Labu Madu atau Butternut Squash atau  Butternut Pumpkin adalah buah yang berasal dari Waltham, Amerika Serikat, bentuknya seperti bohlam, memiliki rasa yang manis dan memiliki tekstur lembut, serta memiliki banyak manfaat bagi tubuh, sangatlah cocok menjadi pilihan makanan sehat bagi keluarga.

Jika anda tertarik untuk membudidayakannya berikut  ini ulasan mengenai Cara Budidaya Labu Madu.

PERSIAPAN LAHAN TANAM

  • Buat lubang tanam dengan panjang dan lebar 50×50 cm dan kedalaman 40 cm, biarkan lubang tanam 3-4 minggu dalam keadaan terbuka.
  • Satu minggu sebelum penanaman, taburkan kapur dolomit untuk menetralkan keasaman tanah.
  • Tambahkan pupuk kandang yang sudah matang atau sudah difermentasi, bisa juga menggunakan pupuk kompos sebanyak 10 kg per lubang.
  • Berikan pupuk dasar berupa pupuk NPK Phonska plus 16:16:16 dan SP 36 dengan dosis masing-masing 500 gram.
  • Masukkan tanah galian kedalam lubang tanam kemudian campurkan dengan pupuk hingga merata dan rapikan permukaannya.

TAHAP PEMBIBITAN

Sambil menunggu lubang tanam siap untuk ditanami ( satu minggu kemudian ) langkah selanjutnya adalah melakukan pembibitan, berikut ini langkah-langkahnya :

  • Siapkan biji/benih labu madu yang bisa anda dapatkan dari hasil buah penanaman sebelumnya atau dibeli dari toko pertanian, pilih benih berkualitas unggul dan tahan dari serangan hama penyakit.
  • Sebelum disemai rendam terlebih dahulu biji/benih labu madu menggunakan air hangat kuku selama 1-2 jam agar proses perkecambahan lebih cepat
  • Siapkan media semai berupa campuran tanah humus, pupuk kandang dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1 dan siapkan juga wadah untuk menyemai berupa pot tray.
  • Masukkan media ke dalam pot tray kemudian siram secukupnya
  • Tanam benih ke dalam pot tray dengan cara menancapkannya dengan bagian biji yang lancip berada di bawah, usahakan permukaan bijinya masih sedikit tampak/jangan terbenam seluruhnya.
  • Siram persemaian dan letakkan di area yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  • Satu sampai dua minggu setelah semai biasanya benih sudah tumbuh dan siap untuk dipindah tanam.

TAHAP PENANAMAN

Setelah bibit siap untuk dipindah tanam yang ditandai dengan tumbuhnya daun sejati 1-2 helai, tahapan selanjutnya adalah penanaman pada lahan tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya, berikut ini langkah-langkahnya :

  • Pasang mulsa plastik di atas lahan tanam yang fungsinya untuk menjaga kelembaban dan kegemburan tanah serta mencegah tumbuhnya gulma.
  • Buat lubang pada mulsa tepat ditengah kemudian buat juga lubang tanam
  • Ambil bibit dari pot tray dengan menyiramnya terlebih dahulu agar lebih mudah untuk diambil.
  • Tanam bibit dengan hati-hati dan padatkan tanah disekitarnya agar bibit tegak berdiri, untuk melindungi bibit pasang bambu semacam ajir 3 buah di sekeliling bibit, dan juga untuk perambatan tanaman sementara sebelum dibuat para-para
  • Setelah penanaman selesai lakukan penyiraman
  • Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari

TAHAP PERAWATAN

Pemupukan susulan

Pemupukan susulan pertama dilakukan pada saat tanaman berusia 1 minggu setelah tanam, pemupukan diaplikasikan dengan cara dikocor, berikut ini dosis  dan jenis pupuk yang diberikan :

  • Siapkan 5 liter air
  • 1 sendok makan pupuk NPK
  • 1 sendok makan pupuk KNO3 merah
  • 1 sendok makan pupuk KNO3 putih
  • ½ sendok makan kalsium
  • Aduk rata semua bahan dan pupuk siap diaplikasikan dengan cara dikocor di pangkal bawah tanaman dengan dosis 220 ml per tanaman atau seukuran gelas air mineral.

