Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak digemari masyarakat luas, warnanya yang menarik dan manfaatnya yang banyak menjadikan komoditas ini  menjadi salah satu komoditas pilihan. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan cabe baik untuk rumah tangga maupun industri dan sejalan dengan pertumbuhan penduduk serta perkembangan industri olahan, maka peluang pengembangan usaha agribisnis cabe sangat terbuka luas namun sayangnya dalam usaha budidaya cabe petani masih terkendala adanya beberapa serangan hama dan penyakit, salah satu jenis hama yang hingga kini masih menjadi momok petani yakni hama thrips.

Hama thrips merupakan hama yang paling berbahaya bagi tanaman, hama ini menyerang daun tanaman terutama pada pucuk daun. Hama ini dapat mengakibatkan keriting pada daun yang terserang, pertumbuhan tanaman akan terganggu bahkan bisa gagal panen. Hama ini menyerap cairan daun terutama daun muda sehingga daun tidak dapat tumbuh secara normal dan mengeriting.

Jika ditemukan daun mengeriting ke atas maka penyebabnya adalah thrips, sedangkan gejala daun mengeriting ke bawah maka penyebabnya adalah serangga mite (tungau).

Hama thrips dapat mengakibatkan turunnya produktivitas tanaman bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Gejala serangan ini banyak ditemukan di musim kemarau, jika serangan hama ini tidak segera diatasi maka tanaman cabai tidak bisa tumbuh normal, dan jika dibiarkan tunas-tunas baru akan mati sehingga tanaman tidak dapat berproduksi dengan baik.

Biasanya serangan hama thrips diikuti dengan gejala rontoknya bunga, pada permukaan daun bagian atas biasanya juga terdapat lapisan mengkilap seperti perak.

Hama ini sangat mudah dilihat dan kasat mata pada bunga-bunga, pada tanaman dan di dalam gulungan daun tanaman berbentuk kecil memanjang seperti semut dan hama ini dapat bergerak cepat serta mudah meloncat.

Pengendalian hama thrips telah dilakukan oleh para petani dengan menggunakan pestisida kimia, namun sayangnya pengendalian hama thrips menggunakan pestisida kimia secara tidak bijaksana telah menyebabkan hama kebal terhadap pestisida, hal ini menyebabkan petani cenderung menggunakan dosis pestisida yang tinggi dan dilakukan berulang-ulang, kondisi demikian dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyebaran hama thrips adalah penggunaan pestisida nabati. Pestisida nabati atau botanis terbuat dari bahan tanaman maka jenis pestisida ini bersifat mudah terurai aman bagi manusia dan ternak karena residu mudah hilang dan terurai dan harganya relatif murah jika dibandingkan dengan pestisida kimia.

Pestisida botanis dapat dibuat secara sederhana dapat berupa larutan hasil perasan, rendaman, ekstrak dan rebusan bagian tanaman, yakni berupa akar, umbi, batang, daun, biji dan buah yang dapat diproduksi sendiri.

Ada beberapa jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami melalui cara sederhana, seperti bawang putih, biji jarak pagar, daun pepaya, jeringau, tembakau  salah satunya yang akan kita bahas adalah daun sirsak. Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama thrips.

Bahan dan peralatan yang digunakan beserta cara membuat pestisida nabati daun sirsak untuk pengendali hama thrips adalah sebagai berikut :

Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah :

  • 100 lembar daun sirsak yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda
  • 1 sendok teh sabun colek
  • 500 ml air bersih
  • Alat penumbuk
  • Ember
  • Saringan
  • Botol bekas air mineral

Cara pembuatannya adalah sebagai berikut :

  • Tumbuk daun sirsak hingga halus, untuk mempercepat proses penumbukan, daun sirsak dipotong kecil-kecil atau diremas-remas
  • Setelah daun sirsak halus kemudian dimasukkan ke dalam botol bekas air mineral dengan ukuran 200 ml, untuk 100 lembar daun sirsak dapat dibagi kedalam 2 botol
  • Setelah tumbukan daun sirsak dimasukkan kedalam botol, selanjutnya masukkan sabun colek 1 sendok teh ke dalam masing-masing botol
  • Masukkan air bersih kedalam botol hingga penuh
  • Kocok larutan tersebut hingga merata
  • Diamkan larutan tersebut selama 24 jam pada tempat yang teduh
  • Pestisida siap digunakan

Cara penggunaan/pengaplikasian pestisida nabati daun sirsak pada tanaman cukup sederhana, yakni dengan menyaring larutan, air dari larutan inilah yang dimanfaatkan untuk mengendalikan hama thrips.

Untuk 1 liter pestisida hayati daun sirsak dicampur dengan 10 liter air bersih, aplikasinya dengan cara disemprotkan pada tanaman cabe, waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Penggunaan pestisida nabati ini kuncinya dilakukan secara rutin 1 minggu sekali, sehingga pengendalian hama thrips akan berhasil dan tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Penggunaan pestisida nabati disamping ramah lingkungan, dari segi biaya produksi juga sangat membantu para petani.

Memasuki abad 21 masyarakat dunia mulai sadar akan bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian, dan semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup kembali ke alam tengah menjadi tren baru meninggalkan pola lama yang menggunakan bahan kimia non alami, gaya hidup demikian telah melembaga secara internasional yang memasyarakatkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi, kandungan nutrisi tinggi dan ramah lingkungan, preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat secara pesat.

Demikian ulasan mengenai cara membuat pestisida nabati daun sirsak yang langsung bisa anda praktekkan, semoga artikel ini semakin menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli pestisida organik, maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube TVRI Jogja