Buah tin atau buah ara adalah spesies tanaman berbunga dalam genus ficus, sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan. Pohon tin berasal dari Timur Tengah dan Asia Barat telah dicari dan diusahakan manusia sejak zaman kuno hingga sekarang.

Buah tin banyak mengandung bahan-bahan atau zat seperti akalin yang mampu menghilangkan keasaman pada tubuh dan sangat berguna bagi kesehatan manusia. Keistimewaan tanaman buah tin yaitu merupakan buah yang produktif karena dapat berbuah terus menerus tanpa mengenal musim.

Pengadaan bibit merupakan faktor penting dalam proses budidaya, perbanyakan tanaman merupakan kegiatan pokok dalam usaha budidaya.

Bibit tanaman tin dapat diperoleh dari pohon indukan, pilihlah batang yang cukup tua tapi tidak terlalu besar, yang ditandai dengan warna batang kecoklatan. Perbanyakannya paling banyak dilakukan dengan cara cangkok, karena bibit tanaman hasil cangkok memiliki keunggulan tersendiri yakni mempunyai sifat dan kualitas yang sama dengan induknya, adapun Cara Mencangkok Tanaman Buah Tin adalah sebagai berikut :

  1. Siapkan seluruh alat dan bahan seperti Tanah kompos yang dalam kondisi lembab, jika terlalu basah maka harus dikeringkan terlebih dahulu, plastik es/lainnya dengan ukuran sesuai kebutuhan, cutter dan tali rafia, perangsang akar baik berbentuk bubuk atau cair.
  2. Pilih batang yang sehat, lurus dan tidak banyak cabangnya dari pohon tin indukan.
  3. Kerat melingkar di bagian bawah ruas batang dan kelupas kulit batangnya sepanjang 0,5 cm.
  4. Oleskan perangsang akar pada batang yang dikelupas kulitnya, jika menggunakan perangsang akar bentuk bubuk maka tambahkan sedikit air agar menjadi semacam bubur.
  5. Setelah olesan perangsang akar kering, siap dibungkus dengan media dan plastik dengan cara mengikat plastik pada sisi bawah keratan, setelah itu masukan tanah kompos yang lembab tetapi tidak terlalu basah dan padatkan, kemudian ikat plastik bagian atas dan tengah agar tidak goyang.
  6. Atau bisa juga dilakukan dengan cara memasukkan tanah kompos pada plastik terlebih dahulu dan diikat, kemudian belah plastik berisi tanah kompos dan ikatkan pada keratan tersebut.
  7. Untuk merangsang akar agar cepat tumbuh, tutup cangkokan menggunakan plastik berwarna hitam atau plastik polybag.
  8. Setelah 3-4 minggu biasanya cangkokan akan tumbuh akar, dan cangkokan sudah siap dipisahkan dari pohon induknya dan ditanam pada lahan, pot atau polybag.

PENANAMAN

Sebelum bibit hasil cangkokan ditanam pada pot atau polybag, terlebih dahulu buka plastiknya dan dibersihkan dari sisa tanah pencangkokan. Selanjutnya siapkan media tanam yang terdiri dari campuran tanah humus, pasir,  pupuk kandang yang sudah difermentasi dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1:1, campurkan hingga merata.

Pot atau polybag yang digunakan harus memiliki lubng pada bagian bawahnya untuk membuang kelebihan air agar media tanam tidak tergenang.

Masukkan media tanam pada pot atau polybag hingga 1/3 bagian, kemudian masukkan bibit hasil cangkokan tepat ditengah dan tegak lurus, lalu masukkan media tanam kembali hingga penuh dan sedikit padatkan dan siram dengan air secukupnya.

Letakkan pada tempat yang teduh selama 1-2 minggu, setelah lebih dari 2 minggu tanaman tin sudah dapat beradaptasi dengan media baru dan sudah dapat diletakkan pada tempat yang terpapar matahari. Perlu diingat bahwa pencahayaan matahari sangat berperan penting dalam proses fotosintesis tanaman, tak terkecuali tanaman buah tin sehingga dapat menghasilkan buah yang baik.

Untuk pemupukan gunakanlah pupuk kandang atau pupuk organik dengan interval pemberian satu bulan sekali.

Penyiraman tanaman tin dapat dilakukan secukupnya dengan interval satu hari sekali secara rutin.

Untuk menghasilkan cabang tanaman yang baru dapat dilakukan teknik pencabangan dengan cara potong pucuk daun yang muda.

Sementara agar kesuburan daunnya dapat terjaga dengan baik, lakukanlah penyemprotan pada sore hari menggunakan pupuk daun dan disemprotkan pada bagian bawah daun.

Salah satu hal yang tidak boleh diabaikan dalam budidaya buah tin yakni adanya hama tanaman seperti belalang dan penggerek daun yang mengancam keutuhan daunnya, untuk itu sesekali perlu dilakukan penyemprotan insektisida.

Pada umur tanaman 6 bulan setelah tanam, tanaman tin umumnya sudah dapat berbuah.

Demikian ulasan mengenai Cara Mencangkok Tanaman Buah Tin, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit buah tin ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com

Sumber : Channel Youtube TVRI Jogja