Kedelai merupakan jenis kacang-kacangan yang penting dan telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia, biji kedelai memiliki kandungan protein yang tinggi dan juga kaya akan, lemak, vitamin dan mineral. Sebagai sumber protein nabati yang penting dalam masyarakat, kedelai banyak dikonsumsi dan diolah menjadi berbagai bentuk produk olahan seperti tempe, tahu, kecap dan tauco. Selain itu kedelai juga dapat diolah menjadi minyak kedelai, tepung kedelai dan susu kedelai.

Untuk mendapatkan kualitas dan kuantitas yang baik dari kacang kedelai diperlukan penanganan pasca panen yang baik. Oleh sebab itu Kementerian Pertanian melalui Direktorat Pasca Panen Tanaman Pangan mengupas penanganan panen dan pasca panen tanaman kedelai agar tercipta sebuah solusi yang mampu menekan susut hasil panen dan mempertahankan mutu kedelai.

Adapun penjelasan teknologi penanganan pasca panen kedelai adalah sebagai berikut :

PENENTUAN SAAT PANEN

Penentuan saat panen merupakan tahap awal yang sangat penting dari seluruh rangkaian kegiatan penanganan panen dan pasca panen kedelai karena berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas hasil panen.

Ciri-ciri tanaman siap panen :

  1. Umur panen 74-95 hari setelah tanam tergantung varietas dan kenampakan fisik tanaman.
  2. Tanaman siap panen jika minimal 95% polong sudah berwarna kuning kecoklatan, batang agak kering, daun banyak yang rontok, kadar air <25% dan kulit polong mudah terkelupas.

Penentuan waktu panen kedelai juga dapat dilakukan dengan mengukur kadar air kedelai, kadar air kedelai dapat diukur dengan menggunakan alat pengukur kadar air yang disebut moisture tester.

Jika pemanenan dilakukan lebih awal dari waktu yang seharusnya akan memberikan hasil panen dengan jumlah butir muda yang tinggi sehingga kualitas biji dan daya simpannya rendah.

Sedangkan pemanenan yang terlambat dilakukan mengakibatkan penurunan kualitas dan peningkatan kehilangan hasil sebagai akibat pengaruh cuaca yang tidak menguntungkan maupun serangan hama dan penyakit pada lahan.

Penting untuk diketahui pemanenan sebaiknya dilakukan saat cuaca cerah sekitar pukul 09.00 pagi hari.

PEMANENAN

Proses pemanenan dapat dilakukan dengan memotong pangkal batang, cara panen ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan cara dicabut karena cepat dan dapat diterapkan pada kondisi kering maupun basah dan juga meninggalkan akar pada lahan sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah karena rhizobium pada akar tanaman masih tetap berada di dalam tanah.

Cara panen :

  1. Pangkas tanaman sekitar 3-5 cm dari pangkal batang dengan menggunakan sabit.
  2. Lakukan secara hati-hati agar biji kedelai tidak banyak lepas dari polong dan jatuh ke tanah.

Alat panen yang biasanya digunakan adalah sabit yang cukup tajam, sehingga tidak banyak menimbulkan goncangan, di samping itu dengan menggunakan alat panen yang tajam pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat guncangan bisa ditekan.

PENUMPUKAN DAN PENGUMPULAN HASIL PANEN

Hasil panen dalam bentuk brangkasan ( daun, batang dan polong masih menyatu ) dikumpulkan pada suatu tempat yang sudah disiapkan.

Penumpukan dan pengumpulan merupakan tahap penanganan pasca panen setelah kedelai dipanen.

Ketidaktepatan dalam pengumpulan dan penumpukan kedelai dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang cukup tinggi.

Untuk mengurangi atau menghindari terjadinya kehilangan hasil saat panen sebaiknya pada waktu penumpukan sementara dan pengangkutan menggunakan alas plastik atau karung sehingga biji kedelai dan olong yang tercecer dapat tertampung pada alas tersebut.

Hasil panen (brangkasan) dikumpulkan sementara di tempat yang sudah disiapkan dengan alas plastik, terpal atau sejenisnya agar polong dan biji kedelai tidak tercecer.

PENGANGKUTAN

Pengangkutan brangkasan bisa dari lahan ke tempat penampungan sementara atau langsung ke tempat penjemuran, pengangkutan dapat dilakukan menggunakan angkut seperti gerobak, mobil bak, atau sepeda motor khusus pengangkut.

Pada saat pengangkutan brangkasan pastikan diangkut menggunakan karung agar polong tidak tercecer atau jatuh saat diangkut, dengan demikian susut hasil dapat ditekan seminimal mungkin.

