Buah kedondong merupakan buah yang familiar dan sering kita temui di pasaran, seiring trennya tanaman buah berbentuk mini, tanaman kedondong dibudidayakan dalam bentuk pendek dengan keistimewaan berbuah produktif sepanjang waktu tanpa mengenal musim.

Salah satu jenis kedondong adalah kedondong bangkok ( Spondias dulcis Forst ) yang berasal dari Thailand merupakan tanaman buah yang tergolong dalam keluarga mangga-manggaan (Anacardiaceae).

Tanaman ini dapat tumbuh optimal di dataran rendah maupun dataran tinggi, mampu tumbuh pada tanah batu kapur dan tanah pasir asam terutama tanah yang poros, gembur dan mengandung bahan organik.

Buah kedondong segar sering dimanfaatkan sebagai buah potong untuk rujak, diolah sebagai selai atau manisan, daunnya untuk lalapan dan menambah citarasa masakan seperti di daerah Bangka, pucuk daun kedondong digunakan untuk pelengkap bumbu saat memasak daging. Daun dan batangnya juga dapat untuk pakan ternak. Daging buah kedondong kaya akan vitamin C dan zat besi.

Bagi penggemar tanaman bonsai tanaman kedondong kerap dijadikan pilihan karena bonggolnya yang unik.

Tanaman buah kedondong adalah tanaman buah tropis, buahnya dapat dikonsumsi dengan dimakan secara langsung dalam keadaan segar. Buahnya mudah diidentifikasi karena berserabut. Kedondong termasuk jenis tumbuhan yang dapat ditanam didalam pot, dengan ukuran diameter pot yang direkomendasikan adalah 20-30 cm.

Secara umum tanaman buah kedondong sudah mulai berbuah pada usia 1-2 tahun, buahnya berbentuk bulat lonjong, jika sudah tua rasanya asam manis.

Tanaman kedondong menyukai tempat yang memperoleh sinar matahari langsung.

Perbanyakan tanaman kedondong bangkok dapat dilakukan dengan cangkok, stek atau dari biji, akan tetapi dengan cangkok memiliki beberapa keunggulan diantaranya akan menghasilkan buah dengan lebih cepat dan dengan kualitas buah yang sama dengan induknya.

Jika perbanyakannya melalui buah yang dapat dijadikan bibitnya, digunakan buah yang sudah tua dengan ciri warna buah kuning dan sehat. Dari satu indukan pohon kedondong dapat menghasilkan bibit tanaman dari buah yang dapat dijadikan bibit sejumlah kurang lebih 50 buah bakalan bibit.

Berikut ini penjelasan dan tahapan mengenai perbanyakan tanaman kedondong dengan menggunakan biji dan cangkok.

