Tidak semua jamur bisa dikonsumsi karena sebagiannya beracun dan membahayakan kesehatan bahkan keselamatan, namun sebagian lagi bisa dikonsumsi bahkan mengandung nutrisi yang sangat tinggi seperti contoh jamur tiram.

Akhir-akhir ini jamur tiram menjadi salah satu makanan yang banyak disukai masyarakat, hal itu disebabkan karena rasanya yang nikmat dan kandungan gizinya. Jamur tiram juga bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Di pasaran peminat jamur tiram semakin meningkat, sehingga budidaya jamur tiram ini menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.

Jika anda tertarik untuk membudidayakannya, berikut ini cara budidaya jamur tiram untuk pemula.

MENYIAPKAN KUMBUNG

Kumbung atau rumah jamur berisi rak-rak untuk menyusun media jamur atau baglog. Dalam pembuatan kumbung perlu diperhatikan agar kumbung dapat menjaga suhu dan kelembaban.

Kumbung bisa dibuat dari kayu atau bambu, untuk dindingnya bisa berupa papan atau gedek dari bambu sedangkan atapnya bisa menggunakan genting atau sirap dan jangan menggunakan atap dari seng atau asbes karena dapat menyebabkan suhu udara di dalam kumbung menjadi panas, adapun untuk lantainya biarkan berupa tanah saja, tujuannya agar air sisa penyiraman jamur terserap.

MENYIAPKAN MEDIA TUMBUH

Media tumbuh jamur tiram berupa baglog dari serbuk gergaji yang dibungkus plastik berbentuk silinder dimana pada salah satu ujungnya diberi lubang.

Berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mendapatkan 100 baglog :

  • Ampas tebu dan serbuk gergaji 10,5 kg
  • Tepung jagung 0,6 kg
  • Dedak halus 21 kg
  • TSP 1 kg
  • Kapur 3 buah beri air secukupnya dengan kandungan air 60% dan pH medianya diukur.

Adapun cara membuat baglog adalah sebagai berikut :

  • Campur semua bahan tersebut dengan komposisi dan takaran yang telah disebutkan.
  • Aduk semua bahan secara merata dan perhatikan jangan sampai tersisa gumpalan.
  • Masukkan bahan yang telah diaduk ke dalam plastik berukuran 20×35 cm dengan ketebalan sekitar 0,5 mm. Padatkan bahan agar log terbentuk dengan baik.
  • Yang perlu diperhatikan saat pengisian plastik adalah tusuk 2 bagian ujung bawah plastik dengan jari agar permukaan bawah plasti rata dengan tujuan agar baglog dapat duduk tegak dan tidak miring.
  • Pengisian jangan terlalu penuh dan sisakan sekitar 15 cm agar lebih mudah saat diikat.
  • Berat log yang baik adalah 1,2 kg, maka log harus ditimbang.
  • Pengikatan dilakukan dengan cincin khusus untuk penutup baglog, sisa ujung plastik pada cincin dilipat keluar dan diikat menggunakan karet tahan panas.
  • Tutup mulut log menggunakan kapas lalu tutup kembali menggunakan bahan kertas kemudian ikat kembali menggunakan karet.
  • Kukus log selama ±12 jam, dalam wadah berupa drum atau sejenisnya, penghitungan jangka waktu pengukusan dimulai dari saat air dalam drum mendidih, jika pengukusan telah selesai, angkat log dari drum dan diamkan selama 8 jam dalam ruangan tertutup.

CARA PENANAMAN BIBIT

Berikut ini panduan cara menanam bibit jamur tiram pada baglog.

  • Penanaman bibit harus dilakukan pada tempat atau ruangan yang tertutup
  • Semprot ruangan secara merata menggunakan alkohol 95%
  • Pakailah sarung tangan dalam penyemprotan ruangan
  • Untuk memudahkan dalam penanaman bibit log yang akan diinokulasi diletakkan di depan dekat tangan kiri
  • Buka karet pada log, kertas penutup dan juga kapas penutup log
  • Berikan 3 sendok makan bibit ke dalam setiap satu lag media
  • Pada setiap gerakan sendok yang digunakan dipanaskan menggunakan api dari lampu spiritus
  • Log yang sudah diberikan bibit ditutup kembali menggunakan kapas
  • Langkah diatas harus dilakukan dengan cepat namun tetap teliti
  • Log yang sudah ditanami dengan bibit diletakkan pada rak dan diamkan saja hingga seluruh log tumbuh dengan sendirinya
  • Jika seluruh bagian log media telah ditumbuhi jamur, tutup kapas dan cincin pada bagian atas log dibuka.
  • Agar kelembaban terjaga semprotkan dengan menggunakan sprayer pada setiap baglog.
  • Jika anda belum bisa membuat baglog dan memasukkan bibit jamur sendiri, anda bisa membeli baglog yang sudah berisi bibit jamur yang sudah siap dibudidayakan pada pembudidaya jamur lainnya atau membelinya pada penjual baglog.

CARA MENYUSUN BAGLOG

  • Baglog dapat disusun secara vertikal dengan mulut baglog berada di atas, atau dengan cara horisontal dengan mulut baglog berada di samping.
  • Kedua cara ini memiliki kelebihan masing-masing, baglog yang disusun secara horisontal lebih aman dari siraman air saat penyiraman, sehingga jika penyiraman berlebih, air tidak akan masuk ke dalam baglog, selain itu pemanenannya pun lebih mudah hanya saja pada saat penyusunan akan memakan lebih banyak tempat.

Demikian ulasan mengenai cara budidaya jamur tiram untuk pemula yang bisa anda praktekkan, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit, benih, pupuk, pestisida dan perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Sukses Pedia