Penyemaian benih padi pada umumnya adalah dengan mengolah lahan untuk dijadikan bedengan dan dilanjutkan dengan menaburkan benih dan menutupnya dengan tanah.

Pada artikel kali ini akan kita ulas mengenai Cara Baru Menyemai Benih Padi dengan metode tertutup. Untuk mengetahui seperti apa penjelasan dan juga kelebihan dari metode semai tertutup ini silakan simak artikelnya berikut ini.

Persiapan Media Persemaian

Media/lahan persemaian ini tidak diolah sebagaimana persemaian padi pada umumnya, melainkan cukup diratakan dan dibuat bedengan dengan membuat parit atau drainase mengelilingi bedengan tersebut agar saat hujan persemaian tidak terendam. Ukuran bedengan tersebut adalah panjang 6 meter dan lebarnya 1,2 meter, ukuran ini untuk menyemai setiap 1 kg benih padi.

Setelah permukaan bedengan benar-benar rata, bentangkan plastik sesuai ukuran bedengan pada permukaan bedengan tersebut. Fungsi dari plastik ini adalah sebagai alas dari persemaian agar memudahkan dalam pencabutan bibit jika sudah siap tanam nantinya.

Taburkan tanah gembur sebagai media semai di atas plastik secara merata dengan ketebalan 3-5 cm kemudian rapikan permukaannya.

Tahap Penebaran Benih

Setelah bedengan/media persemaian siap, langkah selanjutnya adalah taburkan benih padi secara merata, dan jangan terlalu rapat. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, untuk 1 kg benih padi dapat ditebarkan pada bedengan berukuran panjang 6 meter dan lebarnya 1,2 meter.

Tutup benih padi yang telah ditebarkan menggunakan arang sekam atau jika tidak ada bisa menggunakan tanah gembur tipis saja.

Tutup bedengan persemaian menggunakan karung yang telah dibentuk memanjang seukuran bedengan. Agar karung erat terpasang dan tidak mudah lepas, kaitkan karung dengan tanah menggunakan belahan bambu seperti saat memasang plastik mulsa. Karung penutup ini jangan dibuka sampai benih tumbuh dan siap tanam yaitu sekitar 15 hari setelah semai.

Tidak perlu khawatir bibit akan sulit tumbuh ataupun rusak, karena bibit akan tumbuh normal bahkan memiliki pertumbuhan yang lebih baik jika dibandingkan dengan penyemaian pada umumnya tanpa penutup. Bibit juga tumbuh seragam dan lebih terproteksi dari serangan hama penyakit.

Perawatan Persemaian

Perawatan persemaian ini cukup mudah hanya perlu memantau ketersediaan air saja, jangan sampai kekeringan, yaitu dengan melakukan pemantauan air 3 hari sekali atau jika media terlihat kering harus segera dilakukan pengairan.

Setelah persemaian berumur 15 HST bibit sudah dapat ditanam pada lahan.

Pindah Tanam

Sebelum penanaman dilakukan tentunya diawali dengan pemindahan bibit dari persemaian.

Buka karung penutup persemaian secara hati-hati, buat alur menggunakan sabit  untuk memotong atau memisahkan bibit dari bedengan persemaian kemudian gulung dan bibit siap dipindah pada lahan penanaman dan siap untuk ditanam.

Kelebihan Metode Persemaian Tertutup

Metode persemaian tertutup ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan persemaian pada umumnya. Di antara kelebihan tersebut adalah sebagai berikut :

  • Dengan penutupan persemaian, pertumbuhan bibit dapat seragam.
  • Memproteksi benih yang baru ditebarkan dari serangan OPT seperti ayam, burung, semut dan sebagainya.
  • Bibit muda yang tumbuh terlindungi dari hama maupun penyakit sehingga bibit yang dihasilkan lebih sehat.
  • Pemindahan/pencabutan bibit dari media semai untuk dibawa ke lahan penanaman lebih mudah karena persemaian menggunakan alas plastik.¬†

Demikian ulasan mengenai Cara Baru Menyemai Benih Padi, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih padi ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube ANAK CANGKUL