Penyakit busuk buah kakao adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cendawan Phytophthora palmivora. Infeksi dapat terjadi pada buah-buah yang masih pentil muda hingga buah-buah yang sudah tua matang siap petik. Penyakit ini menyebabkan kerugian yang sangat besar karena serangan langsung ditujukan pada buah yang notabene menjadi sumber penghasilan petani dari bisnis budidaya tanaman kakao.

Gejala serangan awal berupa bercak coklat pada permukaan buah, umumnya pada ujung atau pangkal buah yang lembab dan basah. Selanjutnya bercak membesar hingga menutupi semua bagian kulit buah. Saat kondisi cuaca lembab, pada permukaan bercak tersebut akan tampak miselium dan spora jamur berwarna putih. Miselium dan spora inilah yang akan menjadi alat reproduksi P. palmivora untuk melakukan penyebaran dan penularan penyakit busuk buah ke buah-buah kakao yang masih sehat.

Penyebaran dan penularan penyakit busuk buah kakao akan terjadi lebih cepat bila kondisi kebun mendukung pertumbuhan cendawan P. palmivora. Kebun-kebun yang kondisinya lembab karena jarang dipangkas atau karena curah hujan sedang tinggi biasanya lebih sering terkena penyakit ini.

Untuk mengetahui Penyebab Busuk Buah Kakao serta cara pengendaliannya, silakan simak penjelasannya berikut ini.

PENGENDALIAN

  • Secara kultur teknis dengan pengaturan pohon pelindung dan pemangkasan tanaman kakao agar terjadi keseimbangan cahaya dan suhu udara di dalam kebun. Memetik  semua buah  busuk, mengumpulkan dan membenamkannya di dalam tanah dengan luas sesuai kebutuhan per volume buah yang terkumpul dan ditaburi Trichoderma sp., kemudian ditutup dengan tanah setebal 30 cm. Bila ingin dimanfaatkan sebagai pupuk organik dapat ditaburi dengan pupuk urea dan EM4 atau pupuk kandang.
  • Sebagai tindakan preventif dapat menyemprotkan jamur Trichoderma sp. per pohon dengan dosis 200 g/liter air.
  • Penggunaan klon tahan seperti contoh ICCRI 03, ICCRI 04.
  • Secara kimiawi, melindungi buah sehat dengan aplikasi fungisida berbahan aktif tembaga (Cu), dengan dosis 0,15-2 g/pohon, dengan interval aplikasinya 1-2 minggu sekali.
  • Penyakit ini juga dapat menyerang bibit di bedengan. Gejala  serangannya pada daun-daun muda menampakkan  gejala  seperti  tersiram  air  panas, kemudian layu  dan  mati. Pengendaliannya dengan sanitasi yakni bibit terserang diambil dan bibit yang sehat dilindungi dengan aplikasi fungisida Cu.

Demikian ulasan mengenai Penyebab Busuk Buah Kakao serta cara pengendaliannya, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli berbagai jenis pestisida, benih kakao ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com