Oyong atau gambas merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak disukai dan termasuk jenis sayur yang cukup laris manis di pasaran.

Tanaman gambas tumbuh merambat menyerupai tanaman mentimun, tanaman ini mudah ditemukan di berbagai negara yang beriklim tropis. Oyong/gambas memiliki bentuk panjang dengan garis-garis menonjol pada bagian permukaan kulitnya.

Selain memiliki rasa yang segar, sayur gambas ini sejak dulu telah dikenal juga memiliki kandungan manfaat yang baik untuk kesehatan. Sayur gambas memiliki kandungan vitamin, protein, hingga magnesium yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Jika melihat dari banyaknya manfaat dari oyong ini, alangkah baiknya jika kita menanamnya sendiri sehingga kita dapat dengan mudah untuk memperoleh sayur oyong ini setiap saat.

Budidaya oyong cukup mudah untuk dilakukan dan tidak memerlukan persyaratan budidaya yang rumit, bahkan selain dapat ditanam langsung di lahan, tanaman oyong ini juga dapat ditanam pada polybag dan dapat di letakkan di pekarangan sehingga memudahkan untuk perawatan dan pemantauan.

Untuk mengetahui Cara Menanam Oyong dalam Polybag, silakan simak penjelasannya pada artikel berikut ini.

PERSIAPAN BENIH

Sebelum memulai menanam oyong, hal penting yang harus dilakukan adalah memilih benih berkualitas unggul, karena benih unggul memiliki daya tumbuh yang tinggi serta ketahanan yang baik terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga keberhasilan budidayanya lebih tinggi.

Benih oyong berkualitas unggul kini sangat mudah didapatkan di toko-toko pertanian di sekitar anda baik itu offline atau online seperti SentraTani.com.

Rendam benih selama semalaman dalam air agar proses perkecambahan lebih cepat. Dalam perendaman ini jika terdapat benih yang mengapung buang saja karena biasanya pertumbuhannya tidak baik bahkan terkadang tidak tumbuh.  Maka dari itu hanya gunakanlah benih yang tenggelam/bernas.

TAHAP PENANAMAN

Sembari menunggu perendaman biji, siapkan media tanam berupa campuran tanah subur, pupuk kandang dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1, campurkan semua bahan hingga merata, kemudian masukkan media tanam tersebut ke dalam polybag.

Polybag yang digunakan harus memiliki lubang-lubang kecil di bawahnya agar air siraman nantinya tidak menggenang di dalamnya.

Tanam benih/biji oyong yang telah direndam sebelumnya pada polybag, tanam 2 biji oyong pada setiap polybag berukuran sedang, kemudian siram hingga lembab.

TAHAP PERAWATAN

Perawatan tanaman oyong meliputi penyiraman, pemasangan ajir/para-para, pemupukan serta pengendalian hama penyakit.

Pada fase awal pertumbuhan, tanaman sangat membutuhkan pasokan air, oleh karena itu sampai dengan umur  7 hari sejak penanaman, oyong wajib disiram setiap hari, penyiraman berikutnya dilakukan 1-2 hari sekali tergantung kondisi cuaca.

Tanaman oyong membutuhkan turus atau ajir untuk merambatkan batang, turus-turus tersebut dapat dibuat menjadi para-para dengan cara menghubungkan satu dengan lainnya. Para-para ini membantu proses panen nantinya karena buah oyong akan menggantung di bawah alat bantu tersebut.

Selanjutnya lakukan perambatan, hal ini penting dilakukan untuk menopang tanaman tumbuh menjalar secara optimal mengikuti ajir atau para-para. Perambatan dilakukan dengan mengikatkan tanaman ke ajir dengan menggunakan tali rafia secara hati-hati, pengikatan dapat dimulai pada tanaman berusia 10-15 hari setelah tanam.

Agar tanaman oyong berproduksi secara optimal, tanaman perlu diberi pupuk susulan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK, dan jika diperlukan bisa ditambahkan pupuk organik, pemupukan organik susulan dapat diberikan pada 7 hari setelah tanam, dosisnya cukup 1 genggam per tanaman dan diberikan setiap 2 minggu sekali.

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman gambas juga penting untuk dilakukan. Lakukan pengendalian secara preventif yaitu melalui penyemprotan pestisida berkala, dosis dan aplikasinya disesuaikan dengan rekomendasi dari produsen pestisida yang biasanya tertera pada kemasan.

Beberapa penyakit yang sering mengganggu tanaman oyong yaitu serkospora, sedangkan hama yang rutin menyerang adalah penggorok daun, tungau, dan  kepik.

Penyiangan atau pembersihan rumput liar juga penting dilakukan secara rutin, karena kebersihan lahan akan membantu tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit.

Demikian ulasan mengenai cara menanam oyong di polybag, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih oyong/gambas ataupun perlengkapan pertanian lainnya, silakan kunjungi SentraTani.com

Referensi: Channel Youtube Dian Yudyatman