Kangkung merupakan sayuran yang banyak disukai, selain harganya terjangkau sayur kangkung juga cukup mudah dijumpai di penjual sayur-sayuran, selain itu budidaya serta perawatannya pun mudah dilakukan.

Dengan harga yang terjangkau dan kemudahan dalam mendapatkannya, kangkung ini sering disepelekan, padahal manfaat kangkung sangat banyak untuk kesehatan. Dalam kangkung tersebut terdapat cukup banyak kandungan zat gizi yang bisa dimanfaatkan oleh tubuh diantaranya adalah berbagai macam vitamin, mineral, cairan, dan masih banyak lagi.

Terlebih lagi jika kangkung tersebut dibudidayakan secara organik, selain banyaknya manfaat yang didapatkan tentunya juga akan lebih aman untuk dikonsumsi.

Jika anda tertarik untuk membudidayakannya berikut ini penjelasan mengenai Cara Menanam Kangkung Organik.

PERSIAPAN BENIH

Langkah awal dalam budidaya kangkung organik adalah mempersiapkan benih berkualitas unggul, karena benih unggul memiliki daya tumbuh yang tinggi dan ketahanan yang baik terhadap penyakit, sehingga keberhasilan dalam budidayanya lebih terjamin.

Benih kangkung berkualitas unggul saat ini cukup mudah untuk didapatkan di toko-toko pertanian baik itu offline ataupun online seperti SentraTani.com

PENGOLAHAN LAHAN

Proses pengolahan lahan dimulai dengan penggemburan tanah menggunakan cangkul atau bajak, buat bedengan dengan ukuran lebar 100 cm, tinggi 20-30 cm dan panjang menyesuaikan kondisi lahan.

Tambahkan pupuk dasar berupa pupuk kandang yang telah matang atau telah melalui proses fermentasi pada bedengan dengan cara mencampurkannya hingga merata, kemudian rapikan kembali permukaan bedengan.

Selanjutnya disiram menggunakan air yang telah dicampur dengan pupuk hayati, penyiraman dilakukan secara merata menggunakan gembor.

Pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroorganisme hidup yang ketika diterapkan pada benih, permukaan tanaman, atau tanah, akan mendiami rizosfer atau bagian dalam dari tanaman dan mendorong pertumbuhan dengan meningkatkan pasokan nutrisi utama dari tanaman.

Proses pengolahan lahan ini dilakukan 1 minggu sebelum penanaman.

TAHAP PENANAMAN

Benih kangkung dapat langsung ditanam tanpa melakukan penyemaian terlebih dahulu.

Cara penanamannya yaitu diawali dengan membuat alur memanjang pada bedengan dengan kedalaman 1-2 cm, untuk memudahkan dalam pembuatan alur, gunakanlah garis bantu dengan membentangkan tali sepanjang bedengan. Alur yang lurus dan rapi nantinya akan memudahkan dalam perawatan dan pemanenan.

Jarak antara satu alur dengan alur lainnya adalah 10 cm untuk kangkung cabut sedangkan untuk kangkung potong 15 cm, sehingga dalam bedengan dengan lebar 100 cm dapat dibuat 5-6 alur penanaman.

Taburkan benih kangkung pada alur secara merata dan jangan terlalu rapat, kemudian tutup menggunakan tanah secara tipis-tipis saja, tujuannya agar benih tidak terbawa air hujan ataupun hama. Lakukan penyiraman bedengan kangkung menggunakan gembor secara merata.

Dalam waktu 2-3 hari biasanya benih kangkung sudah mulai berkecambah dan setelah 7 hari sudah tumbuh dan memiliki beberapa daun.

TAHAP PERAWATAN

Setelah benih ditanam langkah selanjutnya adalah melakukan perawatan intensif, yaitu dengan cara membersihkan gulma atau rumput liar, menyiram secara rutin, memberikan pupuk tambahan agar kangkung semakin subur. Karena penanaman kangkung ini dilakukan secara organik, maka pupuk yang digunakan pun juga berupa bahan organik seperti POC/pupuk organik cair dan pupuk hayati, pupuk tersebut diaplikasikan dengan dikocor/menyeramkannya dengan menyesuaikan dosis aplikasinya yang biasanya tertera pada label kemasan.

Pemupukan dilakukan setelah tanaman kangkung berusia 10 HST. Pemupukan ini dilakukan sebanyak 3 kali saja dengan interval 1-2 minggu sekali, karena kangkung memiliki usia yang singkat, yaitu hanya sekitar 1 bulan sudah dapat dipanen.

Selain itu pengendalian hama penyakit juga dilakukan menggunakkan pestisida organnik yang banyak tersedia di toko-toko pertanian. Adapun untuk pengaplikasiannya/penyemprotannya sebaiknya dilakukan pada sore hari.

PEMANENAN

Budidaya kangkung cukup singkat, dalam waktu 25-30 hari sejak penanaman kangkung sudah dapat dipanen ( tergantung perawatan dan tingkat kesuburan lahan ).

Cara memanennya pun mudah, yaitu dengan mencabut kangkung sampai akarnya, atau bisa juga dengan memotongnya setengah bagian atas, dengan memotongnya kangkung akan bertunas kembaliĀ  sehingga dapat dipanen berulang kali.

Demikian ulasan mengenai cara menanam kangkung secara organik, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih kangkung ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube INFO RAGAM PERTANIAN