Kacang hijau adalah sejenis palawija yang dikenal luas di daerah tropika, tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein tinggi, kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting antara lain kalsium dan fosfor sedangkan kandungan lemaknya merupakan lemak tak jenuh, maka dari itu perlu dilakukan peningkatan teknik pembudidayaan agar menghasilkan produksi yang optimal, dalam hal ini benih merupakan hasil produksi utama dalam pembudidayaan kacang hijau.

Adapun ulasan mengenai teknologi produksi benih kacang hijau adalah sebagai berikut

PENGOLAHAN DAN SANITASI LAHAN

Dalam teknik pembudidayaan benih kacang hijau terdapat proses-proses yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu pembajakan dan sanitasi lahan. Pembajakan dilakukan dengan menggunakan traktor, proses pembajakan dilakukan melalui proses pembalikan, penghancuran dan perataan tanah. Tujuan pembajakan adalah untuk memperbaiki struktur dan aerasi tanah sehingga dapat menyediakan kondisi tanah yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau.

Sanitasi lahan dilakukan dengan membersihkan lahan dari bekas tanaman sebelumnya, bebatuan dan sampah yang ada pada lahan produksi. Sanitasi lahan juga dilakukan pada pematang lahan produksi benih kacang hijau dari rerumputan.

PEMBUATAN BEDENGAN

Pembuatan bedengan bertujuan untuk mempermudah dalam perawatan dan pemeliharaan, pada saat pembuatan bedengan dibuat saluran drainase untuk menjaga kelembaban tanah dengan kedalaman dan lebar 20-30 cm jarak antar saluran 3-3,5 m. Panjang bedengan 7,75 m, lebar 130 cm tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm.

PENGAIRAN

Tanaman kacang hijau merupakan tanaman yang toleran terhadap air, yang penting tanah memiliki kelembaban yang cukup. Jika tanah lahan kering sebelum penanaman sebaiknya tanah diairi terlebih dahulu 2-3 hari sebelum tanam agar kelembaban tanah optimal sehingga benih akan lebih cepat tumbuh. Selain itu pengairan sebelum tanam bertujuan untuk menghilangkan hama dan penyakit pada budidaya sebelumnya.

PERSIAPAN BENIH

Benih sumber berasal dari varietas Vima 1 kelas benih foundation seed atau benih dasar. Persiapan benih kacang hijau dilakukan dengan proses penimbangan dan pemberian insektisida Marshal 25ds. Benih yang dibutuhkan adalah 26,25 kg per hektar dan insektisida Marshal yang digunakan 10 gram/kg, campurkan keduanya hingga merata.

PENANAMAN

Waktu tanam yang baik untuk budidaya kacang hijau yaitu akhir musim hujan atau pascapanen tanaman padi, budidaya tanaman kacang hijau yang baik dilakukan di akhir musim hujan karena pada saat fase vegetatif kacang hijau membutuhkan air yang lebih banyak daripada fase generatif.

Jarak tanam dapat mempengaruhi hasil produksi kacang hijau, jarak tanam yang dianjurkan dalam budidaya kacang hijau yaitu 40×20 cm dengan kedalaman lubang tanam 2-3 cm, pembuatan lubang tanam dilakukan dengan menggunakan tugal. Pada setiap lubang tanam diisi dengan 2-3 butir benih kemudian ditabur dengan furadan dan ditutup tanah di sekitarnya.

PEMELIHARAAN

Pemeliharaan dilakukan agar tanaman yang tumbuh memiliki konsistensi pertumbuhan yang optimal hingga masa menjelang panen.

PEMUPUKAN

Pemupukan bertujuan untuk menambah ketersediaan unsur hara bagi tanaman, kandungan unsur hara pupuk yang digunakan yaitu nitrogen, fosfor dan kalium.

Pemupukan pertama yaitu pada 7 hari setelah tanam dengan 25 kg urea, 6 kg SP 36 dan 50 kg KCl per hektar.

Pemupukan kedua pada umur 2-3 minggu setelah tanam dengan 25 kg urea/hektar yang diberikan secara larikan di sebelah tanaman.

