Hambatan dalam budidaya cabe adalah hama dan cuaca, terutama pada saat musim hujan seperti pada saat sekarang ini, karena buah cabe sangat sensitif terhadap kelembaban tinggi. Pada musim hujan buah cabe mudah terserang patek/antraknosa (busuk buah) yang disebabkan jamur dan bakteri patogen.

Memang jika menanam cabe pada musim hujan kemungkinan terserang patek sangat besar , kecuali jika menanam dengan sistem rumah kaca dimana air hujan tidak masuk mengenai tanaman cabe, akan tetapi kondisi tersebut bisa diminimalkan dengan cara tertentu.

Adapun cara menanam cabe di musim hujan adalah sebagai berikut :

Bedengan dibuat lebih tinggi

Bedengan dibuat lebih tinggi tujuannya adalah agar air hujan segera tuntas dan tidak menggenang, karena penyebaran spora dari patogen antraknosa ialah melalui percikan air dan air hujan yang menggenang pada bedengan sehingga menular melalui tanah dan percikan air. Hal ini tidak akan terjadi jika bedengan dibuat lebih tinggi kira-kira 30 cm atau lebih.

Kurangi Pupuk Nitrogen pada Pupuk Dasar

Pada musim hujan kandungan nitrogen bebas di udara sangatlah tinggi. Hal ini terjadi akibat reaksi kimia pada awan yang akhirnya terbawa oleh air hujan. Nitrogen sebenarnya sangat bagus untuk pertumbuhan daun dan pucuk batang tanaman, hanya saja kandungan nitrogen yang berlebihan dan tidak kunjung diserap tanaman juga akan menyuburkan jamur patogen seperti antraknosa.

Oleh karena itu pada saat musim penghujan sebaiknya pupuk nitrogen seperti ZA dan UREA sebaiknya tidak dipakai. Gunakan pupuk NPK 15-15-15 sebagai pupuk dasar lalu ditambah dengan SP-36 dan KCL. Hal ini akan membuat perbandingan unsur Nitrogen menjadi lebih kecil.

Menggunakan Jamur Baik Sebagai Fungisida Alami

Untuk melindungi tanaman cabe dimusim penghujan dari serangan berbagai jamur dan bakteri patogen, gunakanlah jamur baik seperti Trichoderma, Gliocladium, Mikoriza, Yeast, Rhizopus sp yang merupakan jamur antagonis bagi jamur dan bakteri patogen.

Selain itu jamur antagonis seperti Trichoderma dan Mikoriza juga membantu dalam proses pengkomposan zat organik seperti pupuk dasar sehingga lebih mudah diserap akar tanaman.

Atur jarak tanam

Ketika musim hujan jarak tanam cabe minimal adalah 50 cm, akan lebih baik jika anda menambahnya menjadi 60-75 cm. Tujuannya adalah agar sirkulasi udara menjadi lebih lancar serta cahaya matahari lebih merata ke dasar dan lebih mudah menjangkau sela-sela tanaman. Keuntungan lain dari memperlebar jarak tanam adalah memperlambat proses penularan penyakit, jamur dan bakteri daripada jika penanaman dibuat rapat.

Menggunakan Plastik Mulsa

Pada saat musim penghujan penggunaan plastik mulsa pada bedengan menjadi hal yang wajib, tujuannya untuk menghalangi air hujan untuk langsung meresap total ke bedengan sehingga air hujan akan jatuh dan mengalir ke saluran air di antara bedengan.Tanah bedenganpun menjadi tidak terlalu basah dan tidak cepat padat.

Pilih Varietas Cabe Yang Unggul dan Tahan Antraknosa (Patek)

Perlu anda ketahui bahwa cabe keriting (cabe merah) ternyata lebih tahan antraknosa daripada cabe rawit kecuali cabe rawit kecil (Cakra). Cabe Merah sendiri dibedakan lagi menjadi beberapa varietas. Ingat baik-baik bahwa yang menjadi patokan ialah semakin kecil dan padat buah cabe, maka ia menjadi lebih tahan terhadap patek (antraknosa).

Namun hingga saat ini belum ada cabe yang bisa dibilang anti patek (anti antraknosa) karena pada curah hujan yang tinggi tanpa perawatan maka hampir bisa dipastikan serangan patek akan merata. Namun diharapkan dengan benih unggul dan perawatan maksimal maka buah cabe bisa lebih banyak yang selamat dari antraknosa.

Gunakan Fungisida Kimia

Cara mengatasi patek yang paling utama adalah penggunaan fungisida yang tepat. Jika sudah terjadi serangan maka intensitas  penyemprotan fungisida kontak harus ditingkatkan. Gunakan fungisida kontak berbahan aktif propineb atau tembaga hidroksida yang juga berguna sebagai bakterisida. Sedangkan untuk pencegahan maka penggunaan fungisida sistemik berbahan aktif Difenokonazol, karbendazim atau Dimetomorf setiap 1 minggu sekali dan lakukan pergiliran fungisida dengan bahan aktif yang berbeda guna mencegah resistensi jamur terhadap bahan aktif tersebut.

Penyemprotan Kalsium dan Kalium

Untuk menambah daya tahan tanaman terhadap serangan patogen di musim penghujan maka gunakan pupuk khusus kalium dan kalsium. Namun perlu diingat bahwa ini sifatnya hanya menyehatkan bukan berarti bisa benar-benar bebas patek. Anda tetap harus menggunakan fungisida.

Menggunakan Sistem Rumah Kaca

Yang ini tentu menjadi cara menanam cabe di musim hujan yang paling efisien karena dengan sistem rumah kaca maka air hujan tidak bisa mengenai tanaman, kelembaban udara bisa dikontrol serta populasi patogen lebih mudah dikendalikan. Hanya saja kelemahannya adalah biaya yang sangat mahal untuk membuatnya dalam skala luas.

Demikian cara menanam cabe di musim hujan agar serangan patek dapat dikendalikan. Meskipun kemungkinan serangan sangat besar bukan berarti patek tidak bisa dikendalikan, dengan sedikit ketelatenan dan cara yang tepat, menanam cabe pada musim hujan bukan menjadi hal yang mustahil.

Semoga bermanfaat.

Untuk membeli benih cabe silakan kunjungi SentraTani.com

 

Artikel Terkait

Cara Budidaya Cabe Agar Hasil Melimpah Masyarakat Indonesia sebagian besar menyukai makanan pedas yang tidak lain rasa pedas tersebut menggunakan bahan utama cabe, oleh karena itu permintaa...
Cara Budidaya Cabe Merah Besar Cabe merupakan salah satu bahan utama masakan nusantara, meskipun pedas banyak disukai, hal ini tercermin dari banyaknya kebutuhan cabe nasional yang ...
Cara Membuat Benih Cabe Unggulan Cara membuat benih cabe unggulan sangatlah mudah, dan semua orang bisa melakukannya. Adapun cara dan bahan-bahan yang dibutuhkan adalah sebagai...
Cara Budidaya Cabe Keriting Yang Benar Cabe merupakan salah satu bahan utama masakan nusantara, meskipun pedas banyak disukai, hal ini tercermin dari banyaknya kebutuhan cabe nasional yang ...