Padi sawah memerlukan lebih banyak air daripada tanaman lain, padahal air semakin langka yang disebabkan oleh berbagai faktor termasuk perubahan iklim, peningkatan jumlah penduduk dan berbagai kegiatan ekonomi, menyebabkan ketatnya persaingan dalam penggunaan air, oleh karena itu gerakan menghemat air untuk padi sawah perlu terus digiatkan sejalan dengan upaya peningkatan produksi. Salah satunya dengan menerapkan teknologi hemat air dalam budidaya padi sawah dengan melakukan pengairan basah kering atau PBK.

Pengairan basah kering atau PBK merupakan teknologi hemat air yang telah melalui serangkaian penelitian dan pengujian, pada cara ini lahan sawah dibiarkan mengering selama beberapa hari sebelum diairi lagi, dengan demikian lahan sawah secara bergantian digenangi dan dibiarkan mengering.

Jumlah hari lahan sawah dibiarkan kering ( lama pengeringan ) bergantung pada jenis tanah dan kondisi lapang lainnya, tanah berpasir biasanya lebih cepat mengering daripada tanah liat.

Setelah diairi tinggi air secara bertahap akan berkurang, ketika kedalaman air tanah mencapai 15 cm di bawah permukaan tanah, sawah perlu diairi lagi sampai ketinggian 5 cm.

Membiarkan sawah mengering sampai muka air tanah mencapai kedalaman 15 cm sebelum kembali diairi disebut PBK Aman.

Batas kedalaman muka air tanah sampai  15 cm, tidak akan menyebabkan turunnya hasil panen, karena akar tanaman padi mampu menyerap air dari  tanah yang jenuh.

Cara praktis untuk menerapkan PBK adalah dengan mengamati kedalaman air tanah melalui alat sederhana berbentuk tabung yag diberi lubang-lubang kecil, tabung ini dapat membantu petani untuk melihat sumber air yang tersembunyi.

Setelah dibiarkan beberapa hari dan tanah terlihat mengering, kedalaman air tanah diamati melalui tabung tersebut.

PBK aman dapat dimulai sejak beberapa hari setelah tanaman atau ketika tanam benih sebar langsung mencapai tinggi 10 cm sampai tanaman padi mencapai stadia bunting.

Apabila gulma banyak terdapat di sawah, petakan perlu digenangi setinggi 5 cm selama 10-20 hari sampai pertumbuhan gulma tertekan oleh rendaman air.

Anjuran pemupukan setempat dapat diterapkan, sebaiknya pupuk nitrogen dipakai pada kondisi tanah agak kering sebelum diairi.

Selama fase pembungaan sawah perlu tetap dipertahankan dalam kondisi tergenang setinggi 5 cm agar tidak terjadi penurunan hasil panen, setelah itu terapkan kembali PBK aman sampai fase pengisian gabah.

Penerapan PBK aman dapat menghemat penggunaan air 15-25% tanpa menurunkan  hasil panen.

Selain itu dalam penerapan PBK Aman memberikan beberapa keuntungan lain, seperti :

  1. Mencegah keracunan besi pada padi
  2. Tanaman tidak mudah rebah
  3. Akar berkembang intensif dan dalam
  4. Mencegah penimbunan asam organik dan gas H2S
  5. Mengaktifkan mikroba bermanfaat
  6. Menyeragamkan pemasakan gabah

Selain PBK aman, petani jugs bisa mencoba dengan kedalaman permukaan air tanah lebih dari 15 cm, misalnya 20, 25 atau bahkan 30 cm sebelum kembali diairi.

Berapa jumlah tabung yang diperlukan untuk mewakili luasan sawah tertentu ?

Jumlah tabung yang diperlukan untuk mewakili luasan sawah tertentu sangat bergantung pada beberapa hal seperti datar atau miringnya lahan, jenis tanah dan tata air tanah.

Pada lahan sawah yang relatif datar dan homogen, 1 tabung dapat mewakili 0,5 hektar lahan sawah.

PEMBUATAN TABUNG PENANDA KEDALAMAN MUKA AIR

Tabung penanda kedalaman muka air tanah dapat dibuat dari paralon, bambu atau bahan lain yang dapat membantu petani untuk melihat air di bawah permukaan tanah.

  • Potong paralon sepanjang 40 cm dan upayakan diameter paralon cukup lebar yaitu 10-15 cm, sehingga mudah untuk melihat muka air tanah di dalamnya.
  • Sepanjang 20 cm/ separuh bagian paralon, diberi lubang-lubang kecil dengan diameter sekitar 0,5 cm dan jarak antar lubang sekitar 2-5 cm
  • Tanamkan secara vertikal bagian yang berlubang ke dalam petakan sawah sekitar 1 meter dari galengan sehingga memudahkan dalam memonitor muka air tanah.
  • Yang perlu diperhatikan saat menanam paralon bahwa  bagian bawah tabung jangan menembus lapisan cadas yang keras dan tidak menembus air
  • Keluarkan tanah pada bagian dalam bawah tabung sehingga bagian bawahnya bisa dilihat.
  • Perhatikan sampai muka air di dalam tabung sama tingginya dengan muka air di luar tabung

Pengairan basah kering merupakan teknologi hemat air yang telah teruji dan dapat diterapkan langsung oleh petani.

Alat sederhana ini dapat membantu petani untuk mengetahui kapan sawah perlu diairi.

Kerja sama yang baik antar kelompok tani dalam suatu wilayah pengairan akan sangat menentukan keberhasilan dalam penerapan teknologi ini secara luas.

CATATAN :

Ketersediaan air tanah bagi tanaman tidak harus terlihat di permukaan tanah.

Tanaman dapat menyerap air dari kedalaman muka air sekitar 15 cm.

Segera airi sawah ketika kedalaman muka air tanah mencapai 15 cm.

Paralon berlubang yang ditanamkan ke tanah memudahkan pemeriksaan kedalaman air tanah.

Demikian ulasan lengkap mengenai teknologi hemat air dalam budidaya padi sawah dengan melakukan pengairan basah kering atau PBK, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih, bibit, pestisida, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Saiful Ma’arif