Setelah dijelaskan tentang Perawatan Tanaman Bawang Merah pada artikel sebelumnya kali ini KampusTani akan menyajikan ulasan tentang pengendalian hama dan penyakit tanaman bawang merah.

Hama adalah organisme pengganggu tanaman yang dibudidayakan.

Penyakit adalah mikro organisme pengganggu tanaman secara fisiologis tanaman yang dibudidayakan.

Dalam budidaya bawang merah, kita bagi menjadi dua yaitu hama penting dan penyakit penting.

HAMA PENTING PADA TANAMAN BAWANG MERAH

  1.    Orong-orong (Gryllotalpa spp.)

Gejala serangan orong-orong ditandai dengan layunya tanaman, karena akar tanaman dirusak oleh orong-orong

  1.    Ulat bawang ( Spodoptera exigua )
  2.    Ulat Grayak ( Spodoptera litura )

Gejala serangan pada spodoptera hampir sama yaitu adanya lubang-lubang pada daun mulai dari tepi daun permukaan atas atau bawah. Tanaman inang spodoptera antara lain kacang-kacangan, bit, brokoli, bawang merah, bawang putih, cabai, kentang dan sebagainya.

  1.    Lalat pengorok daun ( Liriomyza chinensis )

Gejala serangannya adalah berupa bintik-bintik putih akibat tusukan ovipositor dan berupa liang korokan larva yang berkelok-kelok. Pada keadaan serangan berat, hampir seluruh helaian daun penuh dengan kelokan, sehingga menjadi kering dan berwarna coklat seperti terbakar.

  1.    Thrips ( Thrips Tabaci )

Gejala serangan daun berwarna putih keperak-perakan, pada serangan hebat seluruh tanaman berwarna putih dan akhirnya tanaman mati. Serangan hebat terjadi pada suhu udara rata-rata di atas normal dan kelembaban lebih dari 70%.

PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN BAWANG MERAH

  1.    Bercak ungu/trotol ( Alternaria porri )

Patogennya adalah cendawan alternaria porri, gejala serangannya adalah, infeksi awal pada daun menimbulkan bercak berukuran kecil, melekuk ke dalam, berwarna putih dengan pusat berwarna ungu ( kelabu ).

  1.    Penyakit antraknosa/otomatis ( Colletotrichum gloeosporioides )

Penyebabnya adalah cendawan colletotrichum gloeosporioides, gejala serangan yang ditimbulkan adalah ditandai dengan terlihatnya bercak berwarna putih pada daun, selanjutnya terbentuk lekukan ke dalam ( invaginasi ), berlubang dan patah karena terkulai tepat pada bercak tersebut. Jika infeksi berlanjut maka terbentuklah koloni konidia yang berwarna merah muda yang kemudian berubah menjadi coklat muda, coklat tua dan akhirnya kehitam-hitaman.

  1.    Penyakit layu fusarium/moler/twisting disease ( Fusarium oxysporum )

Penyebabnya adalah cendawan fusarium oxysporum, gejala serangannya adalah pada bagian dasar umbi lapis, akibatnya pertumbuhan akar maupun umbi terganggu. Gejala visualnya adalah daun yang menguning dan cenderung terpelintir (terputar), tanaman sangat mudah tercabut karena pertumbuhan akar terganggu bahkan membusuk.

  1.    Penyakit bercak daun Serkospora ( Cercospora duddiae )

Patogennya adalah cendawan cercospora duddiae, gejalanya adalah bercak klorosis kebanyakan terkumpul pada ujung daun dan sering tampak terpisah dengan yang menginfeksi pangkal daun, sehingga gejala visualnya terlihat daun tampak belang-belang.

PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT)

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah suatu konsepsi atau cara berpikir mengenai pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan pendekatan ekologi yang bersifat multidisiplin untuk mengelola populasi hama dan penyakit dengan memanfaatkan beragam taktik pengendalian yang kompatibel dalam suatu kesatuan koordinasi pengelolaan.

Karena PHT merupakan suatu sistem pengendalian yang menggunakan pendekatan ekologi, maka pemahaman tentang biologi dan ekologi hama dan penyakit menjadi sangat penting.

Ada empat prinsip dasar yang mendorong penerapan PHT secara nasional,terutama dalam rangka program pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

  1.  Budidaya tanaman sehat

Budidaya tanaman yang sehat dan kuat menjadi bagian penting dalam program pengendalian hama dan penyakit. Tanaman yang sehat akan mampu bertahan terhadap serangan hama dan penyakit dan lebih cepat mengatasi kerusakan akibat serangan hama dan penyakit tersebut. Oleh karena itu, setiap usaha dalam budidaya tanaman, seperti pemilihan varietas, penyemaian, pemeliharaan tanaman sampai penanganan hasil panen perlu diperhatikan agar diperoleh pertanaman yang sehat, kuat dan produktif, serta hasil panen yang tinggi.

  1. Pemanfaatan musuh alami

Pengendalian hayati dengan memanfaatkan musuh alami yang potensial merupakan tulang punggung PHT. Dengan adanya musuh alami yang mampu menekan populasi hama, diharapkan di dalam agroekosistem terjadi keseimbangan populasi antara hama dengan musuh alaminya, sehingga populasi hama tidak melampaui ambang toleransi tanaman.

  1.  Pengamatan rutin atau pemantauan

Agroekosistem bersifat dinamis, karena banyak faktor di dalamnya yang saling mempengaruhi satu sama lain. Untuk dapat mengikuti perkembangan populasi hama dan musuh alaminya serta untuk mengetahui kondisi tanaman, harus dilakukan pengamatan secara rutin. Informasi yang diperoleh digunakan sebagai dasar tindakan yang akan dilakukan.

  1.  Petani sebagai ahli PHT

Penerapan PHT harus disesuaikan dengan keadaan ekosistem setempat. Rekomendasi PHT hendaknya dikembangkan oleh petani sendiri. Agar petani mampu menerapkan PHT, diperlukan usaha pemasyarakatan PHT melalui pelatihan baik secara formal maupun informal.

Hal-hal yang diperlukan untuk penerapan PHT

Berdasarkan prinsip-prinsip yang telah dikemukakan, maka untuk penerapan PHT diperlukan komponen teknologi, sistem pemantauan yang tepat, dan petugas atau petani yang terampil dalam penerapan komponen teknologi PHT.

Namun tak lepas dari itu ada 7 komponen penting dalam PHT yaitu :

  1. Pengendalian secara fisik
  2. Pengendalian secara mekanik
  3. Pengendalian secara kultur teknik
  4. Pengendalian secara varietas tahan
  5. Pengendalian secara hayati
  6. Pengendalian dengan peraturan/regulasi/karantina
  7. Pengendalian secara kimiawi

Pengendalian secara kimiawi dilakukan sebagai alternatif terakhir, namun dalam penggunaan pestisida kimia juga harus tepat sasaran, tepat waktu dan tepat dosis.

Demikian ulasan tentang pengendalian hama dan penyakit tanaman bawang merah secara singkat dan jelas, semoga bisa menambah wawasan dalam bidang pertanian dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih bawang merah ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Source : Channel Youtube ramadani saputra & BALITSA