Biourin merupakan pupuk cair yang berbahan dasar urin yang mengandung unsur yang lengkap yaitu nitrogen, fosfor, kalium dan unsur mikro lain yang bermanfaat untuk tanaman.

Seperti yang kita tahu urin atau air kencing ternak, khususnya ternak sapi merupakan salah satu limbah yang dihasilkan dari usaha peternakan atau ternak rakyat, yang mana jika pengolahannya kurang baik akan menjadi masalah untuk linkungan sekitar. Urin sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair dengan cara menginkubasinya terlebih dahulu sehingga terdekomposisi.

Pemanfaatan Limbah Ternak Sapi Menjadi Biourin
Foto Ilustrasi

Pada proses dekomposisi urin sapi ditambahkan beberapa bahan seperti: lengkuas, kencur, kunyit, temulawak dan jahe. Bau urin sapi diharapkan dapat dinetralisir dengan minyak atsiri yang terkandung dalam empon-empon yang sudah ditambahkan tadi. Minyak atsiri tersusun atas eugenol, yang berfungsi sebagai antimikroba, sehingga mikroba anaerob dalam proses pengomposan dapat berkurang. Berkurangnya mikroba anaerob ini menyebabkan berkurangnya bau pada biourin.

Manfaat biourin untuk tanaman antara lain yaitu :

  • Meningkatkan kesuburan tanah;
  • Meningkatkan aktivitas mikroba tanah;
  • Meningkatkan kualitas hasil panen; dan
  • Menekan angka pertumbuhan atau serangan penyakit pada tanaman.

 

CARA MEMBUAT BIOURIN

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat biourin sebagai berikut:

  1. Urine sapi sebanyak 40 liter;
  2. Gula merah 2 kg, atau bisa diganti dengan menggunakan tetes tebu sebanyak 2 liter;
  3. Air rendaman beras sebanyak 1 Liter;
  4. Empon-empon seperti: kunyit, jahe, kencur, dan lengkuas masing-masing sebanyak 1 kg;
  5. Air sumur sebanyak 5 liter; dan
  6. Bakteri decomposer sebanyak 1 Liter.  Bakteri decomposer diantaranya:

 

Proses pembuatan biourin sebagai berikut:

  1. Empon-empon ditumbuk sampai halus, kemudian peras dengan 5 liter air dan campurkan dengan air rendaman beras;
  2. Kemudian masukkan semua bahan yang telah tercampur ke dalam urin sapi;
  3. Tambahkan molasses atau gula merah dan decomposer. Kemudian ditutup rapat;
  4. Pada proses fermentasi ini, buka tutup wadah sehari sekali untuk membuang gas yang dihasilkan di dalam tong atau jerigen. Kemudian tutup rapat dan diamkan;
  5. Selama 21 hari proses fermentasi sempurna, pupuk cair sudah jadi; dan
  6. Pupuk Cair yang sudah jadi kemudian dipndah ke dalam botol, dan di angin-anginkan selama kurang lebih 12 jam. Hal Ini dilakukan untuk menghilangkan amoniak dan bau yang menyengat pada biourin.

CARA PENGGUNAAAN BIOURIN:

  1. Dalam penggunaannya biourin perlu diencerkan terlebih dahulu
  2. 1 liter biourin dicampur dengan 10-15 liter air.
  3. dosis  untuk tanaman semusim: 100 liter per hektar dan
  4. dosis untuk tanaman tahunan:  250 liter per tanaman.
  5. Sebaiknya biourin digunakan setiap 7-10 hari sekali.

Penggunaan urin sapi sebagai pupuk organik cair akan memberikan keuntungan diantaranya harga yang relatif murah, mudah didapat dan diaplikasikan, serta memiliki kandungan hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Sumber: http://kalsel.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=893:administrator&catid=14:alsin&Itemid=43

Cahyo Jantrio Rahmanu

Cahyo Jantrio Rahmanu - Lampung | Polbangtan Bogor | jantriorcahyo(AT)gmail.com | 0857-8917-5664