Perbanyakan pada tanaman kelengkeng ada dua cara yaitu generatif ( dari biji ) dan vegetatif. Salah satu perbanyakan vegetatif pada tanaman lengkeng adalah cangkok. Perbanyakan dengan cara cangkok mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah sifat yang diturunkan sama dengan induknya, tanaman lebih cepat berbuah, tingkat keberhasilan budidayanya tinggi, ukuran pohon dapat diatur sehingga tidak terlalu tinggi dan masih banyak lagi keunggulan-keunggulan lainnya. Sedangkan kelemahannya adalah sistem perakaran tanaman kurang kuat, dikarenakan berakar serabut dan tidak mempunyai akar tunggang.

Jika anda berkeinginan untuk mencangkok tanaman kelengkeng, alangkah baiknya untuk menyimak ulasan mengenai Cara Mencangkok Pohon Kelengkeng yang Benar

berikut ini :

  • Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mencangkok, yaitu :
  1. Tanah humus yang subur dan gembur
  2. Pupuk kompos atau pupuk kandang fermentasi
  3. Arang sekam untuk meningkatkan daya resap air sehingga media tidak cepat kering
  4. Cocopeat kasar atau cocofiber yang juga berfungsi untuk menambah daya resap air agar media tidak cepat kering, karena dalam proses pencangkokan tidak dilakukan penyiraman kecuali jika tidak turun hujan dalam waktu yang lama.
  5. Plastik bening transparan untuk membungkus media, agar pertumbuhan akar dapat dipantau dari luar
  6. Tali pengikat bisa menggunakan tali rafia atau yang lainnya
  • Campurkan tanah, pupuk, arang sekam, cocopeat hingga merata sambil disiram namun jangan terlalu becek, setelah tercampur merata dan jika digenggam media sudah tidak berhamburan berarti media sudah siap digunakan.
  • Pilih batang yang akan dicangkok dari tanaman induk, pemilihan batang ini merupakan hal penting karena nantinya akan menentukan kualitas bibit hasil cangkok setelah ditanam. Syarat batang yang akan dicangkok yaitu harus dari tanaman induk yang produktif, berumur 2 tahun lebih, terbebas dari serangan hama dan penyakit.
  • Kerat secara melingkar batang yang telah dipilih menggunakan pisau tajam yang tidak berkarat dengan dua keratan berjarak  sekitar 6-7 cm, kemudian kupas kulitnya dan kerok kambiumnya hingga benar-benar bersih dan tunggu hingga kering, karena jika tidak bersih dan kering kambium akan tumbuh menjadi kulit kembali sehingga pencangkokan gagal. Jika pohon yang dicangkok adalah tanaman bergetah seperti pohon mangga maka setelah dikerat dan dikupas kulitnya didiamkan terlebih dahulu 3-4 hari hingga getahnya kering kemudian baru dikerok kambiumnya.
  • Oleskan bawang merah pada keratan bagian atas untuk merangsang tumbuhnya akar.
  • Selanjutnya pasang media pada batang cangkokan. Dalam pemasangan media cangkok ini terdapat 2 cara, pertama media dibungkus dengan plastik terlebih dahulu, kemudian dibelah, baru diikatkan pada batang yang dicangkok, sedangkan cara yang kedua yaitu dengan mengikat bagian bawah plastik terlebih dahulu tepat dibawah cangkokan menggunakan tali rafia, ambil media untuk cangkok yang telah disiapkan, kepalkan dan bungkuskan melingkar pada batang yang dicangkok, kemudian tutup dengan plastik dan ikat bagian atasnya.
  • Buat lubang-lubang kecil pada plastik agar media tidak becek saat terdapat air hujan yang masuk.
  • Setelah cangkokan berumur satu bulan biasanya sudah mulai tumbuh akar
  • Saat cangkokan jambu air sudah berumur 2,5-3 bulan atau saat akar yang tumbuh sudah bagus dan terlihat cokelat, saatnya untuk turun cangkok dan ditanam.

Demikian ulasan mengenai Cara Mencangkok Pohon Kelengkeng yang Benar, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit kelengkeng maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube INFO RAGAM PERTANIAN