Terong merupakan salah satu bahan masakan yang banyak disukai oleh masyarakat, khususnya di Indonesia. Terong juga dapat diolah menjadi beragam jenis masakan, oleh karena itu permintaan terong di pasaran relatif tinggi.

Selain ditanam pada lahan persawahan, tanaman terong juga dapat ditanam pada pot dan ditempatkan di pekarangan rumah. Adapun cara menanam terong dalam pot adalah sebagai berikut :

ALAT DAN BAHAN

  • Bibit terong
  • Media tanam berupa tanah, sekam dan pupuk kandang
  • Pot

TAHAP PERSIAPAN MEDIA TANAM

Media tanam untuk tanaman terong yang akan ditanam dalam pot adalah berupa campuran tanah, sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1, aduk semua bahan hingga merata.

Masukkan media tanam tersebut ke dalam pot hingga hampir penuh, pot yang digunakan harus memiliki lubang-lubang di bawahnya dan juga memiliki kaki-kaki untuk memisahkan dasar pot dengan permukaan tanah.

TAHAP PENANAMAN

Sebelum melakukan penanaman bibit terong, terlebih dahulu siram media dalam pot hingga basah merata.

Buat lubang tanam pada media, lepaskan bibit dari polybag dengan hati-hati agar media dalam polybag tidak pecah. Untuk memudahkan dalam melepas polybag maka sebelumnya lakukan penyiraman.

Tanam bibit pada lubang tanam yang telah dibuat dengan sedikit dipadatkan agar bibit erat tertanam dan tidak mudah goyah, kembali siram secukupnya.

TAHAP PERAWATAN

Perawatan tanaman terong dalam pot meliputi pemasangan air, pemupukan, perempelan dan pengendalian hama penyakit.

Pemasangan ajir – Pasang ajir pada tanaman untuk melindungi tanaman dan agar berdiri kokoh, caranya tancapkan air pada media tanam dalam pot kemudian ikat tanaman dengan air, pengikatan jangan terlalu kencang atau bisa juga dibuat seperti angka 8 agar ikatan tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pemupukan – Pemupukan tanaman terong dilakukan menggunakan pupuk NPK 16:16:16 yang dilarutkan ke dalam air dengan dosis 1 sendok makan NPK untuk 10 liter air, aduk hingga pupuk benar-benar larut dan merata. Aplikasi pupuk dilakukan dengan mengocorkan/menyiramkannya pada media tanam dalam pot dengan dosis karang lebih 1 liter untuk 1 tanaman berukuran sedang. Pemupukan ini dilakukan 2-3 minggu sekali sembari memperhatikan pertumbuhan tanaman, jika tanaman telah tumbuh dengan baik dan jika dirasa cukup, pemberian pupuk ini dapat dihentikan.

Perempelan – Perempelan atau pemangkasan ini dilakukan pada tunas air yang tumbuh di seluruh bagian tanaman. Tujuan pemangkasan ini adalah agar makanan yang diserap oleh akar terfokus pada batang produktif untuk menghasilkan bunga dan buah secara optimal. Pangkas pula daun-daun yang layu dan rusak.

Pengendalian hama dan penyakit – Selain penyakit, tanaman terong juga tidak lepas dari gangguan hama dan serangga. Hama yang biasanya menyerang tanaman terong antara lain ulat tanah, ulat grayak, penggerek daun, lalat buah, kutu daun dan sebagainya.

Pengendalian penyakit bisa dilakukan secara teknis dan kimiawi. Pengendalian secara teknis antara lain, mengatur jarak tanam, rotasi tanaman, menjaga kelembaban dan membersihkan gulma dan tanaman inang.

Sedangkan pengendalian secara kimiawi adalah pengendalian penyakit yang dilakukan dengan cara penyemprotan pestisida pada tanaman terserang. Dalam penggunaan pestisida kimia harus dilakukan dengan hati-hati , tepat dosis, tepat waktu, tepat jenis dan juga tepat sasaran. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 9 dan sore hari setelah pukul 4, karena jika disemprotkan pada tanaman siang hari maka pestisida yang terpapar sinar matahari dapat merusak daun muda.

Dan yang perlu diingat bahwa penyemprotan pestisida ini harus dihentikan minimal 30 hari sebelum buah/sayuran dikonsumsi, tujuannya agar hasil pertanian bersih dari residu pestisida, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Demikian ulasan mengenai cara menanam terong dalam pot, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih terong ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube DARI KAMI UNTUK KAMU