Pupuk organik jika dilihat dari bahan baku pembuatannya terbagi menjadi 2 yaitu pupuk kompos dan pupuk kandang. 

Pupuk kompos dan pupuk kandang merupakan pupuk yang sekilas sama dilihat dari kenampakan fisiknya. Namun, bila ditelusuri dari bahan bakunya, kedua pupuk tersebut berbeda. Pupuk kandang hanya berasal dari kotoran hewan, sedangkan pupuk kompos berasal dari kotoran hewan yang bercampur dengan sisa-sisa tanaman atau bahan organik lainnya.

Pada kesempatan kali ini KampusTani akan mengulas mengenai bagaimana cara membuat pupuk kompos dari kotoran ayam. Karena yang akan kita buat adalah pupuk kompos, maka selain kotoran ayam, bahan baku yang digunakan ditambah dengan bahan organik lainnya seperti arang sekam dan serbuk gergaji, berikut ini penjelasannya.

BAHAN DAN ALAT

TAHAPAN PEMBUATAN

Tahap pertama adalah pembuatan larutan dekomposer yang berfungsi sebagai pengurai bahan bahan organik agar dapat memunculkan unsur unsur hara agar lebih mudah diserap oleh tanaman.

Cairkan gula merah dengan cara menghaluskan/mencacahnya hingga halus agar nantinya dapat mudah larut kemudian tambahkan 1 gelas air, aduk hingga larut.

Masukkan gula merah yang telah dihaluskan ke dalam 3 liter air, aduk hingga benar benar larut. Tambahkan pula starter seperti EM4 sebanyak 200 ml sebagai sumber bakteri pengurai, aduk kembali hingga tercampur merata. Diamkan air larutan dekomposer dan gula selama kurang lebih 20 menit agar bakteri pengurai pada EM4 yang tertidur/dorman dapat aktif kembali.

Campurkan bahan utama yaitu 10 kg kotoran ayam, arang sekam dan serbuk gergaji adapun perbandingannya adalah 1:1:1 dengan takaran yang sama bukan berat yang sama, aduk hingga tercampur merata.

Hamparkan campuran bahan tersebut, siram menggunakan larutan dekomposer sedikit demi sedikit dan diikuti dengan pengadukan hingga basah merata agar lebih mudah dapat menggunakan gembor atau sprayer. 

Jika larutan dekomposer habis akan tetapi bahan kompos belum basah, cukup ditambahkan air biasa saja hingga mencapai tingkat kebasahan yang diinginkan, yaitu jika disentuh terasa basah namun jika diperas tidak mengeluarkan air dan jika digenggam tidak mudah menggumpal.

Kemudian buatlah gundukan, tutup menggunakan karung atau terpal untuk proses fermentasi. Proses fermentasi yang berjalan dengan baik ditandai dengan naiknya suhu pada 3 hari pertama, yaitu jika disentuh terasa hangat bahkan panas.

Setelah 2 minggu proses fermentasi, pupuk kompos sudah jadi dan sudah dapat digunakan, yang ditandai dengan bentuknya sudah berubah dari kondisi semula, tidak berbau, lebih halus dan lebih lembut, suhunya sudah dingin, berwarna coklat sedikit gelap.

Demikian ulasan mengenai cara membuat pupuk kompos dari kotoran ayam, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli kompos ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi Sentratani.com

Referensi: Channel Youtube ALAM ORGANIK