Dalam budidaya tanaman padi tentunya tidak lepas dari serangan hama yang dapat merugikan petani. Diantara jenis hama yang menyerang tanaman padi adalah hama penggerek batang.

Terdapat 2 jenis serangan hama penggerek batang pada tanaman padi, yaitu pada fase vegetatif dan pada fase generatif. Pada fase vegetatif atau saat tanaman masih muda larva memotong bagian tengah anakan yang dapat menyebabkan pucuk layu dan kering serta mudah dicabut, serangan ini dikenal dengan nama sundep. Sedangkan serangan yang terjadi pada fase generatif atau saat tanaman padi bunting atau berbunga dikenal dengan nama beluk, gejala serangan berupa malai yang muncul putih dan hampa serta mudah dicabut.

Dari masing-masing fase serangan, keduanya sama-sama menimbulkan kerugian. Serangan pada fase vegetatif (sundep) masih mungkin dikendalikan untuk menekan populasi hama, akan tetapi jika serangan hama telah terlanjur terjadi pada saat tanaman padi sedang bunting (beluk), akan berakibat sangat fatal. Bahkan pengendalian hama pada serangan fase ini sangat tidak efektif, maka dari itu cara yang tepat untuk mengendalikan hama penggerek batang yaitu secara preventif, atau sebelum terjadi serangan hama atau istilah lainnya sebagai pencegahan.

Untuk mengetahui cara Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa pengendalian hama penggerek batang pada tanaman padi sebaiknya dilakukan secara preventif atau sebelum terjadi serangan hama atau istilah lainnya sebagai pencegahan.

Caranya adalah dengan meningkatkan imunitas tanaman padi yang dimulai dari usia 15 HST, 30 HST dan yang terakhir pada umur 45 HST dengan cara menyemprotkan insektisida yang bahan aktifnya bekerja secara kontak dan sistemik, diantara merek dagangnya seperti virtako, prevathon, marshal, spontan dan sebagainya. Atau bisa juga menggunakan merek lain yang mempunyai bahan aktif bensultap, dimehipo, amitraz, klorantraniliprol, fipronil dan karbosulfan yang mana insektisida ini lebih ramah lingkungan jika dibandingkan bahan aktif karbofuran yang diaplikasikan langsung pada lahan atau areal persawahan yang sangat beresiko pada kesuburan tanah serta mikroorganisme yang ada di dalam tanah.

Adapun dosis untuk setiap insektisida dapat dilihat pada label di masing-masing kemasan produk, sedangkan dosis insektisida untuk pencegahan dosisnya bisa diperkecil atau setengah dari dosis yang tertera pada label kemasan.

Sedangkan untuk pengendalian atau jika tanaman sudah terlanjur terserang, bahan aktif insektisida yang digunakan tetap sama dengan penyemprotan pencegahan sebagaimana tersebut diatas, dosisnya sesuaikan saja pada label di masing-masing kemasan produk, akan tetapi untuk interval penyemprotannya adalah 1 minggu sekali untuk 2 kali penyemprotan, dan diulangi 15 hari kemudian setelah penyemprotan yang kedua, yang berarti 3 kali penyemprotan.

Lakukan pula pengamatan rutin setiap minggu untuk memantau tanaman dan keberadaan serangan hama. Jika terlihat ngengat atau imago penggerek batang beterbangan di areal persawahan itu pertanda kedepannya akan muncul hama penggerek batang, dikarenakan selama masa hidup imago (selama 7 hari) mampu meletakkan telur pada tanaman padi sebanyak 200 butir. Lama stadium telur 5-6 hari, kemudian menjadi larva yang siap menggerek batang padi. Maka dari itu untuk menghindari serangan hama penggerek padi ini segeralah semprotkan insektisida sebagaimana tersebut di atas.

Demikian ulasan mengenai Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli insektisida, benih padi, pupuk ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube Agoes Farming