  1. Tahapan perbanyakan tanaman kedondong menggunakan biji ( perbanyakan generatif ) adalah sebagai berikut :
  • Pilihlah bakal bibit dari buah kedondong bangkok atau kedondong mini yang sudah tua dan buahnya matang di pohon.
  • Siapkan media tanam berupa campuran tanah, sekam padi, dan kotoran sapi atau kambing yang telah difermentasi, aduk hingga merata.
  • Siapkan pot-pot kecil atau polybag untuk pembibitan dan air untuk menyiram
  • Isi pot atau polybag dengan media tanam yang telah disiapkan dan benamkan buah kedondong bakal bibit, isi setiap pot atau polybag dengan satu biji.
  • Letakkan ditempat yang teduh dan siram sehari sekali
  • Tunggu sekitar 3 bulan saat biji kedondong tumbuh tunas, perbanyakan bibit kedondong dengan bibit tingkat kegagalan tumbuh sangat sedikit
  • Setelah usia 3 bulan bibit kedondong muda sudah tumbuh dan dapat dipindah tanam pada pot yang lebih besar atau ke lahan langsung
  • Pada usia sekitar 1 tahun dengan tinggi tanaman kurang lebih 90 cm, tanaman kedondong tersebut biasanya sudah berbuah dengan bentuk buah yang juga kerdil.
  1. Tahapan perbanyakan tanaman kedondong menggunakan metode cangkok ( perbanyakan vegetatif ) adalah sebagai berikut :
  • Pilihlah batang yang sudah ada buah atau bunganya
  • Kelupas kulit luar batang dengan panjang sekitar 10 cm sampai kambiumnya bersih
  • Balut bagian yang akan dicangkok, dibalut dengan moss kering ( media tanam pengganti tanah yang berasal dari  lumut, akar paku-pakuan atau kadaka/ Sphagnum moss ) dapat juga diolesi perangsang akar terlebih dahulu.
  • Tutup moss dengan plastik kemudian ikat agar kuat
  • Lakukan penyiraman secara rutin, terlebih di musim kemarau
  • Setelah 3 bulan cangkokan kedondong sudah tumbuh akar
  • Pisahkan dengan induknya dengan cara dipotong miring
  • Pangkaslah sebagian ranting dan daun untuk mengurangi penguapan
  • Siapkan media tanam berupa campuran tanah, sekam padi, dan kotoran sapi atau kambing yang telah difermentasi, aduk hingga merata.
  • Masukkan media tanam ke dalam pot/polybag berukuran sedang, pot/polybag harus memiliki lubang di bagian bawahnya agar air tidak menggenang saat dilakukan penyiraman
  • Saat menanam cangkokan biarkan plastik melekat pada bibit, cukup disayat saja di sekelilingnya, atur bibit agar tegak,  isi pot dengan media tanam sambil dipadatkan
  • Siram hingga basah
  • Karantina bibit di tempat teduh selama kurang lebih 3 minggu
  • Siram bibit secara rutin
  • Memasuki minggu ketiga dimana bibit telah tumbuh subur, bibit sudah dapat diletakkan di area yang terkena cahaya matahari langsung
  • Di usia  satu tahun pertumbuhan bibit kedondong sudah besar saatnya dipindahkan pada pot dengan diameter lebih besar, agar nutrisi makanan yang didapatkan dalam proses pertumbuhannya mencukupi, dengan demikian tanaman akan tumbuh subur dan produktif berbuah.

PERAWATAN TANAMAN

Perawatan tanaman kedondong harus dilakukan secara rutin, tekun, dan yang penting untuk diperhatikan adalah pencahayaan matahari sepenuhnya.

Jika terdapat hama pengganggu seperti kutu putih dapat dibasmi dengan disemprot 2 kali dalam satu bulan menggunakan pestisida.

Untuk pemangkasan daun dan dahan sebaiknya rutin dilkukan agar tampilan tanaman tampak indah, dahan dan cabang menjadi banyak dan buah yang keluar dari ujung dahan juga bertambah jumlahnya.

Untuk merangsang munculnya bunga, lakukan pemupukan secara berkala menggunakan pupuk organik, caranya yaitu dengan mengurangi tanah dalam pot sedalam 20-50 cm dari bibir pot kemudian tambahkan media tanam berupa campuran tanah, sekam padi, dan kotoran sapi atau kambing yang telah difermentasi sebagai penggantinya.

Penyiraman dilakukan pagi dan sore secukupnya dan dilakukan secara teratur saat musim kemarau, karena volume media yang terbatas di dalam pot pasti akan cepat kering, sedangkan pada musim hujan penyiraman dilakukan dengan melihat kondisi media.

Pada usia bibit 9 bulan dengan tinggi sekitar 50-60 cm bibit kedondong bangkok siap dipasarkan. Saat mencapai usia 2,5 tahun tanaman kedondong akan berbuah sepanjang waktu.

Keuntungan menanam tanaman buah seperti kedondong bangkok dalam pot yang sejalan dengan prinsip pemanfaatan lahan terbatas adalah akan terus berbuah tanpa mengenal musim berbeda dengan kedondong lokal yang berbuah musiman setahun sekali, terlebih jika perawatan kedondong ini dilakukan dengan sesuai tentu hasilnya akan sangat menjanjikan.

Demikian ulasan mengenai cara budidaya buah kedondong bangkok atau kedondong mini beserta cara perbanyakan tanaman dan penanamannya, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit, benih, pupuk, pestisida dan perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Jogja Talent Media