Pagoda merupakan jenis sayuran yang masih termasuk ke dalam jenis sawi. Sawi pagoda memang masih terdengar asing di telinga orang Indonesia. Ciri khas tanaman ini adalah permukaan daun keriting dan berwarna hijau. Rasanya lezat dengan tekstur renyah, biasanya sayuran ini dimasak dengan cara ditumis atau dijadikan soup.

Tanaman sawi pagoda cocok tumbuh, di dataran rendah maupun dataran tinggi dengan ketinggian 250-1500 mdpl, tanah gembur, cukup sinar matahari, aerasi sempurna (tidak tergenang air) dan pH tanah 5,5–6. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman ini 20-28 derajat Celcius.

Proses budidaya sawi pagoda diawali dengan pemilihan benih yang benar-benar berkualitas unggul yang diikuti proses penyemaian benih.

Benih sawi pagoda berkualitas saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian. Selain pemilihan benih berkualitas unggul, untuk mendapatkan bibit tanaman yang bagus tentunya perlu ada teknik penyemaian yang tepat, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Maka dari itu tahapan proses penyemaian harus dilakukan dengan sebaik mungkin, adapun Cara Menyemai Benih Sawi Pagoda adalah sebagai berikut:

  • Siapkan wadah persemaian berupa tray semai, baki semai, pot, polybag atau wadah sejenis lainnya.
  • Media semai yang digunakan adalah berupa tanah dan kompos/pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 1:1, campurkan semua bahan hingga merata. Masukkan media semai ke dalam wadah persemaian yang telah disiapkan, siram secukupnya hingga merata.
  • Jika persemaian dilakukan dalam baki plastik atau kayu masukkan media semai setebal ± 3 cm.
  • Tebarkan benih secara merata dan ditutup dengan tanah halus setebal ± 1 cm, kemudian ditutup dengan plastik hitam.
  • Penutup dibuka setelah benih berkecambah/tumbuh merata, biasanya 2-3 hari setelah penebaran benih.
  • Setelah benih berkecambah maka benih langsung ditempatkan ditempat yang terkena sinar matahari, karena jika tidak terkena sinar matahari maka benih akan etiolasi ( Etiolasi adalah pertumbuhan tumbuhan yang sangat cepat di tempat gelap namun kondisi tumbuhan lemah, batang tidak kokoh, daun kecil dan tumbuhan tampak pucat).
  • Tahapan selanjutnya adalah penyapihan bibit atau pemindahan tanaman sementara pada polybag atau pot, bibit tanaman dipindah kurang lebih 7 hari setelah semai atau setelah memiliki 3-4 helai daun.
  • Media sapih diletakkan berjejer di lahan persemaian yang diberi naungan atap plastik berwarna putih.
  • Bibit sawi pagoda hasil persemaian benih siap ditanam pada lahan penanaman sesungguhnya setelah berumur ± 10-15 hari setelah disapih.

Demikian ulasan mengenai cara menyemai benih sawi pagoda, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih sawi pagoda ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : jurustani.com