PENGERINGAN BRANGKASAN

Brangkasan yang sudah diangkut selanjutnya siap dikeringkan, seluruh hasil panen segera dijemur dan tidak ditunda terlalu lama, dalam proses pengeringan ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu secara alami memanfaatkan sinar matahari atau menggunakan mesin pengering.

Pengeringan secara alami yaitu brangkasan dijemur langsung dibawah sinar matahari, pada saat melakukan penjemuran sebaiknya menggunakan alas seperti lantai semen, tikar anyaman bambu atau terpal. Agar brangkasan kedelai kering sempurna dan merata, pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali, sehingga mendapatkan kadar air yang diharapkan yaitu sekitar 17-20%.

Pengeringan menggunakan mesin pengering mesin pengering ini berbentuk bak dengan sumber panas dari tungku sekam biomassa.      

Meskipun menggunakan mesin pengering tetap dilakukan pembalikan brangkasan agar polong kering secara merata.

PERONTOKAN

Setelah brangkasan kering maka langkah selanjutnya adalah melakukan perontokan, terdapat  2 cara dalam melakukan tahapan ini yaitu dengan memukul-mukul secara langsung menggunakan tongkat kayu dan menggunakan mesin perontok.

Perontokan dengan cara dipukul dilakukan dilakukan berulang kali dengan membolak-balik brangkasan hingga rontok seluruhnya. Meskipun terlihat mudah, namun cara ini memiliki kelemahan tersendiri yaitu membutuhkan waktu, tenaga dan biaya lebih banyak, prosentase kotoran masih tinggi, susut biji kedelai karena tercecer masih tinggi dan awan debu selama proses berlangsung.

Perontokan dengan mesin perontok lebih menghemat waktu, biaya, tenaga serta mengurangi susut biji kedelai karena tercecer dan rusak, bahkan pengoperasian mesin inipun cukup praktis, setelah mesin dinyalakan brangkasan dimasukkan dan secara otomatis biji kedelai akan terpisah dengan kulit polong dan batang.

PEMBERSIHAN BIJI KEDELAI

Setelah dirontokkan penanganan pasca panen kedelai adalah pembersihan, pembersihan biji kedelai dilakukan dengan cara menampi menggunakan tampah, biji ditampi agar terpiah dari kotoran. Perlu diingat pada saat pembersihan biji kedelai dari sisa polong dan daun jangan lupa untuk memisahkan atau membuang biji yang rusak dan jangan lupa memungut biji kedelai yang tertinggal pada sampah brangkasan yang tertinggal dari sisa pembersihan biji kedelai yang dilakukan dengan cara menampi.

PENGERINGAN BIJI KEDELAI

Untuk mendapatkan biji dengan kadar air yang diinginkan, biji dikeringkan. Selain dengan cara tradisional, pengeringan biji kedelai dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pengering, cara ini lebih praktis dan tidak tergantung cuaca apalagi pada saat musim hujan biji kedelai tetap dapat dikeringkan.

Pastikan kadar air biji kedelai pada kisaran 9-12%, untuk mengetahuinya bisa menggunakan alat tes kadar air.

PENGEMASAN

Biji kedelai yang sudah kering dapat dikemas dalam karung, dengan pengemasan tersebut biji kedelai mudah diangkut dan disimpan dan kualitas biji kedelai dapat dipertahankan.  

PENYIMPANAN

Pelaksanaan penyimpanan biji kedelai, dapat dilakukan dengan menyimpan karung yang berisi biji kedelai pada gudang penyimpanan kedelai pada suhu kamar, penyimpanan seperti ini dapat mempertahankan mutu biji kedelai.

Dalam pelaksanaan penyimpanan dapat berfungsi menghambat pengaruh kondisi lingkungan seperti suhu dan kelembaban serta mengurangi tersedianya oksigen, kontaminasi hama, kutu, jamur, bakteri dan kotoran.

Jika kadar air biji kedelai dapat dipertahankan maka kerusakan dapat diperkecil karena hama, penyakit dan cendawan tidak dapat berkembang, sehingga kualitas biji kedelai tetap baik.

Serangkaian tahapan yang telah dipaparkan merupakan proses panen dan penanganan pasca panen kedelai yang baik dan benar, dengan demikian diharapkan akan memberikan dampak pada peningkatan mutu dan kualitas biji kedelai yang dihasilkan dan menekan/ meminimalkan susut.

Demikian ulasan mengenai teknologi penanganan pasca panen kedelai yang baik dan benar, semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih kedelai atau perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SetraTani.com

Sumber : Channel Youtube sendi setiawan