Pemupukan susulan berikutnya dilakukan pada usia tanaman 18 hari dan 36 hari setelah tanam dengan jenis pupuk, dosis dan cara aplikasi yang sama dengan pemupukan susulan pertama.

Setelah tanaman berusia 26 HST, tanaman sudah mulai tumbuh tinggi dan waktunya membuat para-para dengan tinggi sekitar 2 meter menggunakan bambu, kayu atau sejenisnya untuk merambatkan tanaman.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan pada cabang-cabang yang tidak produktif sebelum merambat ke parapara, agar cabang yang produktif dapat tumbuh dengan baik

Penyerbukan

Penyerbukan atau polinasi adalah jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik atau kepala putik. Penyerbukan merupakan bagian penting dari proses reproduksi yang akan menghasilkan buah dan juga biji.

Setelah tanaman labu madu berusia 42 HST biasanya sudah mulai berbunga, dan dalam satu tanaman labu madu terdapat bunga jantan dan bunga betina. Untuk dapat menghasilkan buah harus terjadi penyerbukan, baik itu secara alami seperti yang dilakukan oleh angin, serangga penyerbuk seperti lebah, semut, kumbang, kupu-kupu dan sebagainya, penyerbukan bisa juga dilakukan secara manual.

Akan tetapi penyerbukan secara alami tingkat keberhasilan penyerbukannya sedikit, sehingga sebaiknya dilakukan penyerbukan secara manual agar pembuahan lebih maksimal.

Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan penyerbukan bunga labu madu secara manual :

  • Carilah bunga jantan, petik dan pangkas mahkotanya sehingga tersisa tangkai/benang sari saja. Bunga jantan ditandai dengan tangkai bunga yang tidak terdapat bakal buah.
  • Carilah bunga betina yang ditandai dengan adanya bakal buah pada pangkal bunganya, kemudian tempel dan gosok-gosokkan tangkai/benang sari bunga jantan pada kepala putik bunga betina hingga serbuk sari benar-benar menempel pada kepala putik bunga betina.
  • Proses penyerbukan dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 0600-08.00, karena pada saat itu bunga jantan dan betina mekar.

Pemupukan akhir

Pada pemupukan akhir ini dosis dan jenis pupuk yang diberikan adalah sebagai berikut :

  • Siapkan air 10 liter
  • 1 sendok makan pupuk kalsium, fungsinya sebagai antibodi dari berbagai serangan penyakit
  • 1 sendok makan Pupuk KNO3 putih dengan kandungan kalium lebih tinggi, fungsinya agar bunga tidak mudah rontok
  • 1 sendok makan pupuk KNO3 merah, fungsinya agar pertumbuhan daun tetap maksimal
  • 1 sendok makan pupuk Ultradap dengan kandungan phospat 60%
  • 1 sendok makan pupuk NPK
  • Larutkan semua bahan dengan air tersebut
  • Cara aplikasinya dilakukan dengan dikocor di sekitar pangkal tanaman dengan dosis 2-4 gelas air mineral (220 ml)

Pemupukan akhir ini bertujuan agar proses pembungaan dan pembuahan dapat optimal dan tidak mudah rontok dan sebagai antibodi dari berbagai serangan penyakit, terlebih pada musim hujan dimana tanaman rentan terserang berbagai cendawan.

PEMANENAN

Labu madu atau butternut squash bisa dipanen saat tanaman sudah memasuki umur sekitar 85-90 HST. Ciri-ciri buah labu madu yang sudah siap panen biasanya pada pangkal tangkai buah telah berubah warna dari hijau menjadi kecoklatan. Warna buah sudah mulai berwarna coklat mengkilap. Jika dipukul, labu madu yang sudah matang biasanya berbunyi berdenting.

Demikianlah ulasan mengenai Cara Budidaya Labu Madu, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda, selamat bercocok tanam….

Untuk membeli  benih labu madu, pupuk, pestisida maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube INFO RAGAM PERTANIAN