Petai (Parkia speciosa) merupakan tanaman asli Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Philipina , yang sangat populer di masyarakat. Petai ini juga banyak diminati masyarakat, hal ini ditandai dengan permintaan pasar yang masih tinggi, sehingga budidaya tanaman petai memiliki prospek yang bagus. Karena hal itulah, maka tak salah jika saat ini banyak orang yang mulai menjadikan buah petai sebagai tanaman budidaya.

Jika anda tertarik untuk membudidayakannya, berikut ini penjelasan lengkap mengenai cara menanam petai.

PERSIAPAN BIBIT

Pilihlah bibit berkualitas unggul, pertumbuhannya baik dan terbebas dari serangan hama serta penyakit. Karena bibit tanaman merupakan salah satu penunjang keberhasilan budidayanya.

Dalam budidaya tanaman petai sebaiknya pilihlah bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti okulasi, sambung pucuk dan sebagainya, karena perbanyakan secara generatif atau dari biji memiliki beberapa kekurangan seperti pohon tumbuh tinggi dan waktu berbuah yang lama.

Bibit tanaman petai saat ini sangat mudah didapatkan baik di toko-toko di sekitar anda atau di toko pertanian online seperti SentraTani.com

Di toko-toko pertanian, bibit petai hasil perbanyakan secara vegetatif biasanya ditanam dalam polybag-polybag kecil siap tanam.

PERSIAPAN LUBANG TANAM

Pilih lokasi penanaman pada lahan yang gembur subur dan mendapatkan sinar matahari serta lahan jangan terlalu sempit.

Buat lubang tanam untuk penanaman bibit petai dengan ukuran panjang 50 cm dan lebar juga 50 cm, sedangkan kedalamannya menyesuaikan dengan tinggi polybag tempat penanamannya, sehingga saat ditanam pangkal batang bibit pada permukaan polybag sejajar dengan permukaan lahan.

Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang yang telah matang/melalui proses fermentasi, tambahkan pula sekam secukupnya, aduk hingga merata, istirahatkan lubang tanam selama 2-3 hari dan biarkan terkena sinar matahari secara langsung.

TAHAP PENANAMAN

Masukkan bibit beserta polybagnya, letakkan bibit tepat di tengah lubang tanam, usahakan tegak lurus dan tidak miring.

Buka polybagnya dengan hati-hati agar media tanam di dalamnya tidak pecah, kemudian masukkan tanah galian yang telah dipersiapkan sebelumnya hingga penuh, padatkan perlahan hingga bibit erat tertanam dan tidak goyah.

Buat gundukan di sekitar pangkal batang agar nantinya saat musim hujan tanaman tidak terendam air.

Selanjutnya siram dengan air secukupnya, penyiraman dilakukan sedikit demi sedikit agar meresap dan merata ke bagian dalam media tanam.

PERAWATAN

Pemasangan ajir sangat dianjurkan pada tanaman petai yang baru saja ditanam, manfaat ajir ini untuk menopang tanaman agar tidak mudah roboh. Ajir ini dapat dibuat sendiri menggunakan belahan bambu dengan ukuran yang disesuaikan dengan tanaman.

Lakukan penyiraman tanaman petai 1-2 kali sehari atau menyesuaikan dengan kondisi tanaman.

Bersihkan lahan sekitar tanaman dari gulma atau rumput liar dimana gulma ini ikut merebut dalam penyerapan unsur hara dari dalam tanah dan juga gulma juga dapat menjadi tanaman inang atau sarang dari beberapa hama.

Untuk menyuplai unsur hara yang dibutuhkan tanaman lakukanlah pemupukan secara rutin menggunakan pupuk kandang fermentasi dengan interval 3 bulan sekali.

Tanaman petai termasuk tanaman yang membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan buah, dari bibit hasil okulasi tanaman petai akan menghasilkan buah pada umur 4-5 tahun, maka dari itu pertumbuhan tanaman petai ini perlu disokong dengan hormon perangsang tumbuh agar proses pembuahannya lebih cepat.

Demikian ulasan mengenai cara menanam petai, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli bibit petai ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi SentraTani.com.

Sumber : Channel Youtube GALLERY JUNICHI