Pestisida organik sangat mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Dengan bahan baku yang alami/organik membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini juga relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang. Dengan demikian produk pertanian yang dihasilkan terbebas dari residu pestisida sehingga aman untuk dikonsumsi.

Penggunaan pestisida organik memberikan keuntungan ganda, yaitu selain menghasilkan produk pertanian yang aman, juga tidak mencemari lingkungan, sehingga pestisida organik menjadi alternatif pengendalian hama yang aman dibanding pestisida sintetis. 

Pestisida organik memiliki keunggulan dan manfaat yang lebih jika dibandingkan dengan pestisida sintetis, sebagaimana yang dituliskan di laman kalteng.litbang.pertanian.go.id, diantaranya adalah:

  • Mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan).
  • Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
  • Dapat membunuh hama/penyakit seperti ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni, dsb.
  • Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman: tanaman orok-orok, kotoran ayam.
  • Bahan yang digunakan nilainya murah serta tidak sulit dijumpai dari sumberdaya yang ada di sekitar dan bisa dibuat sendiri.
  • Mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga obat-obatan pertanian khususnya pestisida sintetis/kimiawi.
  • Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintetis. Penggunaan dalam dosis tinggi sekalipun, tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati.
  • Tidak menimbulkan kekebalan pada serangga.

Pada artikel kali ini KampusTani akan mengulas mengenai Cara Membuat Pestisida Organik Multifungsi. Maksud multifungsi disini adalah bahwa pestisida yang akan kita buat ini dapat digunakan sebagai insektisida, fungisida, nematisida, bakterisida, rodentisida, repellent, antifeedant, racun kontak dan antibiotik, serta sudah ada perekatnya. Dan menggunakan bahan yang tersedia di sekitar kita dan mudah didapatkan. Untuk itu mari simak penjelasannya berikut ini.

BAHAN DAN ALAT

  • 1 batang serai, serai ini mampu mengacaukan aroma penarik yang dikeluarkan tanaman inang, sehingga pergerakan hama menuju tanaman bisa dialihkan, selain itu serai juga mengandung senyawa sitronela yang tidak disukai kutu-kutuan dan berbagai jenis hama serangga lain.
  • 1 lembar daun lidah buaya atau aloe vera, senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman lidah buaya antara lain saponin, flavonoida, polifenol dan tanin. Ekstrak lidah buaya bersifat sebagai insektisida, bakterisida, dan fungisida. Selain itu lidah buaya dapat digunakan sebagai perekat alami/perata dalam aplikasi pestisida.
  • 6 lembar daun sirsak, di dalam daun sirsak terkandung senyawa Fitosterol,Tanin, Ca-oksalat clan Alkaloid murisine. Daun sirsak berfungsi sebagai insektisida atau racun serangga yang bersifat racun kontak juga bisa sebagai penolak (repellent) dan penghambat nafsu makan (antifeedant) pada hama khususnya hama serangga. 
  • 1 lembar daun pepaya, daun pepaya mengandung zat aktif enzim papain, alkaloid, dan glikosid sehingga efektif untuk mengendalikan hama ulat, hama penghisap, aphid, rayap, hama kecil, dan ulat bulu.
  • 2 siung bawang putih mengandung beberapa senyawa kimia, antara lain tanin, minyak atsiri, dialil sulfida, aliin, alisin, enzim allinase. Bawang putih bekerja sebagai penolak hama (repellent) dan bersifat sebagai insektisida, nematisida, fungisida dan antibiotik.
  • 1 liter air bersih
  • Blender, botol

PROSES PEMBUATAN

Setelah semua bahan dan alat siap, selanjutnya adalah mencincang atau memotong-motong halus semua bahan kemudian memasukkannya ke dalam blender dengan menambahkan 1 liter air bersih. Blender hingga benar-benar halus, masukkan ke dalam botol dan tutup rapat.

Sebelum digunakan, terlebih dahulu diamkan larutan pestisida organik tersebut selama 2 hari.

CARA APLIKASI PADA TANAMAN

Cara aplikasi pestisida organik multifungsi yang telah kita buat adalah dengan cara menyemprotkannya ke seluruh bagian tanaman, adapun dosisnya adalah 1:10, misalnya untuk 100 cc pestisida organik untuk dilarutkan ke dalam 1 liter air.

Selain disemprotkan aplikasi pestisida organik ini juga dapat dikocorkan atau disiramkan pada tanah di sekitar pangkal tanaman.

Perlu diingat jika tidak langsung digunakan atau masih terdapat sisa, daya simpan pestisida organik ini maksimal adalah selama 2 minggu, jika lebih dapat berdampak buruk bagi tanaman.

Demikian ulasan mengenai cara membuat pestisida organik multifungsi, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pestisida, pupuk, benih, bibit ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube ALAM ORGANIK