Pupuk organik adalah pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa. Pupuk organik mempunyai beragam jenis dan varian yang dibedakan dari asal bahan baku, metode pembuatan, dan wujudnya. Jika dilihat dari segi bentuk atau wujudnya, terdapat 2 jenis yaitu pupuk organik cair dan pupuk organik padat.

Pupuk organik cair atau POC adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair, POC dapat diartikan sebagai pupuk yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan hasil pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan. Sedangkan pupuk organik padat adalah adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk padat seperti pupuk kandang, pupuk kompos dan sebagainya.

Cara membuat pupuk organik cair sudah kami uraikan pada artikel sebelumnya yaitu Cara Membuat POC Dari Kohe Kambing. Maka dari itu pada artikel kali ini KampusTani hanya akan membahas mengenai cara membuat pupuk organik padat, berikut ini ulasan selengkapnya.

BAHAN DAN ALAT

  1. Kotoran hewan baik itu kambing, sapi dan sebagainya sebanyak 60%
  2. Jerami padi yang telah dicacah 40%
  3. EM 4 Pertanian
  4. Molase, gula pasir atau gula merah
  5. Air bersih
  6. Terpal untuk menutup

TAHAP PEMBUATAN

  1. Tahap pertama siapkan starter atau pengurai untuk mempercepat proses fermentasi. Siapkan EM4 (effective microorganisme 4) pertanian (kemasan warna kuning) yang berfungsi sebagai starter atau pengurai. Dalam EM4 ini terdapat bakteri menguntungkan yang masih dalam kondisi tertidur atau dorman, dan untuk mengaktifkannya harus dikocok terlebih dahulu untuk kemudian baru dicampurkan dengan air bersih dan molase atau larutan gula. Adapun dosis EM4 untuk takaran 100 kg bahan pupuk dibutuhkan 2-3 sendok makan untuk dilarutkan kedalam 1,5 liter air. Tambahkan 3-4 sendok makan molase atau gula yang berfungsi sebagai nutrisi untuk bakteri-bakteri menguntungkan tersebut. Aduk hingga semua bahan tercampur merata, diamkan semalaman agar bakteri-bakterinya mulai aktif. 
  2. Campurkan kotoran sapi dengan jerami cacah. Adapun perbandingan antara kotoran sapi dengan jerami padi idealnya adalah 60:40. Jadi, jika kotoran sapi yang digunakan adalah 60 kg, maka dibutuhkan jerami sebanyak 40 kg. Campurkan dengan mengaduknya hingga merata, kemudian hamparkan campuran bahan pupuk tersebut.
  3. Siram hamparan bahan pupuk secara perlahan dengan larutan EM4 hingga merata.
  4. Tutup campuran bahan tersebut dengan terpal dan beri beban di sekitar terpal agar tidak mudah terbuka.
  5. Proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar 30 hari. Proses fermentasi ini ditandai dengan suhu yang tinggi atau panas.
  6. Selama proses fermentasi, lakukan pengadukan 3 hari sekali untuk membantu proses aerasi.
  7. Ciri-ciri pupuk organik padat yang sudah jadi dan siap digunakan adalah wujudnya telah berubah dari aslinya, baunya telah berkurang dan tidak menyengat, suhunya berubah menjadi dingin/netral, teksturnya kering dan mudah remuk jika digenggam.

Demikian ulasan mengenai cara membuat pupuk organik padat, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com