebut kemudian berkembang dan masuk ke dalam jaringan tanaman muda melalui stomata dan selanjutnya berkembang hingga ke titik tumbuh tanaman.

Tanaman jagung rentan serangan bulai saat berumur antara 0-5 minggu. Biasanya jamur Peronosclerospora maydis berkembang pesat saat peralihan musim yaitu dari musim hujan ke kemarau atau sebaliknya, dan juga serangannya akan meningkat pesat pada kondisi lingkungan yang lembab, sifat tanah yang liat, serta pada curah hujan dan pemupukan N yang tinggi. Penyebaran penyakit ini akan sangat cepat dan luas jika dibantu oleh angin.

Tanaman cenderung aman dari bulai jika saat berumur lebih dari 5 minggu tanaman terlihat normal dan tentunya tidak berada di masa peralihan musim saat usianya kurang dari 5 minggu.

Serangan penyakit bulai akan menimbulkan gejala-gejala yang berbeda menurut umur tanaman.

Pada tanaman jagung berumur 0-3 minggu, gejalanya yaitu semua daun tanaman menguning, meruncing dan kaku. Fase ini adalah fase yang paling rentan dan membahayakan bagi tanaman jagung. Karena jika tanaman terserang, maka tidak dapat diharapkan lagi kesembuhannya karena tanaman akan mati.

Pada umur 3-5 minggu, gejalanya daun yang baru membuka menguning, pertumbuhan lambat, tongkol hanya berbiji sedikit dan terkadang tongkol terbentuk tidak normal. Walaupun tanaman tidak mati akan tetapi hasilnya menurun hingga 50%.

Sedangkan pada umur lebih dari 5 minggu (fase generatif), gejalanya daun mengalami klorosis. Tanaman yang terserang saat fase ini cenderung aman dan tidak membahayakan tapi dapat menurunkan hasil panen hingga 30%.

Untuk mengetahui Cara Mengatasi Bulai Pada Tanaman Jagung, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

Sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa serangan penyakit bulai ini cukup merugikan bagi petani, karena dapat menurunkan hasil panen. Maka dari itu sebelum tanaman jagung terserang alangkah baiknya melakukan pencegahan. Diantara tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah:

  • Melakukan pergiliran tanaman yaitu dengan menanam tanaman yang bukan inang dari jamur P. Maydis, misalnya cabai, tomat atau terong setelah tanaman jagung dipanen.
  • Perlakukan benih dengan fungisida sebelum benih ditanam, tujuannya agar konidia (spora jamur) yang terbawa oleh benih tidak tumbuh.
  • Melakukan pengamatan rutin agar dapat segera diketahui jika terdapat indikasi penyakit bulai pada tanaman jagung, sehingga dapat diatasi sedini mungkin. Dan jika terdapat tanaman yang mulai menunjukkan gejala penyakit bulai, harus segera dicabut dan dibakar agar tidak menular pada tanaman jagung yang sehat.
  • Melakukan perawatan dengan menyemprotkan fungisida sistemik berbahan aktif dimetomorf 50% seperti merek dagang ACROBAT 50 WP. Untuk dosisnya sesuaikan saja dengan yang tertera pada label kemasan dan dilakukan saat usia tanaman 15-20 HST.

Demikian ulasan mengenai Cara Mengatasi Bulai Pada Tanaman Jagung, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli fungisida, benih jagung ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube NGLUYUR TOK