Penyakit karat daun disebabkan oleh Puccinia polysora. Pada umumnya penyakit karat menyerang daun muda yang menyebabkan defoliasi (perontokan daun).

Gejala yang terlihat akibat penyakit karat adalah terdapat bintik-bintik kuning hijau kecil yang muncul pada daun. Jika tidak segera diatasi, bintik-bintik ini lambat laun akan membesar dan berubah warna menjadi coklat kekuningan, kemudian rontok.

Biasanya tanaman yang terkena penyakit karat daun ini akan terganggu pertumbuhanya seperti tidak mau berbuah atau tunas daun tidak mau berkembang atau stag, hal ini tentunya sangat merugikan.

Karat daun pada tanaman tin ini biasanya menyerang saat musim penghujan karena tingkat kelembaban udara yang tinggi, akan tetapi tidak menutup kemungkinan saat kemarau tanaman juga bisa terserang karat daun.

Adapun cara mengatasi karat daun pada tanaman buah tin mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

PEMANGKASAN DAUN

Langkah pertama untuk mengatasi karat daun tanaman buah tin adalah dengan melakukan pemangkasan seluruh daun tanaman tanpa sisa. Jika tanaman sudah berbuah, buahnya tidak perlu dipangkas. Buang jauh atau bakar daun pangkasan.

PENYEMPROTAN FUNGISIDA

Setelah dipangkas, semprot tanaman buah tin menggunakan fungisida untuk karat daun dengan merek apa saja yang mudah didapatkan. Untuk dosisnya disesuaikan dengan tabel dosis yang biasanya tertera pada kemasan.

Semprot juga tanaman di sekitarnya, karena sifat jamur termasuk jamur penyebab karat daun itu mudah menular.

Penyemprotan untuk pengobatan karat daun dilakukan dengan interval 1 minggu sekali.

Setelah beberapa hari sejak pemangkasan dan penyemprotan fungisida tanaman buah tin akan trubus dan bertunas kembali dengan daun-daun baru yang sehat dan terbebas dari karat daun.

TINDAKAN PENCEGAHAN

Setelah tanaman tin sembuh dan terbebas dari serangan karat daun, langkah selanjutnya adalah melakukan tindakan pencegahan agar karat daun tidak kembali menyerang tanaman.

Tindakan pencegahan yang perlu dilakukan adalah :

  • Sanitasi lahan yaitu dengan membersihkan lahan dari segala macam sumber pengganggu pertumbuhan yang meliputi gulma (rumput liar/tumbuhan pengganggu), dan bahan – bahan kontaminan lain yang tidak terlihat mata (mikroorganisme pengganggu). Tujuan pembersihan lahan adalah untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada, serta memberantas/mengendalikan kontaminan mikro organisme (hama dan penyakit).
  • Penyemprotan fungisida secara berkala, interval penyemprotan untuk tindakan pencegahan berbeda dengan penyemprotan untuk pengobatan. Penyemprotan fungisida untuk pencegahan penyakit dilakukan dengan interval 1 bulan, menggunakan fungisida untuk karat daun dengan dosis sesuai anjuran. Penyemprotan dilakukan di seluruh bagian tanaman termasuk bagian bawah daun dan juga pada tanaman di sekitarnya.

Demikian ulasan mengenai Cara Mengatasi Karat Daun Pada Tanaman Buah Tin, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit tanaman tin/ara ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi : Channel Youtube Tabulampot Fruit