Pohon kurma termasuk tanaman diesis atau berumah dua artinya memiliki tanaman jantan dan betina yang hidup secara terpisah, pohon kurma jantan tidak berbuah melainkan yang betina saja, namun untuk dapat berbuah, bunga betina harus mendapatkan serbuk sari dari pohon jantan untuk dikawinkan dengan bunga jantan.

Apabila tidak dikawinkan, maka bunga betina yang menjadi bakal buah akan rontok, atau satu butir bercabang tiga itu tandanya kurma akan rusak.

Tugas utama kurma jantan adalah membuahi kurma betina dan jika tidak terjadi penyerbukan atau perkawinan, serbuk sari dari pohon kurma jantan pun akan pecah dan hilang tersapu angin, namun demikian ada juga tanaman kurma betina yang bisa berbuah tanpa diserbuki benang sari dari kurma jantan, hanya saja buah yang dihasilkan kualitasnya buruk, kerdil dan ukurannya kecil-kecil.

Sebelum melakukan perkawinan pada pohon kurma, yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah ciri-ciri pohon kurma jantan dan betina. Akan tetapi untuk membedakan jenis kelamin pada pohon kurma  dibawah umur 3 tahun masih sulit untuk dibedakan, perlu perhatian khusus dan teliti dalam memilih bibit kurma terlebih jenis kelaminnya yang dapat menghasilkan buah dan dapat dipanen.

Jadi mengetahui jenis kelamin pohon kurma merupakan salah satu hal penting dalam budidaya pohon  kurma.

Ciri-ciri pohon kurma jantan dan betina

  • Perhatikan pangkal pelepahnya

Untuk mengetahui kurma itu jantan atau betina yang paling mudah adalah melalui pangkal pelepah kurma ketika sudah besar.

Kurma jantan pangkal pelepahnya agak terang kekuningan, sedangkan pohon kurma betina pangkal pelepahnya agak abu-abu.

  • Perhatikan daun pisau muda

Pohon kurma jantan memiliki daun dan duri yang lebih panjang serta tampak banyak di tiap tangkainya.

  • Perhatikan bentuk bunganya

Saat tanaman kurma tumbuh besar dan mulai berbunga, maka perhatikanlah bunganya dan disitu akan terlihat perbedaan yang mencolok.

Perbedaan tersebut dapat terlihat  pada ukuran panjang, bentuk seludung (mancung = jawa)  atau pembungkus bunga kurma dan warna mayang ketika sudah terbuka atau mekar.

Bunga jantan jika sudah mekar bentuknya seperti bunga mekar, sedangkan betina bunganya bulat-bulat.

  • Hasil peranakan

Pohon kurma jantan akan beranak jantan begitu pula pohon kurma betina akan menghasilkan anakan pohon kurma betina yang bisa dijadikan bibit dan berbuah.

Jadi jika anda ingin budidaya pohon kurma, pembibitan kurma dari peranakan yang sudah berumur 4 tahun atau lebih akan lebih baik karena akan lebih cepat pertumbuhannya.

Namun jika anda membudidayakan kurma dan ternyata merupakan kurma jantan yang anda tanam, bukan berarti anda gagal dan tidak ada gunanya karena ternyata bunga jantan bisa dijual dengan harga yang mahal, dan bunga jantan ini dapat diawetkan sampai sekitar 1 tahun.

Untuk menghasilkan pohon kurma yang bagus, subur dan sehat, perawatan yang benar harus dilakukan hingga waktunya bunga betina berbunga bisa dimaksimalkan pertumbuhannya.

Kesalahan yang banyak terjadi adalah terlambatnya tanaman betina berbunga dan tanaman kurus karena kurangnya nutrisi, maka dari itu perlu ditambahkan pupuk kandang, urea dan TSP agar bunganya tumbuh banyak.

Teknik mengawinkan ( polinasi ) pohon kurma

Berikut ini penjelasan dan langkah-langkah cara mengawinkan pohon kurma jantan dan betina :

Dalam mengawinkan pohon kurma ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Pilihlah pohon kurma betina yang berkualitas bagus, perawakan kokoh dan bunga bakal buah banyak.
  • Untuk kurma jantan tidak harus satu jenis yang terpenting mempunyai serbuk sari yang banyak dan dari tanaman sehat
  • Segera cari kurma jantan yang baru mulai mekar bunganya agar tidak banyak yang hilang tertiup angin karena begitu bunga mekar maka serbuk sari akan pecah, berbeda dengan bunga betina yang bentuk bunganya bulat-bulat.

Adapun langkah-langkah mengawinkan bunganya adalah sebagai berikut :

  1. Cari bunga jantan yang sudah matang dan banyak serbuk sarinya kemudian potong pada pangkal bunganya.
  2. Keluarkan semua helai bunga jantan dari seludung/mancung dan jemur hingga kering, penjemuran bunga jantan tidak harus dilakukan dibawah sinar matahari terus-menerus, cukup didalam ruangan atau diangin-anginkan.
  3. Setelah bunga jantan kering maka akan terlihat keluar serbuk sarinya, dan langkah selanjutnya mengawinkan dengan bunga betina.
  4. Pilih pohon kurma betina yang sudah berbunga banyak, masukkan beberapa helai  bunga jantan ditengah-tengah satu rumpun bunga betina dengan arah berlawanan atau terbalik ( pangkal bunga jantan berada di atas ), satu rumpun bunga jantan bisa menyerbuki banyak rumpun bunga betina
  5. Setelah itu satukan bunga betina yang telah dimasuki bunga jantan kemudian diikat menggunakan daun kurma (tidak perlu menggunakan tali atau rafia) dengan tujuan agar saat pembuahan dan buah mulai tumbuh besar, ikatannya bisa terputus dengan sendirinya.
  6. Setelah bunga diikat hilangkan seludung/mancung dengan cara memotong pada pangkalnya agar tidak mengganggu perkembangan pembuahan bunga, akan tetapi lakukan pemotongan dengan hati-hati agar tidak mengenai bunganya.
  7. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses mengawinkan bunga kurma ini, terutama bagi kita yang melakukannya di Indonesia, karena di Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi dibandingkan di wilayah Timur Tengah (daerah asal kurma) yang jarang hujannya, sehingga pasca perkawinan bunga memerlukan perlakuan khusus yaitu :

Setelah bunga betina diikat harus ditutup atau diberi peneduh agar tidak terkena air hujan sehingga proses pembuahan dapat berlangsung dengan baik.

Setelah proses perkawinan selesai maka yang harus dilakukan adalah selalu mengontrol kondisi tanaman kurma tersebut dan pemberian pupuk juga harus dilakukan dengan tepat. Jarak waktu 2 bulan dari perkawinan bakal buah sudah mulai terlihat bulat dan lebih besar, dan setelah sekitar 6 bulan dari perkawinan buah kurma sudah dapat dipanen dan dinikmati.

Demikian penjelasan dan langkah-langkah cara mengawinkan pohon kurma jantan dan betina, semoga menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih, bibit, pestisida, pupuk dan perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com