PERAWATAN, PENYULAMAN DAN ROGUING

Penyulaman

Penyulaman dilakukan apabila ada benih yang tidak tumbuh dan dilakukan sekitar 5-14 hari setelah tanam.

Roguing

Untuk memelihara mutu genetik dilakukan dengan roguing. Roguing merupakan kegiatan membuang tanaman yang bersifat menyimpang dari tanaman yang dibudidayakan.

Roguing dilakukan pada fase vegetatif dan fase generatif.

Pada fase vegetatif pengamatan dilakukan pada saat tanaman berumur 7-14 HST, hal-hal yang perlu diperhatikan pada tanaman kacang hijau antara lain warna hipokotil, bentuk daun dan bulu daun.

Pada fase generatif roguing dapat dilakukan setelah  tanaman berumur 30-35 HST, hal-hal yang perlu diperhatikan pada budidaya kacang hijau antara lain tipe pertumbuhan, ukuran tanaman, warna daun, warna bunga serta warna polong.

PENGAIRAN, PENYIANGAN DAN PEMBUMBUNAN

Pengairan dilakukan tergantung pada musim dan fase pertumbuhan tanaman kacang hijau, pada musim hujan tidak perlu melakukan pengairan cukup memperbaiki saluran drainase agar air tidak tergenang. Waktu pengairan yang baik adalah pagi atau sore hari dengan cara diairi hingga tanah cukup basah.

Penyiangan bertujuan untuk membersihkan gulma disekitar tanaman, penyiangan dapat dilakukan menggunakan koret atau cangkul dan dilakukan secara rutin. Penyiangan yang dianjurkan yaitu pada umur 10-15 HST dan pada umur 25-30 HST.

Pembumbunan bertujuan untuk memperkuat pertumbuhan batang sehingga tidak mudah roboh dan mengoptimalkan pertumbuhan. Pembumbunan dilakukan pada saat tanaman berumur 25-30 HST.

IDENTIFIKASI HAMA PENYAKIT TANAMAN (HPT) DAN PENGENDALIANNYA

Usaha pengendalian dan pemberantasan hama dan penyakit merupakan faktor yang sangat penting dalam usaha produksi benih kacang hijau, dimana tanaman kacang hijau tidak lepas dari kendala hama dan penyakit sebagaimana tanaman lainnya serangan hama dan penyakit dapat menurunkan hasil produksi dan menggagalkan panen, oleh karena itu usaha pengendalian dan pemberantasan hama dan penyakit pada usaha produksi benih harus mendapat perhatian secara khusus.

Berikut ini hama yang biasa menyerang tanaman kacang hijau :

  1. Belalang, Kepik hijau
  • Sifat dan bentuk kepik hijau yaitu bulat dan berwarna hijau.
  • Serangan dan gejalanya yaitu menyerang polong dengan menghisap isinya, kulit polong menjadi bercak-bercak hitam, menjadi keriput dan terasa pahit.
  • Pengendaliannya dilakukan dengan penanaman serempak dan rotasi tanaman, penyemprotan insektisida secara rutin dengan Tamaron 200 LC, Dursban 20 EC.
  1. Ulat jengkal
  • Sifat dan bentuk : Ulat berwarna hijau, berukuran 2-3 cm, jalannya menjengkal, telurnya menetas dalam 3 hari.
  • Serangan dan gejala : Memakan bagian daun sehingga hanya tersisa bagian tulang-tulang daun saja.
  • Pengendalian : Memungut dan mematikan hama, penanaman serentak dan rotasi tanaman, penyemprotan pestisida dengan Azodrin 15 wsc, Lannate  25 wp, Curacron 50 ec dll.

Adapun penyakit yang biasa menyerang tanaman kacang hijau adalah :

  1. Penyakit layu bakteri
  • Disebabkan oleh bakteri xanthomonas solanacearum
  • Gejala penyakit  : Pada tanaman muda tiba-tiba layu dengan warna daun tetap hijau, pada siang hari waktu matahari terik tanaman terkulai seperti disiram air panas dan langsung mati setelah itu tanaman menjadi kering dan mati tanpa menghasilkan polong. Pada tanaman tua gejala layu terjadi bertahap, sehingga hanya sebagian saja yang tampak layu.
  • Cara pengendaliannya dengan pergiliran tanaman dan mencabut tanaman yang terserang.

