Cara Mengatasi Kelengkeng Sulit Berbuah

Buah kelengkeng banyak disukai oleh masyarakat karena rasanya yang manis dan beraroma khas, sehingga banyak dari mereka yang menanamnya sendiri.

Akan tetapi setelah menanamnya, pohon kelengkeng tak kunjung berbuah padahal sudah bertahun-tahun pohon kelengkeng tersebut ditanam sehingga tak jarang yang menganggap bahwa pohon kelengkeng yang mereka tanam berkelamin jantan atau betina tapi mandul.

Untuk itu KampusTani akan membahas cara mengatasi kelengkeng sulit berbuah atau yang disebut kelengkeng mandul.

Sebenarnya tidak ada kelengkeng yang mandul, jika pohon kelengkeng sulit untuk berbunga atau berbuah, itu disebabkan oleh faktor hormon pada tanaman tersebut, selain itu berkaitan pula dengan jenis dan karakter dari tanaman kelengkeng itu sendiri.

Maka dari itu sebelum memutuskan untuk menanam kelengkeng, ada hal penting yang harus diperhatikan yaitu mengetahui jenis dan karakter pohon kelengkeng tersebut, sehingga anda bisa memilih jenis bibit dengan tepat dan sesuai dengan kondisi dan lokasi anda menanam apakah itu dataran tinggi atau dataran rendah.

Untuk mengetahui jenis kelengkeng berdasarkan tempat tumbuhnya silakan kunjungi Jenis Kelengkeng Menurut Tempat Tumbuhnya.

Dalam budidaya buah kelengkeng usahakan dimulai pada saat menjelang musim hujan yaitu antara bulan November  sampai Desember, bisa juga ditanam pada bulan-bulan lainnya akan tetapi harus memperhatikan asupan makanan dan kebutuhan airnya.

Berikut ini cara mengatasi kelengkeng sulit berbuah.

 

  • Perlakuan secara fisik

Yaitu dengan cara melukai batang tanaman kelengkeng, misalnya dikerat atau dikelupas kambium pada batang utamanya. Cara ini lebih murah namun kurang terukur aplikasinya.

 

  • Perlakuan secara kimia

Yaitu dengan pemberian bahan kimia penginduksi, cara ini lebih terukur dan tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan fisik.

Metode pemberian bisa dilakukan dengan 3 cara yaitu :

  • Disiramkan di tanah  di bawah kanopi/daerah perakaran
  • Disemprotkan ke daun
  • Diinjeksi ke batang utama  atau akar pohon, cara ini dilakukan pada tanaman kelengkeng yang besar yang tidak memungkinan disiram atau disemprot. Berdasarkan hasil penelitian perlakuan kimia dengan cara disiram mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Bahan kimia yang digunakan adalah bahan kimia dengan oksidator kuat salah satunya adalah KCl 03. Bahan ini sering dipakai sebagai bahan peledak sehingga kehati-hatian dalam penggunaan sangat diperlukan.

Merek produk yang mengandung bahan aktif ini diantaranya adalah Longan Booster, Vita Longan, dan Nong Feng.

Syarat yang harus diperhatikan saat pemberian perlakuan secara kimia adalah :

  1. Tidak ada hujan setelah perlakuan, karena hujan akan mengakibatkan bahan kimia yang diberikan akan tercuci sebelum terserap tanaman sehingga tingkat keberhasilan rendah.
  2. Tanaman yang siap diperlakukan pertama kali adalah tanaman yang berumur 2-3 tahun dengan tinggi tanaman minimal 2m2 dan luas kanopi/daerah perakaran ±1m2
  3. Posisi daun pada saat aplikasi adalah daun tua, jika posisi daun masih muda, maka kemungkinan berbunga akan rendah, tanaman bisa diperlakukan lagi setelah 2 masa vegetatif/ flush daun (pertumbuhan daun secara serempak).

 

Apabila syarat-syarat tersebut sudah terpenuhi maka teknis aplikasi perlakuan secara kimia dengan cara disiram adalah dengan cara sebagai berikut :

  1. Bersihkan tanah di bawah kanopi dari kerikil, sampah dan gulma
  2. Lakukan pemangkasan jika kanopi tanaman terlalu rimbun agar sinar matahari masuk dan sirkulasi udara bagus. Jika ada ranting yang ujungnya daun muda maka ujung ranting tersebut harus dipangkas.
  3. Larutkan bahan kimia dalam air sesuai dosis rekomendasi produk
  4. Siramkan larutan tersebut ke bawah tajuk/kanopi tanaman bagian luar
  5. Seminggu setelah perlakuan, lakukan pemupukan menggunakan pupuk NPK dengan dosis sesuai umur tanaman
  6. Lakukan penyiraman secara rutin, karena media yang kering akan memperlambat tanaman dalam berbunga dan berbuah

Perlakuan tersebut akan mengakibatkan perubahan hormon di ujung ranting sehingga mengubah dari fase vegetatif ke generatif.

Keberhasilan perlakuan akan terlihat 40-60 hari kemudian yang ditandai dengan munculnya primordia bunga, jika setelah 60 hari tidak muncul maka perlakuan yang dilakukan mengalami kegagalan.

Setelah bunga mekar selanjutnya akan mengalami perubahan morfologi dan fisiologi pada buah sampai siap panen.

Buah siap panen yaitu sekitar 4-5 bulan setelah bunga mekar tergantung pada varietas.

Setelah pemanenan dilakukan pemupukan dengan pupuk organik dan diberi asam amino.

Perlakuan yang tersebut diatas jika dilakukan dengan benar  dan tepat waktu akan mempercepat tanaman kelengkeng berbuah , meskipun tanaman hanya satu pohon.

Anggapan bahwa tanaman kelengkeng yang tidak mau berbuah adalah jantan itu tidak benar, tidak ada tanaman kelengkeng jantan atau betina , dalam setiap malai bunga tanaman kelengkeng pasti ada bunga jantan dan betina serta ada yang memiliki bunga hermaprodit.

Demikian ulasan lengkap cara mengatasi kelengkeng sulit berbuah semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit kelengkeng dan perlengkapan pertanian lainnya siakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Taman Inspirasi