Budidaya jahe merah belakangan ini banyak diminati oleh para petani, karena dengan membudidayakannya banyak manfaat yang bisa diperoleh, jahe merah selain bisa dimanfaatkan untuk tanaman obat, peluang bisnis budidaya jahe merah juga masih terbuka lebar, karena permintaan pasar akan jahe merah masih terbilang tinggi.

 

Budidaya jahe merah tidak harus dilakukan pada lahan yang luas, pada lahan yang sempit sekalipun masih bisa dilakukan.

Menanam jahe merah selain bisa dilakukan pada areal persawahan, dapat pula dilakukan pada media karung ataupun polybag yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda.

 

SYARAT TUMBUH JAHE MERAH

Ada beberapa karakteristik yang harus terpenuhi untuk menanam jahe merah, antara lain:

  • Jahe merah tumbuh pada iklim dengan curah hujan 2.500 hingga 4.000 mm per tahun
  • Jahe merah yang masih muda yang berusia 2 – 7 bulan membutuhkan matahari yang cukup sehingga harus berada di tempat yang terbuka dengan suhu udara sedang antara 20 hingga 35 derajat celcius.
  • Rentang derajat keasaman tanah pada pertumbuhan jahe merah cukup tinggi, yakni 4,3 sampai 7,4 dan tumbuh di jenis tanah gembur yang mengandung humus.

 

PERSIAPAN MEDIA TANAM

Seperti yang disebutkan di atas, media tanam yang digunakan adalah karung bekas atau polybag. Karung berukuran besar akan membuat hasil panen jahe merah semakin besar. Namun, disarankan untuk memakai karung dengan ukuran 40×50 cm.

Siapkan tanah, pupuk organik, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1 atau 3:2:1.

 

PROSES PEMBIBITAN

Proses pembibitan jahe merah ini terdiri dari beberapa langkah, diantaranya:

  • Persiapan pembibitan

Agar mendapatkan hasil panen yang optimal salah satunya dilakukan dengan bibit yang berkualitas.

Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik (bibit yang bebas hama dan penyakit).

Bibit jahe merah berasal dari jahe yang sudah tua ( berumur 9-10 bulan ) dan tidak ada tanda pembusukan pada jahe tersebut dan pastikan tidak terdapat lecet pada rimpang yang biasanya terjadi saat penggalian.

Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering), kemudian disimpan sekitar 1-1,5 bulan.

Jangan menyimpan rimpang untuk bibit terlalu lama karna akan mempengaruhi mutu bibit jahe merah. Potonglah rimpang yang akan dijadikan bibit dengan cutter yang bersih dan steril, dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas.

  • Pengecambahan

Pada proses ini kita harus memeriksa apakah ada serangan jamur pada bibit jamur merah. Rendam bibit pada larutan fungisida (misalnya Dithane M-45) selama 15 menit.

Atau Anda cukup merendam sebentar bibit jahe merah lalu meletakkannya pada tempat yang lembab agar kecambah muncul. Periksa bibit jahe tersebut secara teratur jika terdapat rimpang yang busuk maka sebaiknya buang dan jauhkan dan juga basahi/siram setiap hari hingga kecambah muncul. Biasanya butuh waktu 2 minggu.

  • Penyemaian

Proses penyemaian jahe merah biasanya digunakan menggunakan peti kayu. Cara melakukannya cukup mudah, letakkan bibit jahe merah pada peti kayu, berikan sekam padi atau abu gosok, benih akan tumbuh setelah 2-4 minggu.  Bibit yang sudah siap tanam adalah bibit yang telah bertunas sekitar 5 – 10 cm. Lalu rimpang yang tersisa bisa ditanam kembali di tempat penyemaian agar tumbuh bibit baru.

 

TAHAP PENANAMAN

Disarankan agar penanaman dilakukan pada saat selesai musim penghujan dan memasuki musim kemarau. Sebab curah air yang berlimpah dapat menyebabkan bibit membusuk dan tidak dapat tumbuh di kemudian waktu. Oleh sebab itu, penanaman dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Masukkan rimpang jahe merah ke setiap lubang tanam.
  • Kemudian tutup kembali lubang tanam hingga rata, akan tetapi jangan sampai menutup bagian tunas tanaman.
  • Taburkan furadan untuk mengurangi serangan jamur pada rimpang.
  • Setelah itu siram bibit menggunakan air secukupnya
  • Lakukan penyulaman pada bibit yang busuk atau mati.

TAHAP PEMELIHARAAN

Proses pemeliharaan cukup mudah dan bisa dilakukan siapa saja. Pemeliharaan jahe merah ini meliputi penyiraman, penyiangan, penggemburan tanah, memberi pupuk, dan pengendalian hama/ penyakit.

Penyiraman

Penyiraman dilakukan secukupnya, karena tanaman jahe tidak memerlukan air yang banyak untuk pertumbuhannya, lakukan penyiraman minimal 3-4 hari sekali atau pada saat media tanam kering. Penyiraman yang berlebihan akan menyebabkan busuknya rimpang. Penyiraman juga dilakukan 3 hari sebelum panen, untuk mempermudah pengambilan rimpang.

