Pupuk kompos adalah pupuk organik yang dibuat dengan proses pembusukan sisa-sisa bahan organik, baik limbah tanaman maupun hewan yang diolah dengan melakukan dekomposisi terlebih dahulu.

Cara membuat pupuk kompos cukup mudah dilakukan bahkan dapat dibuat dengan bahan sederhana yang tersedia di sekitar kita, dengan cara yang sederhana dan tentunya gratis tanpa memerlukan biaya sedikitpun. Diantara bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kompos ini adalah daun-daun kering, yang mana daun kering ini bisa kita dapatkan dengan mudah. Bahkan bagi sebagian orang daun ini merupakan sampah yang hanya dibuang begitu saja ataupun dibakar.

Nah berangkat dari bahan yang sederhana bahkan bisa dibilang remeh, kita bisa membuatnya menjadi lebih bermanfaat yaitu dengan memprosesnya menjadi pupuk kompos yaitu melalui proses dekomposisi.

Nah, tanpa perlu bicara panjang lebar, mari kita ulas mengenai cara membuat pupuk kompos dari daun meliputi bahan dan alat apa saja yang dibutuhkan serta bagaimana proses pembuatannya, berikut ini penjelasannya.

BAHAN DAN ALAT

  • 1 karung dedaunan kering sebagai bahan dasar
  • 1 piring nasi sisa sebagai sumber bakteri pengurai
  • 5 liter air bersih
  • Karung dan tali pengikat

PROSES PEMBUATAN

Proses pembuatan pupuk kompos dari daun kering diawali dengan pembuatan larutan dekomposer (pengurai) yang berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi. Sebenarnya tanpa larutan dekomposer ini, dedaunan dapat terurai dengan sendirinya asalkan dalam keadaan lembab namun membutuhkan proses yang lama. Nah fungsi dari larutan dekomposer ini berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi 2 kali lebih cepat.

Caranya cukup sederhana yaitu dengan mencampurkan nasi tersebut ke dalam 5 liter air dan mengaduknya maka larutan dekomposer siap digunakan.

Mengapa tidak menggunakan EM4 atau sejenisnya? Karena selain agar pembuatan kompos lebih sederhana dan simpel, bahwa nasi juga dapat digunakan sebagai pengganti em4 karena nasi tersebut dapat mengundang bakteri pengurai asalkan dalam kondisi lembab dan terhindar dari sinar matahari. Apalagi bahan organik yang diuraikan adalah daun kering yang merupakan bahan yang mudah diuraikan oleh bakteri, berbeda dengan kotoran sapi yang padat dan solid.

Penggunaan nasi sebagai pengganti em4 ini juga tidak memerlukan tambahan glukosa seperti molase atau gula (sebagai sumber makanan bakteri) karena kadar gula dalam nasi itu sendiri sudah cukup banyak.

Setelah larutan dekomposer siap, langkah selanjutnya adalah membasahi daun kering hingga merata menggunakan larutan dekomposer tersebut, biarkan nasi tercampur dengan daun kering dan tidak perlu disaring.

Masukkan ke dalam karung, jika larutan dekomposer masih tersisa siramkan saja pada daun kering dalam karung, karena kelembaban tinggi pada awal pengomposan itu sangat baik agar bakteri pengurai lebih cepat tumbuh.

Ikat karung hingga rapat karena proses pengomposan ini bersifat anaerob atau tidak boleh terkena udara secara langsung. Selanjutnya simpan di tempat tertutup yang teduh atau tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Setelah 1 minggu lakukan penyiraman kembali hingga merata agar media kembali lembab dengan cukup menggunakan air saja tanpa nasi, namun sebelum menambahkan air, tusuk-tusuk daun kering dalam karung menggunakan belahan bambu untuk membantu penghancuran daun agar proses dekomposisi lebih cepat. Begitu juga dengan minggu ke 2 dan ke 3, namun jika pada saat dibuka kondisinya masih lembab tidak perlu menambahkan air.

Biasanya pada minggu ke 3 daun sudah menghitam dan remah, dan setelah 1 bulan kompos dari daun kering sudah siap untuk digunakan. Bahkan pada minggu ke 3 kompos ini sudah dapat digunakan karena proses dekomposisi ini sifatnya tidak panas seperti halnya proses pengomposan pada kotoran hewan.

Demikian ulasan mengenai cara membuat pupuk kompos dari daun, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pupuk kompos ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com.

Referensi: Channel Youtube BALI ORGANIK TV