Salah satu kendala dalam budidaya tanaman cabe adalah kerontokan bunga, kerontokan bunga dapat menyebabkan menurunnya produksi buah cabe, sehingga dapat menyebabkan kerugian.

Kerontokan bunga cabe ini banyak dialami para pembudidaya cabe, baik itu budidaya dengan skala luas ataupun penanaman skala kecil di pekarangan rumah, pada pot atau polybag.

Agar tanaman cabe yang anda budidayakan terhindar dari kerontokan bunga, mari simak ulasan mengenai penyebab dan cara mengatasi bunga cabe rontok berikut ini.

  1. Kebanyakan nitrogen (N)

Memasuki masa pembungaan, kebutuhan nitrogen cenderung menurun. Hal ini dikarenakan nitrogen banyak dibutuhkan pada saat fase pertumbuhan, pembentukan cabang dan ranting tanaman. Pupuk dengan kandungan nitrogen seperti contoh pupuk Urea.

Maka dari itu hentikan pemberian pupuk dengan kandungan nitrogen tinggi saat tanaman memasuki fase pembungaan dan mulai mengaplikasikan pupuk kalsium, boron serta kalium agar tangkai bunga lebih kokoh dan tidak mudah rontok.

Semprotkan pupuk kalsium pada saat tanaman cabe akan memasuki fase pembungaan atau fase generatif, lakukan penyemprotan setiap 10-15 hari sekali.

Untuk kebutuhan kalium, aplikasikan pupuk KCl, KNO3, atau bisa juga menggunakan pupuk organik cair dari buah pisang.

  1. Serangan hama thrips, virus gemini/mosaik dan penyakit antraknosa

Hama trips merupakan hama yang sangat “setia” menyerang tanaman cabe, terutama pada ujung daun muda dan bunga.

Keberadaan hama trips pada bunga cabe tidak bisa dianggap sebelah mata, terutama jika populasinya di atas ambang batas ekonomi, karena diketahui juga ternyata hama thrips suka menghisap cairan pada bunga cabe.

Selain hama thrips, serangan virus gemini/virus mosaik juga menyebabkan bunga cabe menjadi mudah rontok, hal ini diduga akibat metabolisme dalam daun terganggu karena serangan virus tersebut.

Pencegahan penyebaran virus dapat dilakukan dengan cara mengendalikan vektornya yaitu kutu kebul ataupun aphids. Hindari penanaman cabe pada bekas tanaman cabe atau di dekat tanaman cabe lainnya dan tanaman kacang panjang.

Lakukan pencegahan sejak dini serangan hama kutu-kutuan seperti thrips, aphids ataupun tungau. Gunakan insektisida yang tepat sasaran dengan dosis yang sesuai dengan rekomendasi.

Antraknosa merupakan penyakit tanaman cabe yang disebabkan oleh jamur. Penyakit ini dapat menyebabkan kerontokan bunga dan juga buah cabe. Semprotkan fungisida untuk mencegah penyakit antraknosa sejak dini yakni sejak munculnya bunga pertama, sebab jika sudah parah penyakit antraknosa  sangat sulit dikendalikan.

  1. Kekeringan

Kekeringan merupakan gejala tanaman yang kekurangan air, biasanya terjadi pada musim kemarau di mana ketersediaan air berkurang, tanaman cabe yang mengalami kekeringan biasanya ditandai dengan daun yang menggulung ke atas.

Saat kekeringan perkembangan tanaman menjadi terhambat. Jika kekeringan terjadi pada saat masa pembungaan maka bunga menjadi mudah rontok, dan jika kekeringan terjadi pada saat pembentukan buah, maka buah menjadi tidak berbobot.

Maka dari itu kebutuhan air pada masing-masing fase pertumbuhan harus tercukupi yaitu dengan melakukan penyiraman atau pengairan secara rutin, karena kekeringan merupakan penyebab utama kerontokan bunga cabe di musim kemarau.

  1. Overdosis pestisida

Aplikasi pestisida terutama pestisida kimia harus berdasarkan petunjuk khususnya dosis, tujuannya agar dalam pengaplikasiannya tidak berlebihan yang dapat mengakibatkan overdosis.

Gejala overdosis pestisida ditunjukkan dengan ujung daun (pupus) tanaman yang terbakar.

Maka dari itu gunakanlah pestisida sesuai dosis anjuran, atau jika ingin lebih aman gunakanlah pestisida organik seperti pestisida berbahan tembakau atau bawang putih.

  1. Aplikasi ZPT yang berlebihan

ZPT atau zat pengatur tumbuh mempunyai fungsi untuk merangsang tanaman agar mudah berbunga bahkan di luar musim sekalipun. Biasanya petani cabe memakai ZPT Giberelin untuk merangsang munculnya pembungaan yang serentak.

Akan tetapi meskipun dapat digunakan untuk merangsang munculnya pembungaan yang serentak jika aplikasinya berlebihan dapat mengakibatkan kerontokan bunga, oleh karena itu dalam penggunaan ZPT harus tetap memperhatikan dosis yang dianjurkan.

  1. Suhu dan kelembaban udara

Pembentukan serbuk sari sangat dipengaruhi oleh kelembaban udara, suhu dan kelembaban udara yang ekstrim dapat menyebabkan terganggunya proses pembentukan serbuk sari, serbuk sari menjadi sangat lengket sehingga sulit melepas ke udara, dan saat bunga tidak berhasil dalam proses penyerbukan maka bungapun akan rontok.

Tanamlah cabe pada lahan yang mendapatkan sinar matahari penuh, hindari penanaman di bawah pepohonan besar ataupun gedung. Tanaman cabe juga memerlukan cahaya matahari penuh untuk menunjang pertumbuhannya.

Akhir kata, jika terjadi kerontokan bunga pada tanaman cabe yang anda budidayakan, cobalah menganalisis terlebih dahulu apa penyebabnya, dan jika penyebabnya sudah diketahui barulah mengambil tindakan untuk mengatasi yang sesuai dengan penyebabnya.

Demikian ulasan mengenai cara mengatasi bunga cabe rontok, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih cabe, pestisida, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Taman Inspirasi