Kedondong merah (red ambarella) masih belum familiar terdengar di Indonesia, rasa buahnya mirip buah kedondong pada umumnya, namun kulitnya berwarna merah. Buah kedondong merah juga memiliki biji tunggal dengan karakteristik khas berserabut. Kedondong berasal dari suku mangga-manggaan, dapat langsung dimakan segar atau dijadikan asinan, acar, atau penyedap dalam masakan.

Untuk membudidayakan tanaman buah kedondong dapat dilakukan melalui perbanyakan tanaman/pembibitan baik itu secara genertif/dari biji atau vegetatif seperti stek, sebagaimana yang akan kita ulas pada artikel kali ini.

Untuk lebih jelasnya mari simak ulasan mengenai Cara Stek Pohon Kedondong Merah dengan metode stek angin berikut ini :

Pilih batang atau cabang pohon kedondong merah yang akan distek, pilih dari pohon yang sehat, pertumbuhannya baik, produktif, bebas dari serangan hama dan penyakit.

Stek yang akan kita ulas penjelasannya kali ini adalah stek yang lain dari biasanya, yang biasa disebut dengan stek angin.

Langkah pertama buatlah 2 keratan  sepanjang 2-3 cm, kupas kulit diantara 2 keratan tersebut, kerok kambiumnya hingga kering seperti perlakukan pada batang tanaman yang akan dicangkok. Setelah itu tunggu selama kurang lebih 40-60 hari hingga keratan cabang tanaman kedondong merah tadi tampak bengkak atau muncul kalus pada kulit batang yang dikerat dan juga telah kering tidak keluar getah kambiumnya.

Jika menginginkan stek pohon kedondong merah dalam jumlah banyak maka buatlah beberapa keratan dalam satu batang dengan jarak antar keratan sekitar 20 cm atau satu jengkal tangan. Untuk ukuran panjang pendeknya batang stek sebenarnya sesuai keinginan.

Cara stek angin ini memiliki keunggulan dibandingkan cara stek pada umumnya. Cara stek biasa metodenya adalah batang dipotong dan langsung ditanam, meskipun terlihat mudah dan cepat akan tetapi memiliki kekurangan diantaranya adalah kemungkinan adanya kegagalan yang disebabkan busuknya batang karena luka pada batang belum kering.

Berbeda dengan stek angin dimana batang yang akan distek dikerat dan ditunggu hingga kering terlebih dahulu kira-kira 40-60 hari sampai muncul kalus dimana kalus tersebut adalah calon akar, sehingga saat bibit ditanam akan cepat tumbuh akar.

Setelah kira-kira 40-60 hari, biasanya akan tumbuh kalus berupa benjolan pada kulit batang pada keratan, kalus inilah yang nantinya akan menjadi akar.

Selanjutnya tanam batang pada polybag, jika dikehendaki dalam penanaman batang ini dapat dioleskan ZPT, akan tetapi kali ini kita akan melakukan penyetekan tanpa menggunakan ZPT.

Siapkan media tanam dengan komposisi tanah, arang sekam dan pasir, campurkan semua bahan hingga merata kemudian masukkan ke dalam polybag.

Potong bibit stek dari pohon induk pada keratan dibawah kalus, pangkas semua daun dan rantingnya.

Tancapkan batang stek pada media dalam polybag dengan hati-hati dan tempatkan pada area yang benar-benar teduh dan tidak terkena sinar matahari.

Stek pohon kedondong merah yang berhasil ditandai dengan munculnya akar keluar polybag, batangnya terlihat segar/tidak kering dan muncul bunga-bunga baru di sepanjang batang dan juga muncul tunas-tunas baru.

Demikian ulasan mengenai Cara Stek Pohon Kedondong Merah beserta cara penanamannya, semoga artikel ini dapat menambah wawasan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit, benih, pupuk, pestisida dan perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube Agro Toko