Pupuk organik cair atau POC adalah pupuk yang tersedia dalam bentuk cair, POC dibuat secara alami melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan larutan dari hasil pembusukan dari sisa tanaman, maupun kotoran hewan. Pupuk organik cair ini terdiri dari mikroorganisme yang berperan penting dalam membantu pertumbuhan tanaman.

Pupuk organik cair dapat dibuat dari berbagai macam bahan organik, diantaranya adalah daun bambu.

Daun bambu yang banyak berserakan di bawah pohonnya selama ini hanya dibakar atau dibuang percuma, ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan POC yang memiliki kandungan yang sangat baik bagi pertumbuhan tanaman.

Selain mudah didapat, murah dan bahkan gratis ternyata daun bambu ini juga memiliki banyak kandungan unsur P (fosfor) dan K (kalium) yang sangat dibutuhkan oleh hampir semua jenis tanaman, yang berguna untuk memperbaiki struktur media tanam ataupun tanah dan untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Penggunaan POC dengan menggunakan bahan utama limbah organik selain menghemat pengeluaran juga lebih ramah terhadap lingkungan.

Untuk mengetahui Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Daun Bambu, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

BAHAN DAN ALAT

  • Daun bambu sebanyak 1 ember kapasitas 20 kg, tambahkan 1 buah rebung bambu dan 1 kg akar bambu.
  • Starter (dekomposer), bisa menggunakan EM4 Pertanian (effective microorganisme 4) atau MOL (mikroorganisme lokal).
  • 2 ons gula merah, gula pasir atau molase, sebagai sumber energi/makanan bagi bakteri.
  • 15 liter air cucian beras
  • Air bersih
  • Ember kapasitas 50 liter yang memiliki tutup

TAHAP PEMBUATAN

Tahap pertama haluskan gula merah dengan mencacahnya hingga halus agar nantinya dapat mudah larut.

Masukkan air ke dalam ember kapasitas 50 liter hingga ΒΌ nya saja terlebih dahulu. Tambahkan 2 ons gula merah yang telah dihaluskan, tambahkan pula 350 ml EM4 atau 1 liter jika menggunakan MOL, aduk hingga merata.

Masukkan daun bambu, akar bambu dan rebung yang sudah dicacah, tambahkan air cucian beras dan air biasa hingga hampir penuh, akan tetapi sisakan ruang kosong, aduk hingga merata.

Tutup rapat ember dan diamkan selama 1 bulan atau lebih, untuk proses fermentasi, semakin lama didiamkan akan semakin bagus. Lakukan pengadukan setiap 1 minggu sekali.

Pada minggu 1-2 jika dibuka akan berbau tajam/busuk karena sedang terjadi proses penguraian atau pembusukan dan pada minggu ke 3 bau tersebut akan berangsur menghilang. Jika bau telah hilang menandakan bahwa POC dari daun bambu sudah jadi dan siap untuk digunakan atau diaplikasikan pada tanaman.

CARA APLIKASI KE TANAMAN

Sebelum digunakan, terlebih dahulu pisahkan ampas daun bambu dengan pupuk organik cair yang sudah jadi.

Cara aplikasi pupuk organik cair atau POC dari daun bambu dilakukan dengan cara mengocorkannya di sekitar pangkal batang dan perakaran tanaman.

Adapun dosisnya adalah 1 liter POC untuk dilarutkan ke dalam 10 liter air atau dengan perbandingan 1:10, sedangkan dosis aplikasinya adalah 1 gelas atau sekitar 200 ml per tanaman untuk tanaman sayuran atau 2 gelas untuk tanaman buah seperti tanaman timun yang sedang berbuah, dengan interval pemberiannya adalah setiap 5-7 hari sekali.

Demikian ulasan mengenai Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Daun Bambu, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk organik, ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube ALAM ORGANIK