Okra (Abelmoschus esculentus Moench) atau Bendi merupakan sejenis tumbuhan berbunga yang termasuk dalam suku Malvaceae. Buah okra dimanfaatkan sebagai bahan sayuran dan berbagai olahan masakan lainnya.

Tanaman okra banyak ditemui pada wilayah yang beriklim tropis seperti Indonesia, Malaysia dan beberapa wilayah Asia. Tanaman okra berasal dari Ethiopia dan menyebar ke beberapa wilayah seperti Asia, termasuk Indonesia. Okra dalam bahasa Inggris disebut dengan lady’s fingers, ocra atau gumbo, sedangkan di Malaysia dikenal dengan nama bendi.

Tanaman okra ini cukup mudah untuk dibudidayakan dan perawatannyapun tidak sulit. Agar okra yang kita tanam lebih aman untuk dikonsumsi, penanaman secara organik atau tanpa menggunakan bahan kimia lebih disarankan. Adapun cara menanam okra secara organik adalah sebagai berikut :

PERSIAPAN BENIH

Benih okra berkualitas saat ini sudah banyak tersedia di toko-toko pertanian seperti SentraTani.com, atau jika ingin membuat benih sendiri, pilihlah buah okra yang benar-benar sudah tua dan kering di pohon yang berasal dari tanaman yang sehat dan memiliki buah yang lebat dan produktivitasnya tinggi untuk diambil bijinya.

TAHAP PENYEMAIAN BENIH

Untuk menunjang keberhasilan budidayanya selain benih yang berkualitas tentunya perlu adanya teknik penyemaian agar mendapatkan bibit tanaman yang bagus, sehingga saat dipindah tanam pada lahan, bibit tidak stres dan dapat tumbuh optimal, di samping itu dengan proses penyemaian terlebih dahulu akan diperoleh keseragaman tanaman dan pertumbuhan tanaman yang kompak dan seragam.

Adapun cara semai benih okra selengkapnya adalah sebagai berikut :

Siapkan wadah untuk media tam bisa berupa baki persemaian atau tray semai dan sebagainya.

Media semai yang digunakan adalah campuran tanah gembur, pupuk kandang dan arang sekam, jika perlu tambahkan kapur pertanian/dolomit secukupnya.

Aduk dan campurkan media semai tersebut hingga merata, ayak hingga halus dan masukkan ke dalam wadah yang telah dipersiapkan, siram media semai hingga benar-benar basah dan merata, jika ada gunakanlah air kolam ikan untuk penyiramannya. Rapikan permukaan media semai dan benih siap disemaikan.

Susun benih pada media semai dengan jarak 2-3 cm dengan sedikit membenamkannya. Kemudian tutup menggunakan media semai yang halus setebal 0,5 cm, dan siram kembali persemaian.

Tutup persemaian menggunakan plastik gelap, lalu simpan di tempat gelap, yang tidak terkena cahaya matahari agar lebih cepat tumbuh.

Setelah 3 hari benih telah berkecambah, buka plastik gelap penutup dan kenalkan dengan matahari pagi selama 3-4 jam setiap harinya, plastik penutup sudah tidak perlu dipasang kembali.

Penyiraman dilakukan secara hati-hati menggunakan sprayer, yaitu apabila media terlihat kering, karena jika terlalu basah dapat menyebabkan busuknya benih. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari.

Setelah bibit tumbuh dan memiliki 2 helai daun sejati.

Setelah bibit hasil persemaian berumur 12 hari, dan memiliki 2 helai daun sejati bibit sudah siap dipindahkan pada lahan penanaman.

TAHAP PENANAMAN

Tahap penanaman bibit okra diawali dengan pengolahan lahan, gemburkan tanah dengan cara dicangkul atau dibajak. Buat bedengan dengan lebar 100 cm tinggi 40 cm dan panjangnya menyesuaikan lahan.

Tambahkan pupuk dasar berupa pupuk kandang, arang sekam dan dolomit secukupnya, aduk semua bahan hingga merata kenmudian rapikan kembali permukaan bedengan. Sebelum dilakukan penanaman bibit, terlebih dahulu diamkan lahan selama 1 minggu.

Pindahkan bibit okra dari persemaian dengan cara mencabutnya secara hati-hati, untuk memudahkan pencabutan siram persemaian terlebih dahulu.

Tanam bibit pada bedengan dengan membuat lubang tanam terlebih dahulu, tanah di sekeliling lubang tanam sedikit dipadatkan agar bibit okra bisa berdiri kokoh dan tidak mudah rebah. Jarak tanamnya adalah 70 x 80 cm atau 70 x 100 cm. Jika budidaya dilakukan pada musim hujan, sebaiknya jarak tanam tidak terlalu rapat.

Jika tanah dalam keadaan kering, setelah selesai penanaman siram tanaman okra dengan air secukupnya. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.

PERAWATAN TANAMAN

Perawatan tanaman okra meliputi penyiraman, penanaman kembali, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit.

Lakukan penyiraman secara rutin dan sesuaikan dengan kondisi lahan dan tanaman, karena kecukupan kebutuhan air dapat menunjang optimalnya pertumbuhan tanaman.

Penanaman kembali dilakukan pada tanaman yang mati atau gagal tumbuh, penanaman kembali ini sebaiknya dilakukan secepatnya agar pertumbuhan tanaman seragam.

Penyiangan gulma juga harus rutin dilakukan, karena gulma ini juga berpotensi menyerap unsur hara dari dalam tanah.

Pemupukan lanjutan dilakukan 1—2 minggu sekali menggunakan kotoran kambing dan siram menggunakan MOL, POC dan sebagainya.

Pengendalian hama dan penyakit sebaiknya dilakukan menggunakan pestisida organik atau dilakukan secara manual, penggunaan pestisida kimia dilakukan jika serangan sudah mencapai ambang batas ekonomi yaitu kepadatan populasi yang harus dilakukan pengendalian untuk mencagah populasi hama mencapai tingkat kerusakan ekonomi (TKE).

TAHAP PEMANENAN

Tanaman okra sudah mulai berbunga pada usia 45 hari setelah tanam. Buah okra mulai dapat dipanen ketika tanaman berusia 60 – 70 hari. Buah okra dipanen ketika masih muda dengan ukuran panjang sekitar 10 – 12 cm. Buah okra yang sudah tua yaitu memiliki ukuran panjangnya sudah lebih dari 12 cm, sudah tidak layak untuk dikonsumsi sebagai sayur, karena memiliki rasa kurang enak dan agak keras. Pemanenan bisa dilakukan setiap 2 atau 3 hari sekali, dan berlangsung hingga 2 – 3 bulan sejak panen pertama. Masa panen ini tergantung pada kondisi dan pemeliharaan tanaman.

Demikian ulasan mengenai cara menanam okra, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk anda.

Untuk membeli benih okra ataupun perlengkapan pertanian lainnya silakan kunjungi Sentratani.com

Referensi : Channel Youtube Kebun Organik