Cara Menanam Buah Kiwi

Buah kiwi (Actinidia deliciosa) merupakan sejenis beri-berian yang dapat dimakan yang pohonnya berupa tanaman merambat berkayu dengan genus Actinidia dan merupakan buah tropis.

Buah kiwi ini sebenarnya bukanlah buah yang berasal dari Indonesia, melainkan berasal dari daerah Shaanxi di dataran Tiongkok. Namun demikian buah kiwi ini saat ini sudah banyak dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia dengan pertumbuhan yang baik.

Jika Anda tertarik untuk membudidayakannya, terutama bagi para pemula yang belum mengetahui bagaimana caranya, berikut ini kami ulas penjelasan mengenai cara menanam buah kiwi dengan menanamnya langsung di lahan.

PEMBIBITAN

Bibit kiwi ini dapat diperoleh dengan menyemai benih/bijinya. Cara menyemai biji kiwi ini cukup mudah. Pertama, keringkan biji terlebih dahulu, rendam benih dalam air hangat selama kurang lebih 4 hingga 6 jam lalu keringkan menggunakan lap. Bungkus menggunakan tisu yang dibasahi selama semalaman untuk mempercepat perkecambahan biji.

Setelah semalaman, buka biji dan taburkan merata biji tersebut pada media persemaian berupa tanah humus dan letakkan di tempat teduh atau jika penyemaian dilakukan di lahan langsung berikan naungan untuk menghindarkannya dari sinar matahari secara langsung. Setelah kurang lebih 10 hari sejak penyemaian, benih kiwi sudah berkecambah dan tumbuh daun.

Pada usia ini saatnya melakukan pemisahan bibit dengan menanamnya di polybag atau pot kecil agar pertumbuhannya lebih optimal.

Siapkan polybag atau pot kecil, siapkan pula media tanamnya yaitu berupa tanah humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 dan sedikit air, campurkan dengan mengaduknya hingga merata. Masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag atau pot. Tanam bibit kiwi di polybag tersebut secara hati-hati jangan sampai merusak perakaran bibit tersebut. Letakkan di tempat yang sejuk dan lakukan perawatan rutin dengan baik.

Setelah bibit kiwi tumbuh setinggi 30 hingga 50 cm, bibit tersebut sudah siap untuk ditanam pada lahan penanaman permanen.

PERSIAPAN DAN PENGOLAHAN LAHAN

Setelah lokasi penanaman ditentukan, tahap selanjutnya adalah membersihkan lahan dari gulma dan rumput liar. Gemburkan lahan dengan dicangkul atau lainnya, tambahkan kapur dolomit untuk menetralkan ph tanah, tambahkan pula pupuk organik seperti pupuk kompos atau pupuk kandang.

Buat lubang tanam untuk menanam bibit kiwi, dan jika menanam lebih dari 1 bibit jarak tanam yang disarankan yaitu 2×2 meter.

Setelah pengolahan dan pembuatan lubang tanam selesai, diamkan lahan tersebut selama 2 minggu sebelum ditanami bibit kiwi.

PENANAMAN

Setelah bibit kiwi siap tanam yaitu setelah mencapai ketinggian 30-50 cm saatnya melakukan penanaman.

Tanam bibit pada lubang tanam yang telah disiapkan sebelumnya yaitu 2 minggu sebelum proses penanaman, dan jika menanam lebih dari satu bibit jarak tanamnya yaitu 2×2 meter.

Dan setelah penanaman, hal penting yang harus dilakukan agar tanaman kiwi ini dapat tumbuh dan berbuah dengan optimal adalah melakukan perawatan. Namun untuk penjelasan mengenai perawatannya, akan kami uraikan pada artikel yang akan datang.

Demikian ulasan mengenai cara menanam buah kiwi, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Untuk membeli bibit tanaman kiwi ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube Cipta Alami

Bacaan Terkait

kayu suren

Mengenal Kayu SurenMengenal Kayu Suren

Kayu suren atau yang memiliki nama ilmiah Toona Sureni, merupakan salah satu jenis kayu yang cukup disukai oleh masyarakat. Jenis kayu ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Misalnya saja