Cara Menanam Pakcoy

Pakcoy (Brassica rapa) yang juga dikenal sebagai sawi sendok  ini merupakan jenis sayuran yang cukup populer di kalangan masyarakat dan banyak digemari oleh berbagai kalangan dan tingkatan usia. Pantas saja jika sayuran sawi pakcoy ini cukup laris manis di pasaran, sehingga dapat memberikan keuntungan lebih bagi para petani pembudidayanya.

Pakcoy ini cukup mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan persyaratan penanaman dan perawatan yang rumit.

Untuk mengetahui Cara Menanam Pakcoy, silakan simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

PERSIAPAN BENIH

Langkah awal yang harus dilakukan sebelum mulai menanam sawi pakcoy adalah memilih benih berkualitas unggul. Karena benih unggul memiliki prosentase pertumbuhan yang tinggi dan ketahanan yang baik terhadap serangan hama penyakit, sehingga keberhasilan budidayanya lebih besar.

Benih sawi pakcoy berkualitas unggul saat ini cukup mudah diperoleh di toko-toko pertanian sekitar anda atau bisa juga diperoleh dari SentraTani.com.

TAHAP PERSEMAIAN

Sebelum ditanam, benih  sawi pakcoy disemai terlebih dahulu. Siapkan media semai berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1, masukkan media semai pada wadah tempat menyemai benih, dan benih siap disemai. Lakukan penyiraman secara rutin setiap hari, bibit yang sudah siap dipindah tanam adalah yang sudah berdaun dua atau sudah berusia 15 hari setelah semai.

TAHAP PERSIAPAN LAHAN

Gemburkan lahan dengan cara ditraktor atau dicangkul. Buat bedengan dengan ukuran tinggi 20-30 cm, lebar 120 cm, jarak antar bedengan 40 cm sedangkan panjangnya disesuaikan dengan lahan yang digunakan.

Tambahkan pupuk kandang dan campurkan dengan tanah bedengan sebagai pupuk dasar, kemudian rapikan permukaan bedengan.

TAHAP PENANAMAN

Terlebih dahulu buat lubang tanam pada bedengan, jarak tanam yang baik adalah 15×15 cm dengan kedalaman 5 cm, kemudian tanam bibit pakcoy dengan memasukkan bibit pada lubang tanam, setiap lubang diisi dengan satu bibit tanaman, lalu ditutup dengan tanah halus.

Proses pindah tanam sebaiknya dilakukan pada sore hari dan dibarengi dengan penyiraman untuk mencegah tanaman menjadi layu.

Pada 1-3 HST biasanya tanaman terlihat layu, akan tetapi bukan karena tanaman mati atau gagal tumbuh, melainkan tanaman masih dalam proses penyesuaian dan akar belum dapat bekerja secara optimal.

TAHAP PEMUPUKAN

Karena pada tanaman pakcoy ini hanya terfokus pada pertumbuhan vegetatifnya saja, maka pupuk yang digunakan adalah pupuk yang banyak mengandung unsur nitrogen (N). Adapun pupuk yang digunakan adalah pupuk ZA dan Urea dengan perbandingan 1:3 dan diaplikasikan dengan cara ditabur.

Pupuk Urea memiliki kandungan unsur N tinggi yang fungsinya terfokus pada pertumbuhan postur tanaman saja. Sedangkan pupuk ZA memiliki kandungan N yang lebih sedikit akan tetapi memiliki kandungan sulfur yang berfungsi untuk pembentukan hijau daun sehingga daun tanaman menjadi lebih hijau.

Pemupukan sawi pakcoy dilakukan sebanyak 2 kali. Pemupukan pertama dilakukan pada usia 7 HST. Caranya campurkan pupuk ZA dan Urea dengan perbandingan 1:3 kemudian taburkan di sela-sela tanaman secara merata secukupnya saja jangan terlalu banyak. Lakukan penyiraman setelah selesai pemupukan hingga pupuk larut dan untuk membersihkan daun yang terkena pupuk agar tidak layu.

Pemupukan kedua dilakukan pada usia tanaman 14 HST dengan cara yang sama akan tetapi dosis pupuk ditambah ¼ dari dosis pemupukan pertama. Dan yang perlu diperhatikan pada pemupukan kedua ini adalah bahwa daun pakcoy sudah mulai lebar sehingga lebih rapat, maka dari itu penaburan pupuk harus dilakukan secara hati-hati karena jika banyak pupuk yang menempel pada daun dapat mengakibatkan layu dan kering.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Hama yang banyak menyerang tanaman pakcoy adalah serangga seperti lalat daun, belalang dan kepik. Jika hama hanya sedikit bisa diatasi menggunakan yellow trap saja, dan jika hama banyak, langsung saja disemprot menggunakan insektisida abamektin sesuai dosis yang biasanya tertera pada label kemasan produk.

Sedangkan penyakit yang rentan menyerang adalah disebabkan karena fungi/jamur yang biasanya muncul ketika sering adanya embun-embun tebal pada pagi hari. Untuk mengatasinya bisa dengan melakukan penyiraman pada pagi hari untuk membersihkan embun-embun yang menempel pada daun, dengan begitu pertumbuhan jamur akan terhenti.

PANEN

Tanaman sawi pakcoy ini memiliki usia panen yang singkat yaitu pada usia 25 HST.

Demikian ulasan mengenai cara menanam pakcoy, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih sawi pakcoy ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube Moh. Derry Setiawan