Cara Cangkok Mamey Sapote

Pembibitan atau untuk memperbanyak tanaman mamey sapote salah satunya adalah dengan melakukan cangkok.

Cangkok adalah satu metode perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan membiarkan suatu bagian tanaman menumbuhkan akar sewaktu bagian tersebut masih tersambung dengan tanaman induk dengan cara dan teknik tertentu.

Metode perbanyakan tanaman menggunakan metode cangkok ini dipilih karena memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan perbanyakan tanaman lainnya.

Diantara keunggulannya adalah tanaman mempunyai sifat yang sama dengan induknya, sehingga jika bibit cangkok diambil dari indukan yang berkualitas unggul maka bibit hasil cangkok akan mewarisi sifat unggul tersebut. Tanaman akan lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan pembibitan melalui biji, kualitas dan kuantitas buah yang dihasilkan sama dengan induknya. Postur pohon tidak terlalu tinggi bahkan bisa diatur sesuai keinginan. Dan yang terpenting tingkat keberhasilannya lebih tinggi.

Nah, jika Anda tertarik ingin mencangkoknya, berikut ini penjelasan lengkap mengenai cara cangkok mamey sapote.

ALAT DAN BAHAN

  • Pisau yang tajam
  • Plastik transparan untuk membungkus cangkokan
  • Tali rafia untuk mengikat cangkokan
  • Media cangkok berupa cocopeat

TAHAP PENCANGKOKAN

  • Pilih cabang dari pohon mamey sapote yang akan dicangkok, pilihlah dari pohon induk yang berkualitas unggul, sehat, bebas dari hama dan penyakit dan tentunya produktivitasnya tinggi, supaya nanti bibit cangkok yang dihasilkan juga demikian.
  • Setelah bagian yang akan dicangkok ditentukan, kupas kulit pada bagian tersebut sepanjang 3-5 cm, namun sisakan kulit batang tersebut 10% nya, tujuannya agar batang di atas keratan masih dapat tumbuh normal dan tidak layu dan mati. Mengingat kematian batang yang dicangkok salah satunya disebabkan karena tidak menyisakan kulit batang pada keratan.
  • Kerik bagian yang dikupas kulitnya hingga kambium atau lendirnya benar-benar bersih, tidak licin dan kering, kemudian diamkan selama kurang lebih 1 minggu.
  • Langkah berikutnya adalah membungkus keratan menggunakan media cangkok. Media cangkok yang digunakan yaitu cocopeat. Perlu diingat bahwa cocopeat yang dapat digunakan untuk mencangkok ataupun digunakan untuk media tanam adalah cocopeat yang sudah disterilkan dari zat tanin yang terkandung didalamnya, karena zat tanin tersebut dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Cara sederhana untuk menghilangkan zat tanin tersebut adalah dengan mencuci cocopeat. Letakkan cocopeat di atas saringan, alirkan air di atasnya, remas-remas cocopeat hingga air cuciannya jernih, kemudian keringkan dengan menjemurnya dibawah sinar matahari. Sebelum digunakan untuk mencangkok basahi terlebih dahulu cocopeat hingga lembab, jangan terlalu basah, yaitu jika dipegang tidak basah akan tetapi dingin/mengandung air. Cocopeat ini dapat menyimpan air dalam waktu yang lama, sehingga tidak perlu melakukan penyiraman pada cangkokan.
  • Setelah cocopeat siap, balutkan pada batang yang akan dicangkok tutup menggunakan plastik dan ikat sedemikian rupa hingga benar-benar rapat agar media cangkok tidak kering dan kelembabannya terjaga serta saat hujan air tidak masuk yang dapat berakibat busuk akar karena basah berlebihan.

Tumbuhnya akar pada cangkokan mamey sapote ini membutuhkan waktu yang lumayan lama, yaitu sekitar 3 bulan sejak pencangkokan, dan jika akarnya sudah tua cangkokan sudah siap dipotong untuk ditanam.

Demikian ulasan mengenai Cara Cangkok Mamey Sapote, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Anda.

Untuk membeli bibit mamey sapote maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube chanel Mas Aris