Agar taman terlihat cantik tentu memerlukan tanaman hias yang indah untuk dipandang mata, salah satunya adalah tanaman cherry. Tanaman hias yang unik, jenis langka, cantik dengan buah bila matang berwarna merah mempesona dan sangat enak untuk dimakan. Buah cherry dapat dibuat selai, jus, manisan ataupun sirup. Buah tersebut kaya akan vitamin C sekitar 500 mg.

Tanaman cherry terbagi dalam beberapa jenis diantaranya barbados dalam bahasa latinnya Malpighia Emarginata dan cherry beach, keduanya termasuk tanaman langka.

Tanaman cherry berasal dari Australia, tanaman ini tumbuh subur di iklim tropis dan subtropis di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Dapat tumbuh optimal pada suhu 30-35°C. Tanaman cherry membutuhkan penyinaran matahari sepanjang hari, cocok ditanam di Indonesia.

Adalah Dr. Mohamad Reza Tirtawinata yang pertama kali mendatangkan beach cherry ke Indonesia pada tahun 1996.

Dikenal secara umum adalah beach cherry dan barbados cherry, barbados cherry adalah tanaman yang berbentuk seperti buah apel yang mempunyai rasa manis masam pada setiap buahnya, buah ini mempunyai kandungan vitamin C yang begitu banyak.

Tinggi pohon cherry dewasa mencapai lebih kurang 3 meter dengan akarnya yang kecil, buahnya jika dikonsumsi diyakini dapat menyembuhkan penyakit flu dan bermanfaat sebagai pembentuk kekebalan tubuh.

Untuk beach cherry memiliki rasa buah yang lebih manis daripada barbados cherry. Budidaya tanaman ini tidak terlalu sulit dan perawatannya tergolong mudah.

Jika anda tertarik untuk menanamnya, berikut ini ulasan mengenai Budidaya Tanaman Hias Cherry.

PEMBIBITAN

Pembibitan tanaman cherry dapat dilakukan dengan biji ( generatif ), stek sungkup dan cangkok ( vegetatif ), akan tetapi agar cepat berbuah pembibitan dilakukan dengan cara stek atau cangkok.

Pembibitan menggunakan biji ( generatif )

Pembibitan dengan biji dilakukan dengan cara memilih buah yang telah tua dan matang lalu kupas daging buahnya kemudian dilakukan penyemaian biji, penyemaian biji dilakukan pada media semai berupa tray semai, pot atau polybag yang sudah diisi dengan media berupa tanah dan pupuk kompos atau pupuk kandang, selanjutnya tanam biji dan disiram secara rutin setiap hari.

Setelah kurang lebih 1 bulan biasanya biji akan keluar tunas sebagai bibit cherry.

Pembibitan sistem stek sungkup ( vegetatif )

Sementara itu jika perbanyakan dilakukan dengan sistem stek sungkup juga dapat menghasilkan bibit cherry yang sudah cukup besar, karena bibitnya diambil dari batang pohon yang juga sudah tumbuh tinggi.

Caranya sangat mudah, siapkan batang pohon cherry yang akan dijadikan bibit, pilih dari pohon induk yang sehat dan terbebas dari hama dan penyakit, setelah dipilih, potong batangnya dan kemudian pangkas beberapa daunnya untuk mengurangi penguapan.

Siapkan media tanam dengan komposisi seimbang berupa campuran tanah dan pupuk kandang, masukkan media tanam pada pot atau polybag, kemudian siram hingga basah.

Tanam bibit batang stek pada media tanam tersebut, kemudian tutup bakal bibit dengan plastik transparan dan ikat plastik di sekeliling bawah pot ( disungkup ).

Dalam waktu setengah bulan biasanya akan tumbuh tunas baru serta akarnya, selanjutnya buka plastik sungkup tanaman tersebut. Diamkan selama kurang lebih 2 bulan untuk memberi kesempatan pada akar bibit agar lebih kuat dan bisa ditanam pada lahan yang sesungguhnya.

Cara seperti ini sangat praktis untuk digunakan sebagai perbanyakan bibit tanaman cherry dimana selama dalam proses stek sungkup tersebut tidak perlu dilakukan penyiraman, karena media tanam yang basah telah dapat mengatur dengan sendirinya temperatur kelembaban, sirkulasi penguapan media dan organisme fotosintesis dapat membuat makanannya sendiri hingga tumbuh bakal tunas daun  muda dan akar baru.

PENANAMAN

Media tanam yang cocok untuk tanaman cherry terdiri dari pupuk kandang, tanah dengan perbandingan seimbang dan humus daun atau sekam.

Pada saat proses penanaman bibit, tambahkan vitamin B1 agar tanaman tidak stres dan dapat tumbuh dengan baik.

PERAWATAN

Agar tampilannya lebih menarik, tanaman cherry harus rajin dipangkas. Selain menjadi lebih menarik, pemangkasan juga diperlukan untuk merangsang pertumbuhan cabang-cabang baru yang nantinya akan memunculkan bunga dan buah.

Pemangkasan dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 4 bulan, atau setelah cabang-cabang tanaman sudah sebesar lidi. Tanaman dengan daun yang terlalu subur dapat membuat tanaman terhambat pembungaannya, karenanya pemangkasan merupakan salah satu upaya memanjakan tanaman agar lebih cepat berbuah.

Penyiraman tanaman cherry cukup dilakukan sekali dalam sehari.

Pemupukan dilakukan secara berkala satu bulan sekali dengan mengaplikasikan pupuk kandang atau NPK diteruskan dengan NPK buah pada bulan berikutnya.

Keunggulan dari tanaman cherry ini, jika dilakukan perawatan dengan baik dan sesuai tanaman cherry akan berbuah sepanjang waktu tanpa mengenal musim, terlebih lagi tanaman cherry akan rajin berbuah ketika tiba musim hujan.

Dengan perawatan dan pemangkasan yang teratur tanaman cherry dapat menjadi tanaman hias yang dapat mempercantik pekarangan rumah anda dengan buahnya yang merah dan tampak indah, yang akan terus berbuah tanpa mengenal musim.

Demikian ulasan mengenai Budidaya Tanaman Hias Cherry, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih cherry, pupuk, pestisida ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube TVRI Jogja