Penyiangan

Agar pertumbuhan tanaman jahe merah optimal, penyiangan harus dilakukan secara rutin setiap 2-3 minggu atau jika terlihat tumbuh rumput dan gulma.

Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut rumput dan gulma disekitar tanaman agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit.

Pemupukan

Pemupukan dilakukan pada saat awal masa tanam dan sebaiknya menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang saja. Sebab sebenarnya tanpa dipupukpun tanaman jahe merah sudah dapat tumbuh baik. Namun untuk memperbaiki kualitas umbi, perlu diberikan pupuk tambahan.

Pemupukan dilakukan minimal tiga kali sampai dengan masa panen tiba. Pemupukan pertama pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam. Selanjutnya pada saat tanaman berumur 2 bulan setelah tanam. Dan pemupukan terakhir pada saat tanaman berumur 3 bulan setelah tanam. Pemupukan dilakukan dengan cara memberikan pupuk langsung di sekitar tanaman dalam karung atau polybag. Usahakan pupuk yang diberikan sudah dikeringkan dan dalam kondisi benar-benar kering dan sudah difermentasi atau menggunakan bokashi.

Bisa juga kita tambahkan POC (pupuk organik cair) atau SOT (suplemen organik tanaman).

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang dijumpai pada tanaman jahe menurut jahemerahtuban.blogspot.com adalah sebagai berikut :

  • Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang.
  • Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi   kering dan mati.
  • Kumbang.

Penyakit yang umum ditemukan pada tanaman jahe adalah:

Penyakit layu bakteri

Gejala:

Mula-mula helaian daun bagian bawah melipat dan menggulung kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning dan mengering. Kemudian tunas batang menjadi busuk dan akhirnya tanaman mati rebah. Bila diperhatikan, rimpang yang sakit itu berwarna gelap dan sedikit membusuk, kalau rimpang dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu sampai kecoklatan. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab.

Pengendalian:

  • Jaminan kesehatan bibit jahe
  • Karantina tanaman jahe yang terkena penyakit
  • Pengendalian dengan pengolahan tanah yang baik
  • Pengendalian fungisida dithane M-45 (0,25%), Bavistin (0,25%)

Penyakit busuk rimpang

Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya. Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25° C dan terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk.

Gejala:

Daun bagian bawah yang berubah menjadi kuning lalu layu dan akhirnya tanaman mati.

Pengendalian:

  • Penggunaan bibit yang sehat
  • Penerapan pola tanam yang baik
  • Penggunaan fungisida.

Penyakit bercak daun

Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka.

Gejala:

Pada daun yang terdapat bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercak bercak itu berwarna abu-abu dan ditengahnya terdapat bintik-bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati.

Pengendalian:

Baik tindakan pencegahan maupun penyemprotan penyakit bercak daun sama halnya dengan cara-cara yang dijelaskan di atas.

TAHAP PEMANENAN

Setelah jahe merah sudah masuk usia 10 bulan, maka sudah waktunya untuk dipanen. Jahe yang siap panen adalah jahe yang sudah melewati masa mengering, ini terlihat dari batang dan daunnya yang terlihat kering dan menguning.

Demikian ulasan mengenai cara menanam jahe merah agar hasil melimpah yang bisa anda praktekkan, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit, benih, pupuk, pestisida dan perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Sukses Pedia

Artikel Terkait

Cara Penyemaian Benih Sengon Jika anda ingin menanam bibit sengon yang berkualitas unggul, dengan cara dan trik tertentu anda bisa membuat bibitnya sendiri, dengan membuat bibit s...
Cara Budidaya Buah Zaitun Di Indonesia Zaitun (Olea europaea) adalah pohon kecil tahunan dan hijau abadi, yang buah mudanya dapat dimakan mentah ataupun sesudah diawetkan sebagai penyegar. ...
Cara Menanam Kentang Yang Benar Kentang termasuk umbi-umbian yang banyak dibudidayakan di Indonesia, tanaman ini termasuk jenis tanaman yang membutuhkan lahan yang subur. Kent...
Cara Menanam Melon Agar Berbuah Besar Saat menanam melon sendiri, baik di pekarangan rumah ataupun di sawah seringkali menemukan beberapa kendala, seperti melon tidak berbuah, hanya batang...
Budidaya Tomat Tanaman tomat (Lycopersicon lycopersicum L.) adalah salah satu komoditas sayuran yang sangat potensial untuk dikembangkan. Tanaman ini dapat ditanam s...
Budidaya Daun Bawang Bawang daun yang banyak dibudidayakan di Indonesia ada tiga macam, yaitu: Bawang prei atau leek (Allium porum L.), tidak berumbi dan mempunyai daun y...
Budidaya Brokoli Potensi Pasar Brokoli Memiliki harga jual yang mahal serta banyak orang membutuhkannya. Kedua alasan inilah yang menjadi dasar mengapa banyak orang...
Pengertian Pestisida Insektisida dan Fungisida Halo, apa kabar? Menanam apa di musim hujan yang baru ini? Di musim hujan yang masih termasuk awal ini kami dari kampustani.com menyarankan kawan-kawa...