Setelah ditanam, tanaman sawi hijau tentunya memerlukan perawatan, perawatan ini mutlak dilakukan guna menunjang keberhasilan budidayanya.

Perawatan tanaman sawi hijau/caisim meliputi penyiraman, penjarangan, penyulaman, penyiangan serta pengendalian hama dan penyakit.

Penyiraman

Pastikan kondisi tanah tetap lembab merata dengan melakukan penyiraman. Penyiraman dilakukan secara rutin 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.

Oleh sebab itu, sebelum menanam sawi pastikan terlebih dahulu bahwa ketersediaan air mencukupi, sedangkan pada musim hujan penyiraman tidak perlu dilakukan.

Agar tanaman sawi lebih subur, campurkan pupuk organik pada air untuk menyiramnya.

Penjarangan

Penjarangan adalah mencabut tanaman sawi yang tumbuh terlalu rapat dengan tanaman sawi lainnya. Penjarangan dilakukan setelah 14-18 hari setelah penanaman.

Penjarangan tanaman ini berfungsi agar tanaman sawi dapat tumbuh optimal dan memiliki tingkat kesuburan yang sama karena tidak saling berebut unsur hara, selain itu penjarangan juga mempermudah dalam proses perawatan dan pemanenan nantinya, sehingga penjarangan ini penting untuk dilakukan.

Penyulaman

Amati dengan seksama tanaman sawi yang telah ditanam, jika terdapat tanaman yang rusak karena penyakit, hama, layu bahkan mati segera ambil dengan cara dicabut. Setelah itu lakukan penyulaman atau penanaman kembali maksimal satu minggu dari penanaman tujuannya agar pertumbuhan tanaman dapat seragam.

Penyiangan

Penyiangan atau pembersihan rumput dilakukan secara berkala, yaitu ketika terlihat gulma atau rumput yang tumbuh di sela-sela tanaman sawi, kebersihan lahan akan membantu tanaman terong terhindar dari serangan hama dan penyakit, selain itu tujuan dari penyiangan ini adalah agar gulma atau rumput tidak ikut menyerap nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tanaman sawi.

Bersamaan dengan penyiangan lakukan pula penggemburan tanah di sekitar tanaman agar mempermudah dalam proses penyerapan pupuk.

Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan diaplikasikan dengan cara dikocor, pemberian pupuk susulan ini bisa juga dilakukan bersamaan dengan penyiraman. Pemupukan susulan dilakukan setelah tanaman sawi berusia 2 minggu setelah tanam. Pupuk yang digunakan adalah pupuk Urea dan KCL dengan perbandingan 2 : 1. Larutkan segenggam pupuk tersebut dengan 30 liter air kemudian siramkan pada tanaman. Pemupukan sebaiknya dilakukan pada sore hari dengan interval 5 hari sekali atau disesuaikan dengan kesuburan tanaman.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama yang biasanya menyerang tanaman sawi diantaranya adalah bekicot, ulat, oteng-oteng dan jangkrik. Untuk mengendalikan hama tersebut lakukanlah penyemprotan insektisida seperti matador, decis, regent dan sebagainya.

Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman sawi antara lain bercak daun, lanas, rebah semai, busuk daun, embun tepung dan virus mosaik. Penyakit yang disebabkan oleh cendawan biasanya banyak menyerang pada musim penghujan dengan kondisi kelembaban yang tinggi. Untuk mengendalikannya dapat dilakukan dengan menyemprotkan fungisida. Akan tetapi penyakit-penyakit tersebut di atas jarang terjadi pada tanaman sawi.

Tanaman sawi hijau dapat dipanen pada usia 40 atau 50 hari setelah tanam. Panen sawi dapat dilakukan dengan mencabut tanaman beserta akarnya atau dengan memotong pangkal batang tanaman.

Demikian ulasan mengenai perawatan tanaman sawi, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih sawi, pestisida, pupuk maupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com