PANEN

Kacang hijau dipanen sesuai dengan umur varietas, tanda-tanda jika kacang hijau telah siap untuk dipanen adalah berubahnya warna polong dari hijau menjadi hitam atau coklat dan kering.

Keterlambatan panen dapat mengakibatkan polong pecah saat di lapangan, panen dilakukan dengan cara dipetik. Panen dilakukan 1, 2 atau 3 kali tergantung varietas, jarak antara panen ke 1 dan ke 2 yaitu 3-5 hari.

Pada dasarnya untuk mengetahui tanda-tanda kacang hijau yang siap untuk dipetik untuk produksi benih yaitu pada saat masak visiologis, sebaiknya pemetikan dilakukan pada saat cuaca cerah yaitu pagi atau sore hari.

PASCA PANEN

Penanganan hasil produksi benih kacang hijau hendaknya dilakukan secara baik dan benar, agar mutunya tetap dalam keadan prima, hal ini sangat penting untuk diperhatikan, karena biji kacang hijau mudah berkecambah atau mengalami kerusakan.

Pengumpulan buah harus dilakukan di tempat yang teduh agar tidak terkena terik matahari langsung.

Kacang hijau yang terkena sinar matahari secara langsung dapat meningkatkan temperatur dalam buah sehingga lebih cepat mengalami kerusakan dan penurunan mutu.

PENGERINGAN DAN PEMISAHAN BIJI DARI KULITNYA

Kegiatan pasca panen meliputi pengeringan dan pemisahan biji. Pengeringan biji dapat dilakukan secara alami dengan penjemuran dibawah matahari atau pengeringan secara buatan menggunakan drying box.

Polong yang sudah kering dipukul-pukul sampai kulit polong pecah dan pemisahan polong dari kulit polong dilakukan menggunakan tampah, pengeringan maksimum 30°C, kemudian suhu dinaikkan sampai kisaran 35-40°C.

Pengeringan dilakukan hingga kadar air turun menjadi kurang lebih 8% agar daya simpan benih bertahan lama.

UJI KADAR AIR BENIH

Uji kadar air dilakukan dengan menggunakan alat moisture tester, tujuannya untuk mengetahui kandungan air yang terdapat dalam benih kacang hijau, karena kadar air dapat mempengaruhi daya simpan benih.

SORTASI BENIH

Sortasi adalah memisahkan benih murni, benih tanaman lain dan kotoran benih. Mutu benih ditingkatkan melalui pengolahan atau seed processing, tujuan utama pengolahan benih adalah untuk memperoleh prosentase maksimum benih murni dengan daya kecambah maksimum.

Benih dapat dipisahkan secara mekanis hanya jika berbeda dalam karakteristik fisik, antara lain ukuran, panjang, lebar, ketebalan, bentuk, berat, tekstur permukaan dan warna benih.

PENYIMPANAN

Tahapan terakhir dalam pascapanen yaitu penyimpanan. Benih harus dikemas dan diberi label sebelum disimpan, bahan kemasan atau packaging material merupakan faktor utama yang mengatur kadar air benih dalam penyimpanan, selain RH ( relatif humidity/ kelembaban relatif ) ruang simpan atau kadar air benih, suhu ruang simpan juga berpengaruh terhadap viabilitas (daya hidup) benih. Menurut Harington periode hidup benih menjadi 2 kali lipat atau setengahnya setiap penurunan atau peningkatan suhu 5,6°C.

Ruang penyimpanan selain harus kering dan sejuk juga harus bersih serta di desinfektan dan fungigasi bilamana diperlukan.

Demikian ulasan mengenai teknologi produksi benih kacang hijau, semoga bisa menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit, benih, pupuk, pestisida maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Irvan Muttaqien