Perbanyakan tanaman mangga dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu generatif atau perbanyakan dari biji dan perbanyakan secara vegetatif yaitu perbanyakan selain menggunakan biji diantaranya yaitu cangkok, grafting, okulasi, stek dan sebagainya.

Pada kesempatan kali ini akan kita ulas mengenai perbanyakan tanaman mangga menggunakan metode cangkok, kenapa cangkok? karena perbanyakan tanaman menggunakan metode cangkok ini memiliki keunggulan dibandingkan jika perbanyakan dilakukan menggunakan biji, diantaranya adalah :

  • Mempunyai sifat yang sama dengan induknya, sehingga jika bibit cangkok diambil dari indukan yang berkualitas unggul maka bibit hasil cangkok akan mewarisi sifat unggul tersebut
  • Akan lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan pembibitan melalui biji
  • Kualitas dan kuantitas buah yang dihasilkan sama dengan induknya
  • Tingkat keberhasilannya tinggi
  • Pohon tidak terlalu tinggi bahkan bisa diatur sesuai keinginan.

Sebenarnya banyak metode dan cara yang dapat digunakan untuk mencangkok, akan tetapi pada kesempatan kali ini akan kita ulas mengenai Cara Mencangkok Pohon Mangga Yang Benar versi KampusTani.com berikut ini :

  • Siapkan alat dan bahan yaitu pisau, plastik, tali rafia, cocopeat, bawang merah atau madu murni untuk perangsang akar .
  • Pilih cabang pohon mangga yang berumur sedang, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua yang ditandai dengan warna kecoklatan.
  • Pilih cabang yang tidak memiliki daun muda/tunas baru atau cabang yang dorman/ sedang tidak tumbuh.
  • Pilihlah dari pohon induk yang berkualitas unggul, sehat, bebas dari hama dan penyakit dan produktivitasnya tinggi.
  • Buat 2 keratan melingkar dengan jarak 3-4 cm, kemudian kupas kulit batang pohon diantara keratan tersebut. Cabang yang bagus untuk dicangkok ditandai dengan kulit batang yang mudah dikupas, jika kulit batang susah dikupas itu menandakan bahwa batang tersebut kurang sehat.
  • Kerik bagian yang dikupas kulitnya hingga kambium atau lendirnya benar-benar bersih dan kering.
  • Oleskan perangsang akar berupa bawang merah atau madu murni pada keratan bagian atas yang mana nantinya akan menjadi tempat tumbuhnya akar.
  • Gunakan plastik untuk membungkus media cangkok, lingkarkan plastik pada batang cangkokan dan satukan sambungan menggunakan lidi yang diruncingkan terlebih dahulu, usahakan sambungan berada di bagian bawah.
  • Ikat bagian bawah plastik menggunakan tali rafia sekitar 2 cm dibawah keratan.
  • Masukkan cocopeat pada plastik yang telah diikat bagian bawahnya pada batang cangkok.
  • Perlu diingat bahwa cocopeat yang dapat digunakan untuk mencangkok ataupun digunakan untuk media tanam adalah cocopeat yang sudah disterilkan dari zat tanin yang terkandung didalamnya, karena zat tanin tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Cara sederhana untuk menghilangkan zat tanin tersebut adalah dengan mencuci cocopeat. Letakkan cocopeat di atas saringan, alirkan air diatasnya, remas-remas cocopeat hingga air cuciannya jernih, kemudian keringkan dengan menjemurnya dibawah sinar matahari. Sebelum digunakan untuk mencangkok basahi terlebih dahulu cocopeat hingga lembab, jangan terlalu basah, yaitu jika dipegang tidak basah akan tetapi dingin/mengandung air.
  • Setelah dirasa cukup, ikat rapat bagian atas plastik hingga air hujan tidak masuk, ikat juga bagian tengahnya agar media cocopeat lebih padat. Tidak perlu dibuat lubang pada plastik, karena penggunaan cocopeat sebagai media cangkok memiliki keunggulan tersendiri, salah satunya dapat mengikat/menahan air dalam waktu yang lama sehingga tidak memerlukan penyiraman bahkan hingga cangkokan jadi dan siap tanam.
  • Jika pencangkokan dilakukan pada musim hujan, tambahkan plastik pelindung di atas ikatan bagian atas agar air hujan tidak masuk.

Demikian ulasan mengenai Cara Mencangkok Pohon Mangga Yang Benar, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit mangga maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube grafting tree