Cara Budidaya Kedelai Yang Baik

Tanaman kedelai, merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan di kawasan Asia terutama Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur tepatnya di wilayah Cina, merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati. Akan tetapi sejak tahun 1910, penyebarannya mulai ke telah menyebar ke negara Jepang hingga negara-negara Asia Tenggara. Di Indonesia, kedelai saat ini telah banyak digunakan untuk beberapa sumber pangan, diantaranya tahu, tempe, susu, bahkan keju, dll. (BPTP Kaltim)

Sebelum memulai membudidayakan kedelai, mari simak ulasan mengenai cara budidaya kedelai yang baik, sebagai berikut :

PROSES PENGOLAHAN LAHAN

Terdapat dua cara mempersiapkan penanaman kedelai yakni persiapan tanpa pengelolaan tanah atau ekstensif di sawah bekas ditanami padi rendeng dan persiapan dengan pengolahan tanah atau intensif.

Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. Setelah pencangkulan pertama atau pembajakan bongkahan didiamkan dan diangin-anginkan selama 5-7 hari, pencangkulan kedua dilakukan sekaligus meratakan, memupuk, menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa-sisa akar. Jarak antara pengolahan tanah dan penanaman sekitar 3 minggu.

Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak, dengan ukuran lebar 50-60 cm, tinggi 20 cm. Apabila akan dibuat drainase, maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 meter.

Pada dasarnya kedelai menghendaki lahan yang tidak terlalu basah tetapi air tetap tersedia, tanah yang baik ditanami jagung baik pula ditanami kedelai. Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh bahkan pada kondisi lahan yang kurang subur dan agak asam pun kedelai dapat tumbuh dengan baik, asalkan tidak tergenang air yang akan menyebabkan busuknya akar.

Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah asalkan drainase dan aerasi tanah cukup baik.

PENGENALAN DAN PEMILIHAN BENIH

Yang perlu diperhatikan dalam hal memilih benih yang baik adalah kondisi dan lama penyimpanan benih tersebut. Biji kedelai mudah menurun daya berkecambah/daya tumbuhnya, atau terutama jika kadar air dalam bijinya mencapai 13% dan disimpan dalam ruangan bersuhu 25°C dengan kelembaban ruang mencapai 80%.

Untuk mendapatkan hasil panen yang baik, maka benih yang digunakan juga harus yang berkualitas baik, artinya benih memiliki daya tumbuh yang besar dan seragam, tidak tercampur dengan varietas-varietas lainnya, bersih dari kotoran dan terbebas dari hama dan penyakit.

Benih yang ditanam harus berupa varietas unggul dan berproduksi tinggi.

PETUNJUK TEKNIK PENANAMAN

Jarak tanam pada penanaman dibuat dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm, jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30×20 cm, 25×25 cm, 20×20 cm. Jarak tanam hendaknya teratur agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan, pada tanah yang subur jarak tanam lebih renggang dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan.

PROSES PEMUPUKAN

Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah, pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi, pemupukan tidak diperlukan, pada tanah yang kurang subur, pemupukan dapat menaikkan hasil, dosis pupuk secara tepat adalah :

  • Sawah kondisi tanah subur, pupuk urea = 50 kg/ha
  • Sawah kondisi tanah subur sedang, pupuk urea = 50 kg/ha, TSP = 75 kg/ha, KCl = 100 kg/ha
  • Sawah kondisi tanah subur rendah, pupuk urea = 100 kg/ha TSP = 75 kg/ha, KCl = 100 kg/ha
  • Lahan kering kondisi tanah kurang subur, pupuk kandang = 2000-5000 kg/ha, urea = 50-100 kg/ha, TSP = 50 -75 kg/ha, KCL = 50 -75 kg/ha.

PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT

Penyakit utama pada tanaman kedelai adalah karat daun (phakopsora pachyrhizi), busuk batang dan akar dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus. Pengendalian penyakit karat daun dengan fungisida mancozeb, penyakit busuk batang dan akar menggunakan jamur antagonis trichoderma harzianum.

