Belimbing / Belimbing Manis adalah tumbuhan penghasil buah berbentuk khas yang berasal dari Indonesia, India, dan Sri Langka. Saat ini, belimbing telah tersebar ke penjuru Asia Tenggara, Republik Dominika, Brasil, Peru, Ghana, Guyana, Tonga, dan Polinesia. Usaha penanaman secara komersial dilakukan di Amerika Serikat, yaitu di Florida Selatan dan Hawaii. Di Indonesia, buah ini menjadi ikon kota Depok, Jawa Barat, sejak tahun 2007. ( Wikipedia )

Perbanyakan tanaman belimbing dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu generatif atau perbanyakan dari biji dan perbanyakan secara vegetatif yaitu perbanyakan selain menggunakan biji diantaranya yaitu cangkok, grafting, okulasi, stek dan sebagainya.

Perbanyakan atau pembibitan tanaman buah yang banyak dilakukan oleh pembudidaya salah satunya adalah dengan cara cangkok, akan tetapi untuk mencangkok pohon belimbing terkenal sulit. Pada beberapa kasus setelah tanaman belimbing dicangkok tidak keluar akar tetapi hanya keluar benjolan-benjolan saja. Untuk mengatasi kesulitan tersebut seorang petani pembudidaya belimbing telah menemukan cara untuk mencangkok pohon belimbing agar berhasil.

Maka dari itu pada kesempatan kali ini akan kita ulas mengenai perbanyakan tanaman belimbing menggunakan metode cangkok, karena perbanyakan tanaman menggunakan metode cangkok ini memiliki keunggulan dibandingkan jika perbanyakan dilakukan menggunakan biji, diantaranya adalah :

  • Mempunyai sifat yang sama dengan induknya, sehingga jika bibit cangkok diambil dari indukan yang berkualitas unggul maka bibit hasil cangkok akan mewarisi sifat unggul tersebut
  • Akan lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan pembibitan melalui biji
  • Kualitas dan kuantitas buah yang dihasilkan sama dengan induknya
  • Tingkat keberhasilannya tinggi
  • Pohon tidak terlalu tinggi bahkan bisa diatur sesuai keinginan.

Sebenarnya banyak metode dan cara yang dapat digunakan untuk mencangkok, akan tetapi pada kesempatan kali ini akan kita ulas mengenai Cara Mencangkok Pohon Belimbing Yang Benar versi KampusTani.com berikut ini :

  • Siapkan alat dan bahan yaitu pisau, plastik, tali rafia, cocopeat.
  • Pilih cabang pohon belimbing yang berumur sedang, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua yang ditandai dengan warna coklat muda.
  • Pilihlah dari pohon induk yang berkualitas unggul, sehat, bebas dari hama dan penyakit dan produktivitasnya tinggi.
  • Buat 2 keratan melingkar dengan jarak 3 cm, kemudian kupas kulit batang pohon diantara keratan tersebut.
  • Kerik bagian yang dikupas kulitnya hingga kambium atau lendirnya benar-benar bersih dan kering.
  • Selanjutnya adalah tahapan yang membedakan antara cangkok tanaman belimbing dengan tanaman buah lainnya, yaitu setelah batang dikerat, dikupas kulitnya dan dikerok kambiumnya kemudian diamkan terlebih dahulu selama sekitar 3  minggu hingga muncul kalus.
  • Gunakan plastik untuk membungkus media cangkok, lingkarkan plastik pada batang cangkokan dan satukan sambungan menggunakan double tape atau bisa juga menggunakan lidi yang diruncingkan terlebih dahulu, usahakan sambungan berada di bagian bawah. Ikat bagian bawah plastik menggunakan tali rafia sekitar 2 cm dibawah keratan.
  • Masukkan cocopeat pada plastik yang telah diikat bagian bawahnya pada batang cangkok.
  • Perlu diingat bahwa cocopeat yang dapat digunakan untuk mencangkok ataupun digunakan untuk media tanam adalah cocopeat yang sudah disterilkan dari zat tanin yang terkandung didalamnya, karena zat tanin tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Cara sederhana untuk menghilangkan zat tanin tersebut adalah   dengan mencuci cocopeat. Letakkan cocopeat di atas saringan, alirkan air di atasnya, remas-remas cocopeat hingga air cuciannya jernih, kemudian keringkan dengan menjemurnya dibawah sinar matahari. Sebelum digunakan untuk mencangkok basahi terlebih dahulu cocopeat hingga lembab, jangan terlalu basah, yaitu jika dipegang tidak basah akan tetapi dingin/mengandung air.
  • Setelah dirasa cukup, ikat rapat bagian atas plastik hingga air hujan tidak masuk, ikat juga bagian tengahnya agar media cocopeat lebih padat. Tidak perlu dibuat lubang pada plastik, karena penggunaan cocopeat sebagai media cangkok memiliki keunggulan tersendiri, salah satunya dapat mengikat/menahan air dalam waktu yang lama sehingga tidak memerlukan penyiraman bahkan hingga cangkokan jadi dan siap tanam.
  • Jika pencangkokan dilakukan pada musim hujan, tambahkan plastik pelindung berupa plastik wrap di seluruh bagian cangkokan, atau paling tidak cukup pada  bagian atas cangkokan saja agar saat hujan air tidak masuk.

Yang perlu diperhatikan agar berhasil dalam pencangkokan pohon belimbing selain tahapan pencangkokan seperti biasanya, adalah pemilihan batang yang tepat dan waktu pembungkusan yang tepat pula sebagaimana dijelaskan diatas.

Demikian ulasan mengenai Cara Mencangkok Pohon Belimbing Yang Benar, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit belimbing maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube grafting tree