Tanaman jambu madu atau jambu air madu deli merupakan tanaman yang genjah sehingga cukup mudah untuk dibuahkan.

Agar tanaman jambu madu yang anda tanam dapat berbuah lebih cepat dan benar-benar di awal musim (biasanya pada akhir bulan Mei-Juni) dengan buah yang lebat, ada beberpa hal yang perlu dilakukan. Untuk mengetahui penjelasan selengkapnya, silakan simak artikel Cara Membuahkan Jambu Madu berikut ini.

Beberapa perlakuan yang bisa dilakukan untuk membuahkan jambu madu lebih awal diantaranya adalah pemangkasan tunas air, penjarangan daun, stres air serta aplikasi pupuk bunga dan buah.

Pemangkasan tunas air

Tunas air ini bersifat parasit dan tumbuh sangat cepat, melebihi kecepatan pertumbuhan tunas-tunas lainnya, dengan mengambil fotosintat hasil fotosintesis sebagai energi pertumbuhannya. Selain itu tunas air juga sangat jarang memunculkan bunga meski tanaman telah memasuki siklus/periode berbunga. Maka dari itu tunas air perlu untuk dipangkas.

Penjarangan daun

Untuk mempercepat proses pembuahan berikutnya adalah dengan melakukan penjarangan daun, penjarangan ini dilakukan pada daun-daun yang sudah tua pada semua ranting hingga menyisakan beberapa daun di setiap ujung ranting.

Stres air dan pemupukan

Perlakuan stres air merupakan cara paling mudah untuk membuahkan tabulampot dan telah banyak direkomendasikan oleh praktisi tabulampot. Tanaman yang telah dilakukan stres air biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk mengeluarkan bunga. Asalkan tanaman sudah dalam fase generatif yang ditandai dengan tidak munculnya tunas muda.

Stres air akan lebih mudah diterapkan pada tanaman jambu madu yang ditanam dalam pot ( tabulampot ) atau tanaman yang ditanam langsung pada lahan akan tetapi berada pada dataran tinggi.

Sedangkan untuk tanaman jambu madu yang ditanam di lahan pada dataran rendah atau sangat dekat dengan sumber air dan juga tanaman di pegunungan yang memiliki suhu dingin akan sulit untuk dilakukan stres air.

Syarat tanaman yang akan diberi perlakuan stres air adalah :

  • Kondisi tanaman sedang dorman atau tidak ada pertunasan/pupus baru atau bisa dilihat semua daun tampak sudah tua.
  • Tanaman dalam keadaan subur dan sehat.
  • Bersihkan atau pangkas daun-daun yang berada pada percabangan bagian bawah ( daun pada batang berwarna coklat seperti pada tanaman jambu air ) dan sisakan daun di ujung ( batang berwarna hijau ).

Jika tanaman yang akan diberi perlakuan stres air tidak memenuhi syarat seperti tanaman yang memiliki daun yang masih muda, batangnya juga masih hijau maka proses pembuahan akan gagal dan dapat merusak tanaman, bahkan akan mengakibatkan tanaman menjadi kering.

Adapun cara melakukan stres air adalah dengan tidak menyiram tanaman dalam waktu tertentu ( tergantung jenis dan kondisi tanaman ) hingga tanaman tampak layu dan media tanam dalam pot benar-benar kering.

Setelah tanaman tampak layu baru dilakukan penyiraman, akan tetapi penyiraman ini cukup sedikit saja hanya sekedar untuk tanaman hidup dan harus dilakukan pada sore hari.

Perlakuan stres air ini dilakukan sampai muncul tunas bunga dan daun-daun tua yang telah menguning akan rontok, biasanya selama 3 minggu. Dan pada minggu ke 4 dilakukan pemupukan dengan cara dikocor.

Pupuk yang diberikan adalah pupuk MKP dan KNO3, adapun dosisnya adalah 1 sendok makan MKP dan 2 sendok makan KNO3 untuk dilarutkan pada 10 liter air. Dosis aplikasinya adalah untuk 2 tanaman berumur sekitar 2 tahun dengan cara mengocorkan atau menyiramkannya di sekitar pangkal tanaman. Dalam waktu 2 minggu biasannya tanaman jambu madu sudah muncul banyak bunga.

Setelah stres air ini penyiraman dilakukan normal kembali rutin setiap pagi dan sore hari, akan tetapi setiap 1 minggu sekali dilakukan pemupukan dengan dikocor, menggunakan pupuk MKP dan KNO3, adapun dosisnya adalah 1/4 sendok makan MKP dan 1/4 sendok makan KNO3.

Demikian ulasan mengenai Cara Membuahkan Jambu Madu, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit jambu air madu ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube Tabulampot Bali