Sedangkan pengendalian virus dengan pengendalian vektornya yaitu serangga hama kutu dengan insektisida decis.

Waktu pengendalian dilakukan pada saat tanaman berumur 40, 50 dan 60 hari, penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya.

PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN

  1.  Penyulaman

Benih kedelai mulai tumbuh setelah umur 5-6 hari setelah tanam, akan tetapi dalam kenyataannya tidak semua biji tumbuh dengan baik sehingga akan terlihat tidak seragam. Untuk menjaga agar produksi tetap baik, benih kedelai yang tidak tumbuh harus segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur dengan legin  (Legium inokulan) atau nitrogen, (legin adalah sejenis biakan bakteri Rhizobium Japonicum berupa serbuk berwarna hitam, dibungkus dalam kantong plastik).

Hal ini dilakukan apabila benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10%.

  1.  Penyiangan

Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh, apabila lahan luas bisa menggunakan herbisida, sebaiknya digunakan herbisida seperti Lasso untuk gulma berdaun sempit dengan dosis 4 liter/ha.

Penyiangan ke 1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu.

Penyiangan ke 2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga sekitar 6 minggu setelah tanam, penyiangan ke 2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke 2 atau pemupukan lanjutan.

  1.  Pembumbunan

Pembumbunan atau penimbunan tanah di pangkal rumpun tanaman. Menegakkan tanaman. Tanah di sekitar tanaman seringkali terkikis oleh erosi air terutama air irigasi maupun air hujan sehingga tanah yang ada di sekitar tanaman tidak mampu lagi menopang tegaknya tanaman harus dilakukan dengan hati-hati dan jangan terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman, karena luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

MASA PANEN

Umur kedelai yang sudah bisa dipanen yaitu sekitar umur 75-110 hari tergantung pada varietas dan ketinggian tempat, dan jika kedelai yang dipanen akan dijadikan benih maka dipetik pada umur 100-110 hari agar kemasakan biji benar-benar sempurna dan merata.

Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, buah sudah berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan retak-retak atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.

Panen yang terlambat akan merugikan karena banyak buah yang sudah tua dan kering sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan juga biji lepas berhamburan.

Disamping itu buah akan gugur akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya.

Pemungutan dilakukan dengan cara mencabut. Sebelum dicabut keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dahulu, pada tanah ringan dan berpasir proses pencabutan akan lebih mudah, cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang pokok tangan tepat pada posisi bawah ranting dan cabang yang berbuah, pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh dengan tangan.

PENGERINGAN

Seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur di atas tikar anyaman bambu atau di lantai semen selama 3 hari.

Sesudah kering sempurna dan merata, polong kedelai akan mudah pecah sehingga bijinya mudah dikeluarkan, agar kedelai kering sempurna pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali, pembalikan juga menguntungkan karena dengan pembalikan banyak biji yang lepas.

PROSES PERONTOKAN

Penggunaan perontok mekanis dapat menurunkan susut karena tercecer hingga 6% bila dibandingkan dengan cara tradisional yaitu pemukulan dengan tongkat, selain itu penggunaan perontok mekanis juga dapat meningkatkan kapasitas perontokan dan mencegah timbulnya debu selama proses perontokan yang dapat mengganggu kesehatan.

Biji yang sudah terpisah kemudian ditapi agar terpisah dari kotoran-kotoran lainnya, biji yang luka dan keriput dipisahkan. Biji yang sudah bersih dijemur kembali hingga kadar airnya mencapai 9-11%.

Biji yang sudah kering dimasukkan kedalam karung kemudian dipasarkan atau disimpan.

Demikian ulasan serta tahapan mengenai cara budidaya kedelai yang baik, semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih kedelai atau perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SetraTani.com

Sumber : Channel Youtube Glamour Pro